
**Seperti biasa Othor akan selalu ngingetin 💙
Budidayakan Like dulu setelah membaca tiap episode sebelum kalian lanjut ke next partnya ya 😂😂😂**
*****
Apa kamu benar-benar lembur Mas? atau hanya alasan kamu aja biar lebih lama menikmati waktu berduaan dengan wanita itu?", ucap Irena sembari menangis terisak kecil kemudian berubah menjadi tangisan dan air mata yang terjatuh semakin deras.
Hari ini entah sudah berapa banyak air mata yang Irena keluarkan.
Waktu malam pun tiba untuk saatnya makan. Ia terlihat tak bersemangat. Saat makan ia berulang kali memutar-mutar sendok yang ia pegang. Hanya beberapa suap yang ia santap.
Saat selesai menyantap makanan dan membereskan semua peralatan makan, Irena duduk di ruang TV untuk menonton. Matanya menatap lurus ke depan, tapi pikirannya entah kemana. Hingga saat si Mbok lewat pun tak ia sadari.
"Non Irena, Non ...," panggil si Mbok namun gak ada jawaban. Pandangan Irena masih lurus kedepan.
"Non ...," si Mbok menepuk halus pundak Irena menyadarkan dirinya dalam lamunannya.
"E-iya Mbok, ada apa?" Irena bicara terbata-bata tapi tetap memberikan senyuman agar tak terlihat bahwa dirinya sedang melamun.
__ADS_1
"Tadi ada telepon dari Ibunya Mas Dika, telepon dirumah bunyi terus. Si Mbok bingung apa gak ada orang atau gimana, jadi si Mbok yang angkat Non."
"Ibu nanyakin si Non, si Mbok bilang aja nanti si Mbok suruh Non telepon balik, gak papa kan Non? Non Irena melamun terus si Mbok perhatikan. Baik-baik aja kan Non semuanya?" tanya si Mbok penasaran.
"Oh iya Mbok terima kasih ya, nanti Irena telepon Ibu balik. Gak papa kok, cuma lagi fokus nonton aja jadi gak kedengaran pas si Mbok manggil" jawab Irena.
"Yasudah si Mbok balik kebelakang dulu ya Non, permisi" lanjut si Mbok.
Irena menganggukkan kepalanya sembari memberikan senyumnya.
Irena mengambil handphonenya dan langsung menelepon mertuanya.
"Assalamu'alaikum, Bu" kata Irena.
"E-ngg enggak Bu, Irena terlalu fokus menonton TV jadinya gak dengar ada telepon bunyi, maaf ya Bu."
Irena menundukkan lemas kepalanya. "Mas Dika belum pulang Bu, katanya sih lembur. Belum tau jam berapa pulang jadi Irena disuruh tidur duluan."
"Hemm, yasudah kamu istirahat duluan aja. Gak usah ditunggu Dika pulang. Lagian juga dia udah besar tau jalan ke kamar untuk tidur. Walaupun dia anak kandung Ibu, awas aja kalau sampai dia benar-benar bikin menantu Ibu sedih, Ibu akan hajar dia!" ucap Rina.
__ADS_1
"Jangan begitu Bu, biar bagaimana pun Mas Dika anak kandung Ibu. Kalau ada apa-apa, Irena pasti ceritakan semuanya ke Ibu kok." Kata Irena menenangkan hati Ibu mertuanya.
"Irena balik kekamar dulu ya Bu, mau istirahat. Ibu istirahat juga ya. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam sayang." balas Rina menjawab salam penutup Irena ditelepon.
Irena beranjak melangkah menuju kamarnya saat panggilan telepon dari Ibu mertuanya telah selesai. Ia baringkan tubuhnya yang lemas tak bersemangat. Hatinya yang sedang dilanda rasa gelisah membuat dirinya tak bisa memejamkan matanya apalagi untuk bisa mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Saat ini ia mencoba posisi tidur yang meringkuk membelakangi pintu kamar dengan selimut yang menutupi tubuhnya sebatas dada, namun lagi lagi karna pikiran yang berkelana menambah matanya matanya sulit terpejam.
.
.
.
Duh Non Irena gak bisa tidur ya?
Sini sini Othor Nina bobokin biar bisa tidur, tidur diperlukan Othor sini Ren 😘😘
*Ingat!!
__ADS_1
Like Komen Vote jangan lupa!
Othor maksa kalian terus nih ya 😂😂