
"Irena sayang. Ibu khawatir sekali. Kamu kenapa bisa jadi begini sih? Astaghfirullah, Ren." Kata Ibu Irena saat membuka pintu kamar inap kemudian berjalan cepat menuju Irena penuh dengan kekhawatiran.
"Sudah Bu, Irena sudah baik-baik saja. Hanya kelelahan sedikit saja." jawab Irena dengan suara pelan.
"Gak usah belagak kuat kamu, Ibu juga udah tau kenapa kamu bisa seperti ini. Bryan tadi nelpon Ibu. Dia sudah cerita semuanya. Bisa-bisanya calon mantan menantu Ibu seperti itu, gak kasihan apa sama cucu Ibu yang satu ini." Ucap Ibu Irena sembari mengelus perut Irena.
"Hemmm ..." Irena gak mau melanjutkan pembicaraan tentang Dika.
"Sepertinya Irena sudah bisa pulang Bu, Ibu bantu Irena ya bawa tas Irena."
"Yakin kamu udah kuat? Kalau masih lemas tunggu besok aja biar badan kamu lebih fit lagi."
"Aman Bu, jangan terlalu khawatir. Semua udah baik-baik saja. Lagian kerjaan dikantor masih banyak yang belum selesai, Irena gak mau nanti orang dikntor mikirnya Irena bermalas-malasan padahal masih anak baru."
"Yaudalah, kamu memang keras kepala. Percuma juga Ibu merayu kamu, jangankan untuk menang, seri aja susah, hemm."
"Sini, Ibu bantu kamu berdiri."
"E-iya Bu .." jawab Irena.
*****
"Kamu?" ucap Bryan saat menunggu dan melihat Irena sudah berada di lift kantor pagi ini.
"E-iya, Pak. Saya sudah sehat." jawab Irena.
"Oh, iya iya. Sudah sehat ya. Baguslah. Jadi saya gak perlu repot-repot nyuruh orang lain untuk beresin kerjaan kamu yang belum kelar."
Irena hanya membalas ucapan Bryan dengan senyuman dan anggukan.
Pintu lift berbunyi kemudian terbuka dan kini mereka masuk kedalam ruangan kerja masing-masing.
__ADS_1
"Sial!!! Kenapa aku harus seketus itu sama dia. Bodoh banget Bryan, bodoh banget." Bryan menggerutu dan menghentakkan badannya saat duduk dikursi kerjanya.
"Selow Bryan selow!! Stay calm, Bro. Irena masih sah istri orang. Jangan coba-coba jadi pebinor. Kita awasi aja terus, siapa tau ada celah ya Alhamdulillah." ucap Bryan dalam hati yang masih sedikit kesal.
"Kringgg ..."
"Kringgg ..."
"Kringgg ..."
"Ya, Halloo ..."
"Baru juga dipikirin, udah langsung nelpon aja nih orang. Udah kayak ngebatin aja." gumam Bryan dalam hati.
"E-iya ada apa? Oke bawa saja ke ruangan saya sekarang."
Dika langsung menutup telpon dari Irena. Dengan cepat dia langsung mengambil sisir dari laci mejanya dan berkaca untuk membenarkan rambut yang padahal masih terlihat sangat rapi. Tidak ketinggalan juga ia menyemprotkan minyak wangi andalannya.
"Tok..."
"Tok..."
"Tok..."
Suara ketukan pintu pertanda Irena sudah datang.
"Ya, masuk." ucap Bryan dengan gaya cool nya yang ia kira itu adalah Irena, ternyata ....
"Arrghh!! Astaga aku kira siapa." Kita Bryan lesu.
"Kenapa sih, Bro. Emang ada yang salah aku datang?"
__ADS_1
"Engg-gak gak ada yang salah. Cuma aku kira tamu penting."
"Astagaa, ayolah. Aku juga penting kali, Bro. Kita itu udah seperti lebah dan madu gak mungkin bisa terpisahkan ngerti gak." Rayu Roy sahabat Dika.
"Apaan sih? Garing banget!! Uwekk!!" Balas Bryan.
"Maaf Pak, saya telat. Tadi ada urusan bentar ke ruangan yang lain. Ini berkasnya, Pak."
Semua mata tertuju dengan kedatangan Irena. Bryan masih menampilkan wajah stay cool nya, sementara sahabatnya Roy mulai menerka-nerka dengan pemikirannya.
"Terima kasih, Pak."
"Iya, silahkan kamu bisa lanjutin kerjaan kamu." Jawab Bryan.
"Oh oh oh ... Jadi maksudnya tamu penting itu wanita itu, Bro?"
"Astagaa, Bryann!!! Haloo, sadar Bro sadarr!! Udah mulai menjurus kemana-mana nih kayaknya. Sepertinya perlu di ruqyah sahabat kita satu ini. Eummm .." Ucap Roy menggelengkan kepalanya.
"Wanita itu bukannya yang lagi pada heboh di gosipin sama orang-orang kantor ya? Wahh, gosipnya bro hot banget tau gak. Lo udah dengar?" Ucap Roy dengan serius membuat Bryan begitu sangat penasaran.
.
.
.
"Wah kalau udah bicara yang Hot Hot, waduhh sehot apa sih?" Othor pun juga jadi ikut penasaran hingga jiwa kepo Othor langsung meronta-ronta HAHAHAHAA 😂😂
Haloo Readers tercintahhh 😘
Like coment dan hadiah buat Othor jangan lupa loh yaaa 💙
__ADS_1