Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 30


__ADS_3

"Jemputan kita sepertinya sudah datang? Barang-barang kamu udah aku suruh bawa tadi, Yuk!" ucap Dika sembari menarik tangan Irena.


"Ha? Yakin semua barang sudah kamu bawa semua? Gak ada yang tersisa kan?" tanya Irena.


"Hemm?? Sepertinya ada sih, sisa-sisa percintaan kita tadi pagi yg masih belum diselesaikan. Tapi nggak papa, masih banyak waktu juga kan. Kapan ada bisalah" goda Dika memeluk tubuh sang istri.


Deg!


Jantung Irena berdetak kencang "Ya Allah bisa mati berdiri nih kalau jantung terus-terusan berdetak kencang"


"Sebentar, aku ambil tas dulu sekalian mau ke kamar mandi sebentar, kebelet pipis" Irena melepaskan pelukan Dika dan berbalik mengambil tasnya.


Cuma alasan doang mau ke kamar mandi, padahal takut ketahuan pipinya yang lagi merah merona.


Irena mencoba merilekskan diri sebaik mungkin, biar gak terlalu kelihatan tegang didepan Dika. Tak lama Irena keluar dan mereka bergegas menuju mobil.


Didalam mobil, Irena masih tampak malu. Sementara Dika tampak santai dan bersemangat untuk memulai honeymoon mereka dengan memakai kacamata hitam yang membuat dirinya semakin terlihat begitu mempesona.


Irena melirik Dika "K-kita mau kemana?"


Dengan spontan Dika menjawab "Honeymoon dong istriku, meluangkan waktu berdua sama kamu"


"Honeymoon? Duhh maksud aku tujuan kita kemana loh? Isshh!"


Dika terkekeh "Ya adalah ke sesuatu tempat, yang pastinya sekarang kita ke bandara dulu. Nanti kamu juga bakalan tau. Surprise"


Irena menggeram kesal mendengar jawaban Dika. Ia melipat tangannya dan ikut memakai kaca miliknya juga.


****


Setibanya sampai di bandara, Irena melihat Hanum dan juga mertuanya sedang berdiri menunggu kedatangan mereka.


"Ibu? Irena rindu sekali dengan Ibu?" ucap Irena memeluk Hanum.


"Kania? Dimana Bu?" tanya Irena.


"Oh dia lagi banyak kerjaan, gak bisa ditinggal katanya. Tapi dia titip salam untuk kamu kok. Dan ini dia juga memberikan kamu hadiah untuk disana katanya. Dan ini juga kopi sama roti buat kalian berdua. Ibu tau kalian pasti gak sempat membeli pasti karna pasti lagi sibuk... Emm Emm"


"Ah, sudahlah! ini pegang dong, masak Ibu terus yang pegangin, kan pegal tangan Ibu HEHEHE"

__ADS_1


"Ibu bisa aja" Irena terkekeh.


"Cantik sekali menantu ku ini" puji Rina mertuanya sembari memeluk Irena.


Irena tersipu malu dan menyalami Rina "E-ibu"


Terdengar suara dari belakang "iya dong, istri Dika pasti cantik dong. Gak salah pilih jodoh ternyata Ibu ya, terima kasih ya Bu" ucap Dika.


"Ih kamu ngagetin aja, bukannya salam dan peluk Ibu. Malah istrinya yg digandeng terus, takut banget hilang ya HAHAHAA"


Semua terkekeh mendengarnya.


"Sudah siap semua? " tanya Hanum.


Dika kembali memegangi tangan Irena untuk bergegas masuk kedalam bandara, sementara Rina sibuk mencari sesuatu didalam tasnya.


"Dika Dika kesini sebentar Nak" teriak Rina.


"Ibu cari apa Bu?" tanya Dika.


"Oh ini Ibu lagi cari ... sebentar ya kamu jangan pergi dulu"


"Nah ini dia"


"Ish kamu! Ini obat kuat loh, jangan protes. Udah simpan ini, nanti tau istrimu jadi buat dia ragu sama kamu"


Dika tersenyum heran "Wah sama anak sendiri gak percaya ya, Dika udah kuat loh Bu"


"Sudah sudah pergi sana, nanti kelamaan kalian bisa ketinggalan pesawat"


Irena yang masih berdiri membelakangi mereka, masih asyik berbicara dengan Ibunya untuk melepas segala kerinduannya saat pergi nanti.


"Ibu jaga kesehatan ya Bu, jangan suka marah-marah loh. Kalau tensinya naik, Irena khawatir disana nanti" ucap Irena.


"Enggak dong, Ibu udah bahagia sekarang melihat kamu sudah menikah. Tapi Ibu lebih senang lagi kalau kalian pulang nanti, sudah bawak dedek"


"Yaah Ibu, jangan gitu dong. Besar banget harapannya, jangan bahas itu deh"


"Ibu tau dan mengerti apa yang kamu rasakan, tapi kamu juga harus bahagia. Kamu lanjutkan hidup kamu, Dika itu suami yang baik, percayalah Nak. Jangan ragukan dia, jangan kecewakan dia ya"

__ADS_1


"Ibuuu ... Hikss hiksss" Irena menangis di pelukan Ibunya.


"Ko nangis? Kamu gak bisa pisah dari Ibu ya? Atau kamu mau Ibu ikut sama kita? Nggak papa, aku bisa urus semuanya" ucap Dika.


"E--nggak nak, baik-baik aja semua kok. Kalian have fun aja disana. Kami yang tua-tua disini aja, ya kan Jeng?" jawab Hanum.


Hanum berbisik kepada Dika "biasalah Irena memang suka baperan anaknya HEHEHE. Kamu harus banyak bersabar, okey!"


"Insha Allah Bu, saya siap lahir dan batin menghadapi istri saya ini" ucap Dika sembari menarik tubuh Irena kesamping dan beralih memeluk pinggangnya.


"Uhh sweet banget sih menantuku" puji Hanum.


"Hehehe, sepertinya kami harus pergi sekarang nih. Yuk sayang" ucap Dika mengajak Irena.


Mereka bergantian menyalami dan memeluk Ibu-ibu mereka.


Mereka berbalik arah masuk ke bandar, tetapi sebelum berbalik Dika berbisik "Bu, terima kasih ya wejangannya, ini pasti tokcer banget nih"


Irena yang merasa penasaran mencoba tidak menghiraukan kelakuan suaminya itu.


"See you , have fun ya sayang-sayangku. Pulang pulang bawak dedek yaa untuk kami" teriak Hanum dan Rina berbarengan.


Irena yang mendengar teriakan mereka, menahan malu dengan cara menuruti wajahnya dengan hijabnya.


"Duh apaan sih, malu didengar orang tuh" ucap Irena kepada Dika.


"Sudahlah, namanya juga orang tua. Kan bisa jadi doa juga buat kita apa yang mereka ucapkan, tinggal kitanya aja nih yang harus lebih lebih ekstra mengumpulkan kekuatan" goda Dika.


"Kekuatan? Superhero kali" kekeh Irena.


"Sini jangan jauh-jauh, aku gak mau ada pria lain yang melihat istriku dengan tatapan-tatapan jahat mereka" ucap Dika menarik tangan Irena dan menggenggamnya erat.


Irena yang terkejut hanya bisa menuruti apa yang diinginkan suaminya. Kembali jantungnya berdetak kencang, tapi ia berhasil menenangkannya. Dan kali ini ia merasa nyaman dengan genggaman itu.


.


.


.

__ADS_1


.


"


__ADS_2