Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 99


__ADS_3

"Kamu tidak pantas bersama dengan lelaki yang ada di sampingmu saat ini." Gumam Bryan dalam hatinya menahan emosi dengan mengepal kuat genggaman tangannya.


Kata-kata itu selalu tertanam dalam pikiran Bryan sampai kapanpun. Wanita yang dicintainya gak seharusnya merasakan hal yang sangat menyakitkan seperti ini dalam hidupnya.


Bahkan saat ia pergi menghilang dulu, ia berharap akan ada pelangi setelah hujan yang akan terjadi dalam hidup Irena setelah kepergiannya.


Tapi sepertinya ia dulu mengambil jalan yang salah, sudah saatnya ia harus merebut kembali wanita pujaan hatinya itu dari suami hina seperti Andika Mahesa.


****


"Mas, anak kita dimana Mas?" Tanya Irena yang baru saja tersadar dari tidurnya karna sehabis keluar dari ruang UGD. Masih ada sedikit tersisa rasa sakit setelah selesai menjalani operasi SC saat masa bius nya habis.


Dika gak mampu berkata-kata. Saat ia akan memulai penjelasannya tentang anak mereka. Tiba-tiba salah satu suster dan beberapa petugas masuk. "Halo Pak, Bu. Permisi, Ibu sama bapak bisa melihat bayi nya sebentar, setelah itu bisa dibawa pulang untuk segera dimakamkan."


"Deggg ...." Jantung Irena berdetak sangat kuat, rasanya bak disambar petir di siang bolong. Mulutnya tak mampir berucap, air mata mulai berlinang seakan sudah tak sabar untuk segera membanjiri.


"Anakkuu ... Mereka bohong kan, Mas?"


"Siapa yang akan dimakamkan? Bukan anak kita kan, Mas?"

__ADS_1


"Jawab aku, Mas!!!" Teriak Irena karna Dika sama sekali tak menjawab, ia hanya mematung dengan masih menggendong bayi itu.


"Berikan padaku, aku ingin melihat bayi kita." Paksa Irena.


"Sini Mas, aku ingin melihatnya. Dia pasti sangat cantik seperti aku, ibunya." Irena masih mencoba untuk menghibur dirinya walau ia sudah merasa akan ada penyesalan saat melihat bayi itu.


Dika pun memberikan pada Irena untuk menggendongnya.


Irena dengan sadar melihat dengan jelas, bayi itu terlihat sangat pucat. Seolah tidak siap untuk menerima kenyataan, Irena masih saja tak percaya dengan keadaan anak yang sedang ia peluk dan cium kini sudah tiada.


"Anak kuuu ..."


"Apa Ibu kurang memperhatikan kamu didalam sana, sampai kami tidak mau melihat Ibu mu ini, nak." Tak tertahankan lagi, tangis Irena pun pecah.


"Hiksss ... Hiksss ... Hikss ..."


"Anak kita, Mas. Lihatlah dia sangat pucat sekali, matanya terus tertutup. Ia gak mau melihat kita, Bunda dan Yanda nya."


"Bunda sama Yanda disini nak. Bangun dong. Kehadiran kamu yang selalu kami nantikan, sayang." Irena berucap sembari nangis sesenggukan hingga setiap kata yang ia ucapkan terbata-bata.

__ADS_1


Semua orang yang ada disitu, termasuk Bryan mencoba untuk menahan tangisan. Entah sudah berapa kali tangisan yang mereka keluarkan dari mata mereka.


"Sayang, anak kita sudah tiada. Ini pertemuan terakhir kita dengannya. Kita harus ikhlas dengan apa yang terjadi saat ini, biarkan ini menjadi kenangan dan penolong kita nanti disana." Ucap Dika.


Irena masih saja menangis histeris. Hingga salah seorang suster pun datang, dan langsung menyuntikkan obat penenang ke bagian lengan Irena, hingga akhirnya perlahan Irena kembali tertidur.


"Semua ini salah mu tau gak. Dasar lelaki gila, sama aja dengan wanita selingkuhan mu yang gila itu." Ucap Kania emosi.


"Lebih baik kau tinggalkan saja kakak ku dan kembali lah dengan wanita psycho itu." Kania berucap lagi, tapi kali ini ia langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


Kania yang masih tersulut emosi, sudah tak mau melihat wajah abang iparnya itu. Wajah gila penuh dengan tipuan. Yang ada nanti dia ribut terus, bahkan bisa saja mengeluarkan kata-kata kasar dari mulutnya.


.


.


.


*Haloo, Readers. Maaf banget ya baru on lagi. Biasalah ada urusan yang tak terduga terjadi dalam hidup Othor 2hari ini hehe. Gaya banget sih, Thor Thorr wkwkwk 😂😂

__ADS_1


Insha Allah kedepannya gak akan terjadi lagi seperti ini, Amiin 🙏🙏*


__ADS_2