Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 75


__ADS_3

"Gosip apaan? Kau ngarang aja. Percaya banget sama gosip murahan. Gak penting juga lah." Ucap Bryan yang sebenarnya masih penasaran tapi mencoba untuk tidak mengakuinya.


"Yahh sok-sokan gak mau tau lagi. Ya gosipin kalian lah. Katanya kau yang nganterin wanita itu ke rumah sakit terus ketemu sama suaminya. Pakai acara ribut segala lagi kalian katanya ya?"


"Irena namanya, punya nama dia." Ketus Bryan.


"HAHAHAA iya iya. Ada apa sih sebenarnya, Bro? Tumben aku gak tau masalah mu? Kenapa sih? Jangan buat aku penasaran deh!!"


"Alahh, gaya banget sih! Udah ahh lagi banyak kerjaan aku nih. Gak penting juga ngebahasnya. Lagian gosip murahan kok masih ada aja yang percaya."


"Yakin gosip murahan? Apa iya? Kalau aku sih, No!!" Balas Roy sembari meninggalkan ruangan kerja Bryan.


Bryan menggelengkan kepalanya, mengerutkan dahi dan mulai merenungkan tentang gosip yang sudah menyebar di sekitar area kantornya. Tapi seketika juga ia langsung menepis pikiran buruk yang menghantuinya dan melanjutkan kembali kerjaan diatas mejanya yang sangat siap untuk segera dikerjakan.


*****


"Mas, aku mau bicara sama kamu. Setelah aku pulang kerja kita ketemu. Nanti aku shareloct dimana tempatnya." Irena mengirim pesan whatsapp ke Dika.


Dika yang saat ini masih meeting , belum juga membalas pesan whatsapp dari Irena. Karna ia men-silent kan handphonenya.


Setelah beberapa jam meeting, akhirnya selesai. Jam menunjukkan pukul lima sore. Ia genggam handphonenya tanpa melihat ke layar handphone miliknya, kemudian kembali keruangan kerja mengambil barang-barang yang masih tertinggal disana untuk dibawa pulang.


Saat menuju ruang kerja, sudah ada Rebecca tengah duduk manis menunggu dengan santai dikursi kerjanya.


"Kenapa kamu bisa masuk kesini? Aku sudah tidak mau melihat kehadiranmu di hidupku bahkan wajah psycho mu itu." Ucap Dika geram.

__ADS_1


Rebecca membalas ucapan Dika dengan senyuman dan tawa kecil.


"HAHAHAA ...."


"Yakin kamu bisa seperti itu? Coba deh ingat-ingat masa-masa bahagia kita? Yakin gak menyesal? Semudah itukah kamu menyerah, Mr Dika." Rebecca berjalan menuju arah Dika kemudian membelai dada tegap berotot milik Dika yang sangat ia sukai yang dulunya bisa membuat mereka menjadi bergairah satu sama lain.


Tapi kali ini pilihan Rebecca salah, Dika malah semakin tersulut emosi. Menghempaskan jauh-jauh tangan binal itu dari tubuhnya.


"Aku minta kamu pergi sekarang juga sebelum aku meminta satpam untuk mengusir mu. Kau memang wanita tidak tau malu. Sudah banyak kebohongan yang kau lakukan, seharusnya kau sadar. Aku gak akan terpengaruh lagi dengan semua tipuan licik mu itu." Ucap Dika marah.


"Wow!! Semakin galak aja pria satu ini membuat aku semakin untuk terus bersemangat untuk mendapatkan kamu lagi, sayang" Balas Rebecca.


"Oke baiklah, aku pergi. Tapi kamu juga pasti tau kan harus mencari aku dimana. Call me baby, soon." Kata Rebecca yang sifatnya semakin liar.


Dika mencoba menahan emosinya, masih berusaha menahan kepalan tangan yang siap ingin melayang ke wajah Rebecca sebelum ia pergi dari hadapannya.


"Oh my God!! Ada pesan dari Irena. Kenapa aku gak ngecek dari tadi. Ini semua gara-gara wanita sialan itu, selalu saja mengacaukan semuanya."


Dika buru-buru langsung menuju parkiran basement kantor dan melajukan mobilnya cepat ketempat yang telah di shareloct oleh Irena.


*****


"Maaf kamu menunggu lama, sayang. Mas baru selesai meeting, gak sempat mengecek handphone. Saat tau kamu mengirimkan whatsapp, Mas langsung kesini. Maaf."


"Sudahlah tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah datang." Jawab Irena.

__ADS_1


"Mengenai perceraian kita, aku sudah memikirkannya."


Detakan jantung Dika berdebar-debar tak karuan, ia berharap tidak ada hal buruk yang akan disampaikan istrinya.


"Mulai besok aku akan kembali pulang kerumah kita dan mengizinkan Mas untuk tinggal bersama. Tapi dengan satu syarat yang harus Mas setujui."


Detakan jantung yang tadinya berdebar kini berubah menjadi lebih tenang.


"Apa itu sayang? Mas pasti akan menyetujuinya. Mendengar hal ini saja Mas sudah sangat bahagia."


"Setelah aku melahirkan anak ku, aku ingin Mas ceraikan aku. Tidak ada alasan apapun atau cara apapun bagi Mas untuk tidak menyetujuinya. Semua ini karna aku masih memikirkan anakku yang ada didalam perutku, aku gak mau kehamilan ku kedepannya terus bermasalah setiap kali menghadapi Mas. Dan aku minta tolong Mas juga harus jauhkan hidup ku dari wanita selingkuhan Mas itu, Rebecca."


"Untuk Rebecca, Mas akan mengatasinya bagaimanapun caranya itu. Tapi ... untuk perceraian kita, Mas gak mungkin bisa menyetujui nya sayang. Mas gak mau itu terjadi."


"Itu terserah Mas, semua pilihan ada di tangan Mas. Jangan buat aku mengurungkan semua syarat yang sudah aku pikirkan matang-matang, bisa saja detik ini pun bisa terjadi."


"Semua ini aku lakukan untuk anakku. Anakku, bukan anak kita. Mas harus tau itu. Jadi jangan coba-coba mengacaukan semuanya." Tegas Irena.


.


.


.


Hayoo Dika hayooo ...

__ADS_1


Nahloh kasihan kan?


Yaudalah ya , urusan dia lah itu ya 😂😂


__ADS_2