
"Apa isinya?" tanya Irena penasaran.
Dika mengangkat ****** ***** dan menunjukkan kepada Irena.
"HAHHAHAHAAA!" Irena terkekeh keras.
"Itu kenapa ada belalainya?" sembari menunjuk ke arah ****** ***** itu.
Dika mengerutkan dahi dan heran sembari membalikkan celana bagian depan ke arahnya.
"BELALAI? HA!?"
Bola matanya membesar saat melihat memang benar di bagian depan celana ada belalainya. Pipinya berubah warna menjadi merah karena malu. Ia pernah mendengar ada model ****** ***** seperti itu, tapi sedari dulu hingga sekarang ia gak pernah merasa pernah memilikinya. Jangankan memiliki, melihat saja gak pernah.
"Kenapa isi didalam koper begini ya? Hanya ada dua boxer disini, inipun gak panjang, pendek sekali sama seperti ****** *****", ucap Dika heran.
Dan untung saja ada beberapa kaos polos, jadi ia sedikit bisa bernafas lega. Karna memang kalau tidur Dika sudah terbiasa memakai boxer dan bertelanjang dada, itu kalau saat dirinya merasa begitu lelah. Tak mungkin ditempat dingin seperti ini ia tidak memakai kaos, bisa mati kedinginan pikirnya .
"Jadi gimana dong?", tanya Irena.
Dika menghembuskan napasnya. "Ya mau gimana lagi? Pakai yang ada ajalah."
__ADS_1
Semua baju tampak kelihatan bagus, hanya saja terlihat se xi dan menggoda. Tapi itu bukan masalah juga, karna mereka sudah suami istri tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan, toh mereka juga sudah pernah melihat satu sama lain saat di hotel sebelumnya, pikir mereka yang sepakat untuk memakai itu semua.
Irena membereskan isi koper-koper itu semua, ia menahan tawanya saat membereskan barang milik Dika.
Dika mulai mandi duluan dan sudah siap. Ia berganti baju dengan kaos putih polos dan celana boxer abu-abu. Tubuh yang tampak begitu kekar dan menggoda terlihat oleh Irena.
Irena yang melihatnya langsung menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan diri dari pikiran-pikiran mesum yang mulai menggerayanginya.
Dika merebahkan dirinya diatas kasur, mengambil handphone dan mengecek apakah ada sesuatu yang penting didalam sana.
"Kamu gak mandi? Jangan lupa handuknya lagi ya. Kebiasaan kamu tuh" ucap Dika.
Setelah selesai merapikan barang-barang semua ketempat yang seharusnya, Irena langsung bergegas mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Tidak lupa ia juga langsung mengunci kamar mandi, takut tiba-tiba Dika masuk kedalam. Padahal tidak masalah juga kalau suaminya itu ikut masuk pikirnya HAHAHA!
...****************...
Dika tertegun melihat Irena keluar dari kamar mandi. Istrinya tampak begitu menggoda menggunakan lingerie hitam yang membuat kulit mulus putihnya kelihatan begitu bercahaya.
Lingerie pemberian Kania adiknya. Walaupun Irena berusaha keras menutupi tubuhnya dari suaminya. Namun tetap saja tak bisa.
Irena berjalan malu-malu menuju tempat tidur.
__ADS_1
Tapi malam ini naluri layaknya seorang lelaki normal mulai menghampiri Dika. Kini bukan pikiran mesum lagi, melainkan ingin langsung menyantapnya, seperti singa kelaparan dikasih daging segar.
Ingin sesegera mungkin bekerja sebagaimana mestinya. Ia tatap lekat istrinya yang terlihat begitu cantik dan bangun menghampiri istrinya. Menarik tangan Irena dan melekatkan tangan nya di pinggang istrinya itu. Ia tatap kembali wajahnya, dan mulai menyentuh pipinya hingga akhirnya ia dekatkan bibirnya ke bibir tipis milik istrinya.
Mata Irena terbelalak, jantungnya berdetak sangat kencang merasakan perbuatan tak terduga yang dilakukan suaminya tiba-tiba. Ini bukan perbuatan yang dilarang juga kan, apalagi kami lagi honeymoon pikirnya.
.
.
.
Haloo Readers!
Pada tegang-tegang amat sih bacanya, rileks sedikit dong, udah pada ngopi belum? HEHEHE
Oh iya, BTW ...
"Setelah episode sebelumnya udah pernah dibuat adegan 21+, kira-kira menurut kalian perlu dibuat lagi gak ya? Dibuat secara Detail atau Sekilas? Jujur aku rada-rada takut nih! Taulah ya takut kenapa. Othor perlu saran dan masukan dari para Readers semua nih!!"
*makin banyak like, makin banyak vote, makin banyak komen, semakin sering update*
__ADS_1