Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 88


__ADS_3

"Lepaskan aku, Mas!!!"


"Ahhhhhh ...."D*****n terdengar.


"Lepaskan, Mas!!!" Rebecca menjerit.


Saat Dika terus memainkan aksinya untuk membuat Rebecca mengakui semua rencananya. Tiba-tiba seseorang masuk kedalam apartment dan berlari saat mendengar suara teriakan Rebecca.


"Heii, siapa kau? Dasar biadab!!!" Teriak Jhonatan pacar Rebecca.


Satu pukulan melayang kewajah Dika.


"Apa yang kau lakukan? Ohh ... Ternyata kau Dika lelaki sexual itu." Ucap Jhonatan.


"Berani-beraninya kau melakukan itu dengan pacarku."


"Sudah sayang, sudah. Biarkan dia pergi. Lebih baik usir dia dari apartemenku. Aku sangat takut. Aku mohon." Ucap Rebecca sembari menangis tersedu-sedu.


"Aku tidak mau melihat wajahnya. Aku benar-benar malu padamu. Aku juga gak nyangka dia akan melakukan ini padaku."


Jhonatan semakin meradang melihat Rebecca menangis seperti itu. Kembali ia layangkan satu pukulan lagi ke bagian perut Dika.


"Pergi kau, jangan sampai aku lihat wajahmu lagi dan jangan pernah kau mendekati Rebecca kalau kalau tidak mau aku laporkan kau ke polisi."


Dika pun keluar dari apartemen itu dengan menahan sakit sembari berkata, "Kau sangat licik, Rebecca. Aku akan terus memantau apapun yang kau lakukan. Ingat itu. Dan jangan pernah juga kau berani-berani menyentuh istri dan anakku. Kalian berdua ingat itu!!"


"Aku taku Jho, aku sangat takut." Ucap Rebecca menangis memeluk Jhonatan.


"Sudah sayang, dia sudah pergi. Ada aku disini, kamu tidak perlu takut. Aku akan menjagamu dari lelaki biadab itu." Kata Jhonatan menenangkan Rebecca yang pura-pura ketakutan dan bersedih.


"One step finished, Mas Dika. I'll be back with the next game. HAHAHAHAA" Gumam Rebecca dalam hatinya.

__ADS_1


"Hikss ... Hikss ... Thanks Jho, aku sangat takut."


"Hikss ... Hikss ... Hikss...."


*****


"Dasar wanita sialan, padahal sebentar lagi aku akan membongkar semua rencananya. Tapi pria itu, kenapa tiba-tiba saja bisa datang."


"Apa semua rencanaku sudah ditebak oleh wanita gila itu. Tidak!! Shittt!!!" Ucap Dika sendiri didalam mobil sembari memukul-mukul setir mobilnya.


Apa yang dilakukan Dika pada Rebecca tadi adalah bagian dari rencananya. Ia tau betul kalau melakukan itu kepada Rebecca, dia pasti gak akan menolak dan mengatakan yang sebenarnya.


Tapi entah kenapa kali ini Rebecca menolaknya. Ada sedikit pemikiran Dika, kalau mungkin memang benar Rebecca sudah berubah. Tapi apa mungkin secepat itu, mengingat Rebecca wanita psycho yang sangat terobsesi dengan dirinya pikirnya.


*****


"Mas, kamu baru pulang?" Tanya Irena saat membuka pintu rumah.


Kali ini Dika jujur mengatakan semua apa yang telah terjadi. Ia meminta pengertian pada Irena dengan apa yang dilakukannya, walaupun setelah mendengarnya Irena sangat begitu kesal.


"Kamu yang sekarang sudah mulai gila, Mas. Kamu sama saja seperti dia. Pria psycho."


"Atau jangan-jangan kamu yang mulai terobsesi dengannya. Kamu gak bisa menerima kalau Rebecca sekarang sudah punya kekasih. Kamu merasa cemburu dengannya. Begitu kan?" Tanya Irena kesal.


"Bukan, bukan begitu sayang. Mas bukan lelaki seperti itu. Mas sudah berjanji padamu dan anak kita, Mas akan selalu menjaga kalian. "


"Mas sudah jujur padamu, kali ini mas mohon pengertian kamu sayang. Jangan bicara seperti itu tentang, Mas."


Dika memegang erat tangan Irena. "Mas janji semua akan segera berakhir. Mas gak akan mencari tau lagi semua tentang dia atau apapun rencananya. Mas janji sayang. Mas hanya ingin keluarga kita bisa hidup damai dan bahagia." Ucap Dika.


"Aku gak perlu janjimu, Mas. Aku hanya butuh pembuktian. Aku juga sudah lelah dengan permainan gila kalian selama ini. Jadi tolong jangan buat aku kembali overthinking." Pinta Irena.

__ADS_1


"Baiklah, Mas akan buktikan padamu dan juga anak kita."


"Dan sekarang, kita gak perlu berdebat panjang lebar lagi kan. Soalnya ... " Ucapan Dika terhenti


"Masa kamu gak ada kasihan-kasihannya dengan wajah Mas yang bonyok ini sih, Ren." Kata Dika.


"Biarin, lagian salah kamu sendiri masuk ke apartment wanita gila itu."


"Ya, namanya juga usaha." Jawab Dika.


"Usaha yang menghasilkan ya kan, Mas. Sambil menyelam minum air." Ketus Irena.


"Aduhhh .. aduhhh sakit banget sayang. Sakit, aaduhhh ..." Dika mengalihkan pembicaraan.


"Hemm .. pura-pura aja kamu. Sebentar, aku ambil kotak obat dulu." Irena pergi mengambil kotak obat dikamar.


"Drett ... Drettt ..."


Ada pesan WhatsApp masuk, tertera nama Rebecca disana.


"Ada apalagi dengan wanita sialan ini." Gerutu Dika emosi.


Dika pun mengecek handphone dan melihat apa isi pesan darinya.


.


.


.


Haloo , Readers Othor yang tercintahhh 😘

__ADS_1


See you next , jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian ya 💙


__ADS_2