Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 64


__ADS_3

"Kenapa aku terus memikirkan kata-kata Rebecca ya? Kenapa ia begitu membenciku? Sebesar apa cintanya pada Dika? Tiba-tiba perasaanku jadi gak enak. Bagaimana kalau ia benar-benar serius dengan ancamannya itu? Apa yang akan dilakukannya?" batin Irena mulai gelisah.


Langit mulai mendung, rintikan hujan yang perlahan jatuh satu persatu kini membasahi jalanan kota. "Sayang, kamu dimana?" teriak Dika mencari keberadaan istrinya.


"Ya, mas. Aku disini." seru Irena merapatkan kedua tangannya.


"Ya ampun kamu disini?" Dika menarik Irena menjauh dari jendela dan menutupnya.


"Kamu kenapa sayang? Melamun? Pasti ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan. Bilang aja sama mas." desak Dika menatap lekat Irena.


"Aku bertemu dengan Rebecca pas lagi belik martabak manis tadi, mas. Eumm ... Rebecca yang tiba-tiba aja datang nyamperin mas." jawab Irena.


Irena gak mau menoleh ke arah Dika karna Dika pernah bilang matanya ibarat seperti jendela yang terbuka lebar. Dika pasti tau jika ada masalah yang mengganggunya.


"Sayang ..." raut wajah Dika berubah kesal. Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya kemudian memandang Irena lama.


"Shirena Indira!" suara Dika setengah memekik memanggil Irena yang entah sudah berapa kali.


Irena tersadar dari lamunannya, ia seperti dicekam rasa khawatir dan ketakutan.


"Ada apa sebenarnya? Apa Mas Dika mengulangi kesalahannya lagi?" batinnya meronta.

__ADS_1


"Mas ..." Irena menyentuh punggung tangan suaminya.


Dika menoleh ke arah Irena, matanya memandang cemas istrinya. Namun tak lama kemudian berubah menjadi senyum yang menenangkan Irena.


"O-iya tadi kamu beli martabak manis kan? Mas tadi mau nanyak itu. Bisa kamu ambilkan untuk mas?" tanya Dika tersenyum.


"Dipanasin dulu ya sayang, mas gak suka kalau dingin." lanjut Dika sebelum Irena keluar kamar.


Irena mengambil beberapa potong martabak manis dan meletakkan ke piring kemudian memasukkannya kedalam microwave. Sambil menunggu, Irene membuat dua cangkir kopi panas.


Setelah beberapa menit terdengar bunyi beep dari microwave. Ia angkat keluar piring itu kemudian meletakkannya ke atas nampan bersama dengan kopi panas. Kemudian ia membawa nampan itu ke dalam kamar.


Saat sampai didepan kamar, Irena kesulitan membuka pintu karna membawa nampan. Ia hanya berhasil membuka pintu sedikit. Hanya sedikit celah, langkahnya terhenti saat mendengar percakapan Dika ditelepon dengan seseorang.


Irena masuk kekamar, mendorong pintu dengan bahunya kemudian menutupnya kembali dengan cara yang sama.


Dika yang tau kedatangan Irena, menoleh kearahnya. Kemudian lanjut berbicara lagi ditelpon. "Yasudah, kalau ada perkembangan tolong laporkan semuanya padaku."


"Hemm .. Baunya enak banget!" Dika mengambil alih nampan yang dibawa Irena kemudian meletakkannya ke atas meja kecil dekat tempat tidur mereka.


Dika mengambil sepotong martabak manis dan memakannya dengan lahap. Setelah itu ia seruput sedikit kopi panas buatan istrinya.

__ADS_1


Irena memandang kelakuan suaminya itu dengan senyuman manis. Dika seperti orang kelaparan, padahal mereka baru saja selesai makan malam.


"Sini sayang." pinta Dika kemudian meraih tangan Irena dan mendudukkan Irena ke pangkuannya.


Irena melingkarkan sebelah lengannya ke bahu Dika. "Kamu nelpon siapa sih? Sampai sebegitu emosinya." tanya Irena penasaran.


"Oh itu, iya ada sedikit masalah dikantor. Tapi ya semua udah diatasi kok, kamu gak perlu khawatir lah." jawab Dika yang mengambil lagi potongan martabak manis itu, menggigitnya lalu tiba-tiba menyuapkan ke mulut Irena dengan mulutnya.


Irena refleks terkejut, banyak hal-hal aneh yang Dika lakukan akhir-akhir ini. Tapi yang ia tau itu bukan hal yang aneh, melainkan hal yang romantis.


Ia menelan potongan martabak itu dengan susah payah. Jantungnya berdebar kencang karna Dika menatapnya dengan mesra. Dika meletakkan garpu yang ia pegang kemudian memeluk pinggang Irena dengan sebelah tangannya. Tangan yang sebelah lagi meraih tengkuk Irena agar wajah Irena dekat dengannya hingga ia berhasil ******* habis bibir istrinya itu dengan sedikit liar.


"It's show time ..." batin Irena mengerang.


.


.


.


*Hayoo yang belum ngerti beginian mending menyingkir dulu deh 😂😂😂😂

__ADS_1


Lanjut gak nih? Lanjut gak? wkwkkk


__ADS_2