
Segalanya berjalan dengan lancar. Tak ada rotan, akar pun jadi. "Pembalasan harus lanjut terus sampai mereka hancur dan merasakan sakit seperti yang aku rasakan." Rebecca terus bergumam dalam hatinya.
Rebecca tetaplah Rebecca yang selalu saja terobsesi dengan suami Irena, Andika Mahesa. Tapi kali ini tidak untuk merebutnya kembali. Apapun akan ia lakukan untuk menghancurkan rumah tangga mereka.
******
"Kamu yakin sayang pergi dinner dengan mereka?" Dika masih ragu untuk pergi.
"Yakin dong, Mas. Kenapa sih? Dari semalam itu terus yang kamu tanya." Jawab Irena.
"Mas takut aja dia bakalan ngelakuin hal gila yang tak terduga. Bisa saja kan dia mencelakai kamu seperti dulu. Mas gak mau kamu dan bayi kita kenapa-kenapa, sayang.
"Jangan suudzon gitu. Mungkin saja ada niat baik dari Rebecca. Kita lihat saja nanti."
"Lagian kamu takut aku kenapa-kenapa, kan ada kamu disamping aku. Jadi apa yang harus dikhawatirkan." Ucap Irena meyakinkan membuat Dika sedikit lebih tenang.
"Oke, baiklah kalau kamu yakin. Aku bersyukur banget loh, punya istri yang baik hati dan pemaaf seperti kamu."
"Hemm ... Peres deh. Mulai kumat deh." Canda Irena.
"Kamu siap-siap juga dong. Pakaian kamu udah aku siapkan. Aku letak ditempat tidur."
Mereka berdua bersiap-siap untuk dinner bertemu dengan Rebecca. Sejauh ini tidak ada rasa curiga dipikiran Irena, ia merasa yakin Rebecca sudah benar-benar berubah pikirnya.
"Gimana Mas? Aku cocok gak sih pakai baju ini? Kelihatan gemuk banget kayaknya ya, soalnya semenjak hamil berat badanku udah naik lima kilo loh. Pipinya juga nih, semakin bengkak aja."
"Gimana dong, Mas?" Dika tak kunjung menjawab karna terlalu asyik memperhatikan penampilan istrinya yang tampak lebih semok dibandingkan sebelumnya.
__ADS_1
"Mas .. "
"Mas ... "
"Kamu dengar aku kan?"
"MAS!!! MAS DIKAAAAAA!!!" Teriak Irena.
"E-iya maaf, sayang. Mas pangling lihat kamu, jadinya otak Mas Travelling kemana-mana."
"Bagus kok, cakep dong istri Mas. Pakai apa aja kamu cantik kok. Cuma ya gitu ..." Ucapan Dika terhenti.
"Gitu gimana? Jangan buat kesal dong, Mas. Ihhhh!!! Bicara setengah-setengah."
Bibir Dika mendekat ke telinga Irena, kemudian berbisik "Kamu semakin sexy, buat Mas semakin bergairah."
"Semenjak kenal Rebecca, otak kamu mesum terus ya. Bahkan saat aku udah kembali sama kamu, masih juga seperti itu. Awas aja kamu ya, Mas." Ucap Irena bercanda.
Dika hanya terkekeh kuat, lalu berlari pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
*****
"Bryan ..." Seseorang menyapa memanggil nama Bryan.
"Jhonatan?" Ucap Bryan.
"Haii, Bro. Apa kabar? Sehat kan? Kok udah di Indo aja. Aku kira masih di Jerman loh, ngurusin perusahan keluargamu." Ucap Jhonatan.
__ADS_1
"Enggak dong, kan aku juga ada usaha disini. Gak bisa dong, ditinggalin gitu aja." Jawab Bryan.
"Iya sih."
"Loh, udah stay disini? Dari kapan? Diam-diam aja nih gak ngabarin, tau gitu kita kan bisa ketemuan dari kemarin-kemarin. Sambil ngopi ya kan di Cafe ku." Ucap Bryan.
"Belum lah, masih bolak balik juga sih ke Jerman. Biasalah ada urusan."
"Urusan apaan? Palingan juga urusan cewek. Kayak aku gatau perjalanan hidupmu aja." Kata Bryan.
"Wah, tapi kali ini beda Bro. Ini lebih penting dari segalanya. Beneran, serius. She's so perfect. Dan kami juga akan segera menikah satu minggu lagi. Jadi ya gitu, lebih banyak habisin waktu disini untuk persiapkan semuanya."
"Nanti deh aku kenalin. Sebentar ya, dia lagi ke toilet. Biasalah ya cewek." Ucap Jhonatan.
Bryan terkekeh bahagia mendengarnya. Mereka berdua sudah lama saling kenal saat kuliah di Jerman dulu. Tapi Jhonatan lebih memilih meneruskan warisan perusahaan orang tuanya dari pada harus merintis segalanya dari bawah, berbeda dengan Bryan. Segalanya ia rintis dari bawah. Tapi bukan berarti Jhonatan lelaki yang tidak mandiri, ia bertindak seperti itu karena kedua orang tuanya sudah meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat.
Usaha yang ia miliki bukan hanya berada di Jerman saja, di Indonesia juga ada di beberapa kota. Karna kedatangannya yang sering bolak balik ke Indonesia, disitulah ia bertemu dengan Rebecca yang saat itu bekerja di kantor miliknya. Tapi karna mereka akan menikah, Jhonatan meminta Rebecca untuk resign dan tetap stay dirumah dengan fasilitas-fasilitas luar biasa yang sudah dipersiapkan oleh Jhonatan.
.
.
.
HOHOHOOO!!
Semakin seru aja nih ya kan, Readers 😜
__ADS_1
Makanya itu, jangan bosan-bosan terus kasih dukungan ke Othor ya. Biar makin semangat lanjutin next episode nya 😘