Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 87


__ADS_3

"Mas, semalam sore kamu ada ke cafe gak ya?" Tanya Irena saat sarapan pagi.


"Hemm, gak ada sayang. Kenapa?" Tanya Dika balik.


"Gak papa sih, aku ketemu sama Rebecca setelah selesai meeting. Tapi anehnya dia sama lelaki, aku pikir itu kamu. Eh rupanya bukan, salah orang akunya. Hampir aja aku maki kamu dihadapan banyak orang."


"Maaf ya, Mas. Mungkin aku terlalu khawatir kali ya."


"What? Kamu ketemu Rebecca? Trus kamu gak diapa-apain kan sama dia?" Tanya Dika cemas.


"Aman Mas amaannn."


"Kayaknya dia sama pacar barunya deh." Ucap Irena.


"Pacar? Ya bagus dong kalau gitu. Jadi dia gak ganggu kita lagi." Jawab Dika.


"Ya mudah-mudahan aja sih, Mas. Tapi sih feeling aku bilang, kayaknya ada yang gak beres deh. Kayak gak yakin aja gitu sama dia."


"Udah deh, jangan mikir yg aneh-aneh. Mikir positifnya aja dulu. Manatau memang keajaiban, dia sadar terus tobat. Kan bagus juga buat kita."


"Iya sih, mudah-mudahan ya." Ucap Irena masih ragu.


*****


Saat dikantor, Dika terus memikirkan apa yang disampaikan Irena tentang Rebecca.


"Apa benar yang dikatakan Irena kalau Rebecca sudah punya pacar. Padahal baru saja kemarin dia berani mengancam untuk menghancurkan rumah tanggaku."

__ADS_1


"Sepertinya ada yang gak beres. Entah rencana apa lagi yang akan dia mainkan kali ini. Aku harus mencari tau, demi istri dan anakku. Aku gak mau mereka kenapa-kenapa."


Dika terus bergumam dalam hatinya, hingga akhirnya dia menelpon bodyguardnya untuk mencari tau semua tentang Rebecca dan kekasihnya.


*****


Saat Salah satu bodyguard yang ditugaskan Dika mengikuti Rebecca. Kali ini Rebecca sudah tau kalau dirinya sedang diikuti.


"Hemmm, aku tau kamu akan melakukan ini Mas. Kamu pasti akan mencari tau tentangku. Sudah ku duga akan seperti ini. Tepat seperti rencanaku. Oke, ayo aku tunjukkan."


Rebecca menelepon, "Sayang, kamu dimana? Kita makan siang bareng yuk, aku lagi pingin makan sama kamu nih. Tapi aku ada urusan sebentar, nanti kamu jemput aku ya. Aku shareloct deh alamatnya. See you ..."


*****


"Halloo Pak, sekarang saya lagi di cafe. Saat ini Rebecca lagi makan sama pacarnya. Sepertinya lelaki itu memang kekasihnya. Untuk saat ini juga tidak ada hal yang mencurigakan."


"Baiklah, kamu boleh balik. Tapi besok kamu harus terus pantau dia ya. Jangan ada yang terlewatkan." Titah Dika.


*****


"Teng Tongg ..."


"Teng Tongg ...."


Bel apartment Rebecca berbunyi. Ia melihat dari layar cctv pintu, dan ternyata itu Dika. Permainan semakin mulus, Dika mulai masuk perangkapnya kali ini.


Rebecca membuka pintu, "Mas, kamu disini? Ada apa? Seperti yang kamu katakan, kita sudah tidak ada urusan apa-apa lagi. Jadi kenapa kamu kesini?"

__ADS_1


"Jangan pura-pura tidak tau. Aku tau kau sedang merencanakan sesuatu kan? Jangan coba-coba bermain denganku, Rebecca. Kau tau sendiri aku akan menggagalkan segala rencanamu itu. Jangan kira aku bodoh tidak tau akal busukmu itu." Ucap Dika emosi.


"Rencana apa, Mas? Kamu yang sudah gila Mas. Oh aku tau istrimu pasti sudah mengatakan yang tidak-tidak tentangku kan makanya kamu datang kesini dan menuduhku."


"Aku sudah tidak mau berurusan dengan kalian. Aku sudah punya jalan hidupku sendiri. Kamu dengan istrimu, dan aku dengan pasanganku. Dan aku yakin, pasanganku jauh lebih baik darimu. Tidak sepicik dirimu yang tidak setia dengan istrinya."


"Jaga ucapanmu, Rebecca. Aku tidak yakin dengan semua ucapanmu."


"Apa kau yakin bisa menahan ini?" Dika mendekati Rebecca, mendorong badannya ke sofa dan menindihnya hingga tidak ada jarak diantara keduanya.


Tangan yang satu mulai bergerilya diarea bawah bagian sensitifnya dan tangan yang satunya lagi siap untuk memainkan gunung kembar yang tepat diwajahnya.


"Kau sudah gila Mas, ini benar-benar menjijikkan. Mungkin dulu aku sangat terobsesi denganmu. Tapi itu dulu, sangat dulu sebelum aku sadar kalau kau hanya lelaki gila *** karna tidak puas dengan servis istrinya."


"Lepaskan aku, Mas!!!"


"Ahhhhhh ...."D*****n terdengar.


"Lepaskan, Mas!!!" Rebecca menjerit.


.


.


.


"Woww!! Ini diluar kendali Othor deh. Dika oh Dika, kenapa dirimu tak berubah2. Duhh, no coment deh!!

__ADS_1


Btw, maaf ya baru up lagi. Biasalah ya, lagi ada gangguan sedikit diluar kendali Othor juga, HEHEEHEE 😂😂


Tapi buat para Readers, Koment Favorite dan Like nya harus tetap berlanjut ya. Thankyuu 😘😘


__ADS_2