Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 55


__ADS_3

Pagi ini tepatnya sudah 2minggu ia berada dirumah Ibunya. Irena bangun dengan wajah yang ceria. Tampaknya ia mulai bisa menjadi lebih tegar lagi. Cukup sudah baginya menyembunyikan kesedihan dari keluarganya dan menahan buliran air mata yang hampir terjatuh saat berada didekat mereka.


Kini saatnya bangkit membangun kebahagiaan setelah berminggu-minggu menahan sakit dan mengeluarkan air mata.


Irena menyanyikan lantunan lirik lagu dengan suaranya yang bisa membuat sakit gendang telinga siapa saja yang mendengar. Seperi Ibu dan adiknya Kania yang sedang duduk dimeja makan tepat berada dibelakangnya, saat dirinya tengah sibuk memasak sarapan untuk mereka.


Ibunya tersenyum menggelengkan kepala melihat tingkah lucu anaknya dan Kania menutup telinganya dengan kedua tangannya.


"Berisik kak, cempreng banget suara kakak itu kayak kaleng soda yang ditarik di jalanan bikin sakit pendengaran." omel Kania.


"Bilang aja iri." ucap Irena tanpa memperdulikan Kania yang memasang ekspresi orang yang lagi mual.


"Keluar yuk Bu. Yuk dek. Nonton atau kemana gitu lah." ajak Irena.


"Kemana?" tanya Kania dan Ibunya serentak.

__ADS_1


"Ih nanyaknya kompak gitu HAHAHAA" Irena terkekeh.


"Sehabis sholat zuhur kita siap-siap ya."


Masakan Irena telah siap untuk disantap. Ia memasak nasi goreng dengan dua telur dadar untuk dirinya dan bunya, sedangkan telur mata sapi untuk Kania.


Waktu terus berlalu, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan ke Mall. Menghabiskan waktu hingga malam tiba nantinya. Makan siang disana kemudian setelah itu pergi menonton bioskop. Mereka bertiga tampak berbincang ceria yang terlihat dari tawa dan senyum lebar mereka. Hingga akhirnya jam makan malam pun tiba.


"Makan dimana kita?" tanya Irena sambil bergantian melihat ke arah Ibu dan adiknya.


"Fast food aja gimana? Aku lagi pingin makan Pizza dan Spaghetti." ucapan Kania yang mengutarakan keinginannya.


"Ibu yakin? Gak mau pada makan nasi aja nih?" tanya Irena ragu.


"YAKIN DONG!!" ucap Kania dan Ibunya serentak.

__ADS_1


"Oke ladies, let's go ... " teriak kecil gembira Irena.


Mereka bertiga jalan beriringan dan masuk ke salah satu restoran cepat saji yang berlogo atap warna merah. Setelah mendapatkan tempat duduk, salah satu waitress datang menanyakan pesanan. Tempat duduk yang terbuka tanpa pembatas membuat kita bisa melihat sekeliling dengan leluasa. Tanpa sengaja pandangan Irena terarah pada dua pasangan manusia yang sedang lewat kemudian masuk ke salah satu Coffee Shop terkenal tepat diseberang tempat restoran mereka makan.


Irena mengatur nafasnya pelan-pelan yang terasa sesak. Mencoba tetap tersenyum berharap agar tak ada buliran air mata yang jatuh, ia tak ingin Ibu dan adiknya yang sedang tertawa bahagia khawatir dengan dirinya.


Kini Irena sudah mantap dengan keputusan yang ia ambil, tinggal menghubungi mertuanya dan kemudian biarlah mertuanya yang memberitahukan keputusannya kepada anaknya.


Di Mall yang sama tempat dirinya dan keluarganya berjalan-jalan, disitu juga ia melihat suami dan selingkuhannya berjalan dengan raut wajah yang sangat bahagia satu sama lain. Kini masuk dan duduk saling berhadapan di Coffee Shop, tapi masih saling berdiam diri, padahal rencananya Dika mengajak Rebecca bertemu untuk berbicara masalah serius dengan dirinya.


Irena menatap sinis ke arah mereka yang sangat jelas terlihat olehnya. Menghembuskan nafas lelah kemudian bersiap untuk menyantap semua makanan yang ada di meja mereka saat ini.


.


.

__ADS_1


.


*Wahh wahh wahh gak betol juga nih Dika. Istrinya gak ada malah enak-enak sama Rebecca. Duuh kalau Othor ketemu dia di Mall, Othor siram aja tuh pakek saos pizza yang ada didepan Irena. Sini Ren, biar Othor bantu melampiaskan semua arahmu HEHEHEE .. 😂😂😂


__ADS_2