Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 135


__ADS_3

Pukul delapan pagi, Vanesha memulai breakfast. Sementara Dika masih bersiap diri dan akan segera menyusul Vanesha.


Dengan langkah anggun dan percaya diri, ia mulai memasuki buffett tersebut. Mengenakan dress bermotif flower dibawah lutut, terlihat sederhana tapi tetap elegan membuatnya tampil sangat cantik. Kehadirannya menarik perhatian orang yang berada disana, diam-diam mencuri pandang pada penampilan sempurnanya.


Dika yang telah selesai, langsung bergegas menemui dirinya. Ia menyadari kedatangan calon suaminya itu, lalu langsung menyambut pria itu.


"Cantik." Batinnya, kemudian melangkahkan kaki menghampiri Vanesha.


"Wow, kenapa cantik banget sih kamu." Bisiknya menggoda.


Wajahnya langsung memerah saat mendapatkan pujian dari Dika. Hati kecilnya berkata sudah seharusnya ia selalu tampil cantik dihadapan pria yang akan menjadi suaminya nanti.


"Vanesha, Gimana? Kalian betah." Tanya Syafa, teman Vanesha pemilik hotel menghampiri mereka.


"Sumpah, hotel kamu benar-benar buat kami betah. Makasih loh udah dikasih diskon, udah ngerepotin kamu juga. Hahaha" Ucap Vanesha membuat Syafa terkekeh.


"Nggak repot kok, tenang aja. Jangan sungkan-sungkan deh ya." Jawabnya.


"Kalau begitu, selamat datang di hotel kami ya Ibu Vanesha dan Bapak Dika Mahendra." Syafa menyambut kembali kedatangan mereka.


Irena dan Bryan yang sedang fokus pada hidangan breakfast mereka, langsung menghentikan kegiatannya saat mendengar nama itu. Nama yang sangat familiar terdengar. Mereka saling menatap dan mengalihkan pandangan ke sumber suara itu.


Waktu seolah berhenti berputar, ikut menyambut pertemuan dua pasangan yang dulu pernah saling mengenal. Mata mereka saling mengunci, menatap lekat yang ada dihadapan mereka.

__ADS_1


Mereka sama-sama terkejut. Bagaimana tidak, ada yang mati-matian bersembunyi untuk menghindar dan ada yang mati-matian ingin melupakan tapi tak pernah bisa.


Dika menatap wajah wanita yang sudah satu tahun lebih tidak dijumpainya itu dengan tatapan memuja. Mantan istrinya tidak pernah berubah sedikitpun, wajahnya semakin bersinar dan semakin menawan. Respon jantungnya pun berdebar kencang saat melihatnya.


Hal serupa juga turut dirasakan Vanesha. Bertemu kembali dengan pria masa lalunya yang masih penuh dengan kesempurnaan, membuat ritme kerja jantungnya menjadi lebih cepat. Tentu saja ia masih terlihat tampan dan gagah tanpa celah dimatanya. Perjumpaan ini benar-benar membuat Vanesha kembali ke masa lalunya. Mereka berdua masih tak menyangka jika orang yang ada dihadapan mereka saat ini adalah orang yang pernah mereka cintai.


"Apa kabar, Ren. Senang bertemu lagi." Dika mengulurkan tangan.


"Kabar saya baik, terimakasih." Irena menjawab dengan ketus, tapi masih membalas uluran tangan Dika.


Ketika dua tangan itu mulai bersentuhan, tak ada kehangatan yang dirasa. Aliran darah seolah membeku menciptakan rasa dingin dan kaku. Tak bisa dipungkiri, wajah mereka pun memucat karna terlalu gugup untuk dipertemukan kembali dengan cara seperti ini.


Sementara Vanesha dan Bryan hanya bertegur sapa biasa dan saling mengerutkan dahi memikirkan ketidaksengajaan perjumpaan mereka.


"Kita gabung sama mereka aja ya, Dik." Pinta Vanesha. "Bryan ini teman aku dari kecil saya di Jerman." Lanjutnya.


Irena menatap Bryan dengan tatapan penuh arti. Dia tau betul makna dari raut wajah pria itu. Ia serba salah menanggapi permintaan Bryan itu, karna hatinya menolak keras untuk duduk satu meja dengan mantan suaminya itu. Tapi ia mencoba bersikap tenang, dan mengesampingkan perasaan emosionalnya.


Vanesha menatap Bryan saat mendengar ucapannya yang sangat aneh, seakan Bryan sudah sangat mengenal calon suaminya itu. Pertemuan ini membuat dirinya berpikir keras tentang kedekatan diantara mereka masing-masing.


Sementara Dika merasa ini seperti mimpi baginya. Belum juga reda rasa sakit tentang fakta perpisahannya dengan Irena, hari ini wanita itu benar-benar nyata dan muncul dihadapannya. Sungguh tidak baik untuk kesehatan jiwa dan raga, gumamnya.


"Haii, Ren. Kalian juga disini ya. Kebetulan banget ya kita semua bertemu disini." Kata Vanesha.

__ADS_1


"E-iya, kebetulan banget. Kami baru tadi malam sih sampai." Jawab Irena.


"Kamu disini liburan atau ada projek kerja atau ..." Tanya Irena balik.


"Oh, kami cuma liburan aja kok. Sekalian prepare untuk rencana pernikahan kami juga. Kebetulan kami memang lagi butuh liburan untuk merilekskan pikiran karna sibuk kerja juga kan."


"What? Menikah?" Gumam Irena dalam hati. "Tapi apa Dika gak memberitahu Vanesha kalau aku adalah mantan istrinya. Kenapa semuanya jadi kebetulan begini."


"Jadi kalian berencana akan menikah?" Tanya Bryan masih terkejut dengan perjumpaan yang tak disangka-sangka ini.


"Kalian saling mengenal sudah lama atau?" Tanya Bryan lagi penasaran.


"Ceritanya panjang, nanti aku ceritakan ya. Pokoknya, Mama dan Papa aku sudah setuju dengan rencana pernikahan kami. Trus Om dan Tante juga udah tau kok. Mereka belum cerita ke kalian?"


"E-tidak, kami belum ada mendengar kabar baik ini tentang pernikahan kalian." Jawab Bryan.


"Oke, kali begitu sepertinya kalian harus saling berkenalan dulu nih. Bryan, ini Dika calon suami aku, dan Dika, ini Bryan teman kecilku di Jerman dan ini istrinya Irena." Kata Vanesha memperkenalkan mereka masing-masing, karna Vanesha benar-benar belum mengetahui hubungan masa lalu mereka semua.


Tak bisa dipungkiri, perjumpaan ini sangat mengagetkan. Siapa tau ini bakalan terjadi, dan menjadi awal kebersamaan mereka untuk memulai kembali.


.


.

__ADS_1


.


Wow!! Othor pun ikut terkejut 😔


__ADS_2