Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 34


__ADS_3

"Maaf .."


"Aku hilang kendali."


Disaat Irena mulai menikmati tiap sentuhan yang diberikan suaminya, Dika melepaskannya. Berbalik badan dan bangun.


Ada rasa kecewa di wajah Irena. Ia langsung duduk bersandar ditepi ranjang menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Maaf, aku salah lagi ya?" kata Dika.


"Aku yang salah. Sepertinya kita butuh waktu untuk mewujudkan keinginan keluarga kita" jawab Irena.


"Kita? Aku paham apa yang kamu maksud." balas Dika.


"Anak?" tanya Dika lagi.


Irena hanya mengangguk, ia hanya tertunduk tidak tau harus bagaimana melanjutkan semuanya.


"Kamu salah kalau berpikiran seperti itu. Tentu saja aku dan kamu pasti sangat menginginkan hal itu bukan?" tanya Dika lagi.


Irena tak menjawab, ia memilih untuk memejamkan matanya dan tidur. Bagaimanapun saat ini dan untuk kedepannya ia harus memberikan dan menjadi yang terbaik untuk keluarga. Karena keluarga adalah penguat dirinya selama ini.


Mereka tidur satu ranjang, tapi tak ada terjadi apapun setelah ciuman yang berlangsung tak lama itu. Tak ada saling sentuh bahkan tak ada ucapan selamat malam satu sama lain dari mulut mereka.


.


.


.


Pagi harinya mereka sudah tampak rapi dan wangi. bergegas untuk sarapan.


Dika yang tampah gagah dengan celana jeans hitam dan kaos polos hitam ketat membuat tubuh atletisnya tampak begitu se xi.


Irena masih tampak berdiri didepan cermin merapikan hijab yang ia kenakan.

__ADS_1


"Sudah?" tanya Dika.


Irena menoleh, "Oke siap!".


Irena berjalan mendahului Dika. Menaiki lift dan akhirnya tiba di depan resto untuk breakfast. Petugas yang berada didepan menyambut kedatangan mereka dengan senyuman.


"Banyak banget makannya" ucap Dika yang tiba-tiba berada tepat dibelakang.


"Namanya juga lapar, lagian aku yang makan kok kamu yang komplein"


"Makanannya enak banget kayaknya" ucap Irena yang masih sibuk mengambil makanan.


"Entar mubazir kalau gak habis loh, kan jadi dosa" jawab Dika.


Irena menghela napas sedikit, "ya kamu dong yang habisin, emang gak mau nanggung dosa punya aku? Kan kamu suaminya, imamnya"


"Alhamdulillah .. Mulai di akui nih sepertinya HEHEHE" goda Dika sembari memeluk tubuh istrinya.


"Eh eh lepasin, malu tau dilihat orang. Profesional sedikit dong" lanjut Irena.


"Gak usah dibahas, entar buat nafsu makan jadi hilang loh. Kamu ambil makan sendiri nggak papa kan? Soalnya banyak banget bawaan ku, tangan kan cuma ada dua doang."


Mereka tiba di meja makan dan Dika pelan-pelan mulai mengarahkan kamera memotret seseorang, ya tentu saja istrinya.


"Sudah .."


Irena yang mendengar ucapan aneh ditelinga langsung melirik ke arah suaminya.


"Apa yang sudah? Baru juga duduk" ucap Irena.


"Sekali lagi .." pinta Dika.


"Apa sih?" tanya Irena bingung.


"Aku foto istriku yang cantik lagi makan"

__ADS_1


Irena masih sibuk menyantap makanan yang ada didepannya. "Yaelah, kalau ngefans gak gitu juga kali. Tinggal bilang aja" kata Irena.


Dika yang mendengar perkataan istrinya tampak tersenyum lebar dan terkekeh kecil.


Irena bergaya dan tersenyum ke arah kamera Dika.


"Mana? Aku mau lihat."


Ia melihat hasil jepretan suaminya.


"Kok jelek! Ulangi .."


"Sini mbak, foto berdua dulu" kata Ibrahim yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan mereka.


"Eh Ibrahim .." ucap Dika.


"Dekatan lagi" pinta Ibrahim yang mengarahkan mereka.


Suami istri itu saling dekat, namun gak bergaya. Tampak saling kaku, mungkin karna malu ada seseorang dihadapan mereka.


"Lebih dekat lagi Mas Mbak .." pinta Ibrahim.


Dika yang dengan semangat langsung merangkul Irena, kini mereka saling bertatapan. Saat itu juga Ibrahim langsung mengambil sesi foto mereka tanpa aba-aba.


"Cekrekk .."


Irena buru-buru melepaskan pelukan Dika dan memberikan senyum terpaksa kepada Ibrahim, karna ingin menghargainya.


.


.


.


*semakin banyak like, semakin banyak komen, semakin banyak vote, semakin sering update*

__ADS_1


__ADS_2