
"Nanti deh aku kenalin. Sebentar ya, dia lagi ke toilet. Biasalah ya cewek." Ucap Jhonatan.
Hal yang tak terduga kalau calon istri yang akan dikenalkan oleh Jhonatan adalah Rebecca, wanita yang selalu saja mencoba menghancurkan rumah tangga Irena yang dicintainya.
Bryan hanya mengetahui nama Rebecca tapi tidak tau bagaimana rupanya.
"Nah itu dia, Bro."
Rebecca datang menghampiri mereka.
"Sayang, kenalkan ini teman kuliahku saat di Jerman. Kebetulan kami ketemu disini." Ucap Jhonatan.
"O-iya, Rebecca." Memperkenalkan diri
"Bryan ..." Jawab Bryan.
"Rebecca? Kenapa nama itu terdengar tidak asing bagiku. Tapi apa dia? Nggak, gak mungkin. Banyak juga kan yang namanya Rebecca di dunia ini." Gumam Bryan.
"Jadi setelah ini mau kemana, Bro? Mau ikut gabung?" Tanya Jhonatan.
"Oh enggak, kebetulan aku lagi nunggu klien juga disini. Next time aku pasti ikutan deh." Jawab Bryan.
"Btw, jangan lupa calling kalau butuh bantuan disini."
"Oke, siip. Siap Pak Bro." Canda Jhonatan.
__ADS_1
Bryan terkekeh. "Aku kesana dulu ya, sepertinya mereka sudah sampai di basement bawah."
"See you next time, lancar acaranya Bro. Jangan lupa ngundang-ngundang." Ucap Bryan sembari bersalaman kemudian berjalan meninggalkan mereka.
Saat hendak turun kebawah menuju lift, mata Bryan tertuju pada seseorang yang tampak tak asing baginya.
"Irena?" Gumamnya.
Setelah sekian lama tidak berjumpa dengan Irena semenjak dirinya merasa hancur tersakiti oleh ucapan yang dulu pernah Irena ucapkan, akhirnya mereka pun bertemu kembali dengan cara yang tak terduga. Padahal Bryan berusaha sebisa mungkin untuk tidak berjumpa lagi dengannya untuk sementara waktu.
Bryan memandang serius ada sesuatu yang tampak berbeda dengan wanita itu, perutnya tampak terlihat membesar.
"Semakin cantik, benar-benar cocok kamu jadi Ibu, Ren." Gumamnya lagi.
"Tinggg ..." Pintu lift terbuka.
*****
Irena dan Dika tiba didalam. Mereka melihat sekeliling dan mencari dimana Rebecca dan Jhonatan duduk. Tak sulit untuk menemukan meja mereka, hanya dengan pandangan lurus kedepan sudah bisa langsung melihat keberadaan mereka.
"Silahkan duduk, Ren." Ucap Rebecca.
"E-iya, terimakasih." Balas Irena.
"Terimakasih ya Ren, Dik. Kalian sudah mau datang."
__ADS_1
"Kayaknya lebih bagus kita pesan makanan dulu deh ya, soalnya udah pada lapar pastinya semua."
Rebecca memanggil salah satu waiters untuk memesan makanan dan setelah itu memulai pembicaraan.
"Begini, Ren. Aku mau minta maaf atas kesalahan yang dulu pernah aku lakuin ke kalian. Aku benar-benar minta maaf untuk semuanya. Aku harap kalian mau memaafkan aku. Karna aku sadar, gak mungkin aku terus hidup seperti ini."
"Apalagi semenjak aku ketemu Jhonatan, aku merasa jauh lebih baik lagi. Aku jadi sadar. Dan Jhonatan juga sudah tau semua tentang aku dan kalian kok. Ya Alhamdulillah, dia bisa menerima semuanya." Ucap Rebecca sembari memegang erat tangan Jhonatan.
Dan kini beralih memegang tangan Irena, "Maafin aku ya, Ren. Kalian mau kan maafin aku."
"Iya, Alhamdulillah kalau kamu sudah sadar dan menyesali semuanya. Kami sudah memaafkan kok. Dan kami juga bersyukur banget, akhirnya kamu menemukan pria yang benar-benar tulus mencintai kamu."
"Ya kan, Mas?" Tanya Irena pada Dika yang masih ragu dengan ketulusan Rebecca.
"E-iya, ya kami maafin kamu." Jawab Dika.
"Beruntung banget kamu." Irena merasa excited mendengar apa yang dikatakan Rebecca.
Semua tampak tersenyum bahagia dengan pertemuan malam ini. Dinner yang sangat menyenangkan, hingga membuat mereka saling bercanda dan mengobrol santai. Seakan sudah melupakan dengan apa yang telah terjadi sebelumnya.
.
.
.
__ADS_1
See you next, Readers 😘