Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 81


__ADS_3

Saat situasi mulai memanas, pagutan yang semakin liar telah mereka lakukan. Seketika itu juga Irena mulai tersadar, dan langsung mengakhirinya. "Maaf Mas, aku harus siap-siap berangkat ke kantor. Ada meeting pagi yang harus aku kejar."


Dika tersenyum nakal melihat sikap malu yang diperlihatkan istrinya saat ini. Bukannya tadi mereka sama-sama mulai menikmati satu sama lain. "Baiklah, mungkin memang benar semua hanya butuh waktu."


"Oke kamu siap-siap, nanti Mas yang akan antar kamu kekantor ya." Ucap Dika.


"Gak usah Mas, aku bisa naik taxi online. Lagi ada banyak promo hari ini, lumayan kan."


"Helooo ... Sejak kapan istri seorang Andika Mahesa tertarik dengan banyaknya promo taxi online? Bukannya kamu gak mengerti dengan yang begituan."


"Ya semenjak negeri api menyerang." Ucap Irena sembari melangkahkan kaki naik keatas dan masuk kedalam kamar.


Dika langsung tercengang dengan jawaban itu.


*****


"Tittt ..."


Irena baru saja tiba dikantornya, sebelum turun dari mobil ia tetap tidak melupakan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri yaitu menyalami tangan suaminya.


"Kamu hati-hati ya. Jangan capek-capek banget. Jaga mochi kita. Nanti pulang kerja Mas jemput kamu."


"Mochi? Emang anak kita kue. Hemm ..."


"Ya gak apa. Kan untuk saat ini dia didalam kayak kue mochi, ngegemesin HEHEHEE."


"Garing banget sih Mas. Udah ahh aku masuk dulu."

__ADS_1


"Oke baiklah, see you sayang."


"Hemm ... Bye ...." Jawab Irena melambaikan tangannya.


"Pagi Ren...." Ucap Bryan yang sudah berada dibelakang Irena.


"E-iya, pagi Pak."


"Kok bapak udah ada disini? Dari tadi apa gimana ya?" Tanya Irena heran.


"Enggak, saya kebetulan aja baru sampai juga. Trus lihat kamu diantar sama suami kamu." Jawab Bryan.


"Selamat ya Ren, semoga kamu bahagia terus setelah kembali dengan suamimu. Saya ikut bahagia kalau kamu bahagia. Saya harap kamu jangan sungkan untuk meminta bantuan saya. Saya akan terus menjaga kamu ya walaupun hanya dari kejauhan."


Seketika suasana jadi hening.


"Permisi, Pak." Irena pergi meninggalkan Bryan dan masuk kedalam lift.


Bryan sedikit lemas melihat tak ada tanggapan apapun dari Irena. "Oh Tuhan, Bryan. Kamu kenapa sih. Terlalu jauh banget bertindak tau gak." Gumam Bryan dalam hatinya yang sedikit merasakan sakit.


*****


"Ren, ada paket nih untuk kamu." Ucap salah satu karyawan kantor.


"Paket? Aku gak merasa ada mesan apapun sih. Dari siapa ya?" Tanya Irena heran.


"Gak tau sih, security tadi kasih ke aku pas kebetulan lewat." Jawabnya.

__ADS_1


"Oh oke, terimakasih ya." Kata Irena.


"Feeling ku sih gak enak kayaknya lihat kotak itu, alias penasaran juga sih HAHAHAA. Oke deh, aku balik dulu ya."


"Ah, kamu buat aku takut aja."


Irena membawa kotak itu keatas meja kerjanya dan melihat sekelilingnya. Tidak ada nama pengirim sama sekali. Hanya kotak biasa berwarna hitam polos. Ia pun mulai ragu tapi penasaran.


Saat mulai membukanya, ia langsung menjerit.


"Aaaaaaaa ....." Teriakan yang sangat kuat membuat Bryan yang saat itu sedang meeting langsung berlari menuju kesana.


Irena melihat sebuah boneka bayi yang rusak seperti ditusuk-tusuk dan berdarah di sekujur tubuhnya. Ada sebuah pesan di selembar kertas bertuliskan, "Semoga Ibu dan bayinya sehat ya. Dan ingat, dijaga baik-baik ya."


Irena langsung terduduk lemas dibawah dan ketakutan. Siapa orang jahat yang tega mengirimkan semua itu padanya.


Bryan yang baru saja tiba, langsung menopang dan memeluk tubuh Irena yang hampir jatuh. "Kamu kenapa? Apa yang terjadi?"


Irena gak sanggup untuk berkata apa-apa. Ia hanya bisa terdiam tanpa menjelaskan apapun. Diluar ruangan, tampak karyawan-karyawan yang ada dikantor melihat semua yang terjadi didalam ruangan Irena saat ini. Mulai dari boneka bayi berdarah dan secarik kertas yang telah diremas-remas oleh Irena.


.


.


.


Wah gawat!! Udah mulai nih kayaknya, wah wahh pada penasaran gak ya? sama Othor juga 😔

__ADS_1


Oke next 😜


__ADS_2