Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 73


__ADS_3

"Awww ..." Irena mengerang masih merasakan sakit di bagian perut dan kepalanya.


"Kamu sudah bangun, sayang?" tanya Dika yang sedari tadi terus menggenggam erat tangan Irena .


"Aku dimana, Mas?" tanya Irena balik.


"Kamu di rumah sakit sayang, tapi Alhamdulillah kamu sudah sadar sekarang. Maaf kan aku Ren, maafkan aku sayang. Mas sangat menyesal, maafkan Mas. Hikss ... Hiksss .."


"Kenapa kamu tidak memberitahu Mas kalau kamu sedang mengandung anak kita? Kenapa kamu harus sembunyikan semua ini dari Mas?"


"Buat apa, Mas? Aku juga bisa mengurus anakku sendiri. Aku bukan lagi wanita lemah yang harus terus setia dihadapan suami yang selalu saja menyakitiku. Aku sudah muak. Aku lebih memilih hidup berdua dengan bayiku. Itu jauh lebih bahagia bagiku." Ketus Irena.


"Tidak, bukan berdua. Tapi bertiga denganku. Kita akan hidup bertiga." Dika kembali menegaskan.


"Atau jangan-jangan ini semua hanya permainan kalian berdua, kamu ingin kembali lagi dengan Bryan, makanya kamu bersikap seperti ini kepada Mas setelah kita berpisah?"

__ADS_1


"Buang segala pikiran picik kamu itu, Mas. Sudah lah gak ada gunanya aku bicara padamu. Aku minta kamu sekarang pergi dan jangan pernah kembali lagi kehadapanku." Kata Irena sembari melepas genggaman tangan Dika dan mendorong tubuhnya menjauh darinya.


Dika pun akhirnya pergi meninggalkan Irena. Melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tempat istrinya saat ini yang masih tampak terbaring lemas ditempat tidur.


Sementara didepan pintu, Bryan sudah menunggu Dika untuk berbicara empat mata dengannya.


"Ada waktu sebentar? Ada yang ingin saya katakan." Pinta Bryan.


"Oke, kebetulan saya juga ingin bicara pada Anda." Balas Dika.


"Saya pikir Irena butuh waktu untuk rehat dan menenangkan pikirannya. Itu juga untuk kesehatan bayi yang sedang ia kandung. Saya tau Anda begitu mencintai istri Anda, begitu juga dengan saya, yang sampai saat ini masih sangat mencintai Irena melebihi cinta Anda padanya." Kata Bryan.


"Saya sudah tau kalau Anda pasti masih mencintai istri saya, dan jangan Anda kira saya akan melepas Irena begitu saja. Kami akan hidup bertiga, dengan bayi kami. Jangan harap Anda bisa melampaui batas yang tidak seharusnya Anda lakukan. Karna sampai detik ini, Irena masih sah sebagai istri saya." Ketus Dika.


"Oke, untuk kali ini saya mengerti dengan posisi saya. Tapi ingat satu hal, sekali lagi Anda menyakiti Irena. Jangan salahkan saya, kalau saya akan merebutnya kembali dari Anda dengan cara apapun itu. Jaga Irena baik-baik dan jangan buat dia menangis seperti yang Anda lakukan sebelumnya padanya. Saya gak akan tinggal diam dan saya akan terus memperhatikan Anda, apalagi saat ini Irena bekerja di perusahaan saya. Itu jauh lebih mudah untuk terus mengawasinya."

__ADS_1


"Mulai saat ini juga Irena sudah tidak bekerja lagi dikantor Anda. Saya akan menyuruhnya untuk resign, jangan berharap lebih Mr. Bryan yang hanyalah masa lalu buat istri saya." Jawab Dika.


"Baiklah, we"ll see apa yang akan terjadi nanti. Dan saya rasa cukup untuk pembicaraan kita ini untuk saling mengerti satu sama lain. Ingat jaga Irena dengan baik!!!" Bryan kembali menegaskan kepada Dika, seolah itu adalah kesepakatan harga mati diantara mereka.


.


.


.


.


"Haloo Readers, Othor kembali lagi nih!!! Gimana? Udah pada menanti pasti nih lanjutan cerita2 Othor ya, Hihiihiiii ..."


Btw, Maaf yaa udah lama banget nih Othor gak nulis meninggalkan Readees setianya Othor. Doain Othor sehat2 terus ya, dan mudah2an tangan Othor gak jadi kaku ya untuk mengetik tiap lanjutan Bab nya nih, mohon dukungannya terus ya ,Readers 💙

__ADS_1


I Love Youuu ...


__ADS_2