
"Kenapa?" tanya Dika saat melihat Irena menuju ke arahnya.
"Kita gak keluar jalan-jalan?" tanya Irena balik.
Dika masih berdiam diatas kasur. Matanya menatap kosong ke arah istrinya dan kembali memejamkan matanya.
Irena duduk diatas kursi dekat Dika tidur. Ia pandangi terus wajah suaminya.
"Wajah ini begitu menggemaskan, wajah ini yang akan selalu ku lihat tiap hari"
Tak berapa lama ia memandang, Dika membuka matanya.
"BANGUN!" teriak Irena sembari membuka selimut.
Dika menggelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa ia hanya ingin disini, ditempat tidur. Ia tak mau menuruti perintah Irena.
"A ..ku gak enak badan. Di..nginn" seru Dika menggigil.
Irena beranjak dari duduknya dan memegang kepala suaminya. "Kamu sakit? Astaghfirullah badan kamu panas banget" kata Irena.
"Sebentar aku hubungi Mas Ibrahim dulu biar panggilkan dokter"
Dika yang sudah gak mampu berbicara lagi hanya menurut apa yang dikatakan istrinya.
****
"Bagaimana Dok?" tanya Irena takut.
__ADS_1
"he's fine, just tired and need a rest. If something happened with him, you call me. It's my card" jawab Dokter Alex.
"Oh ya, thankyou doctor" balas Irena.
Irena mengantar kepergian Dokter Alex sampai keluar pintu, Ibrahim tidak bisa ikut menemani karena ada urusan bersama keluarganya.
Ia menggaruk kepalanya, masih bingung apa yang harus ia lakukan dengan suaminya yang lagi sakit seperti ini, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya sebagai istri.
Mengambil segelas air dan obat untuk diberikan kepada Dika. "Ini kamu minum obatnya ya, aku gak mau kita lagi liburan bagus begini kamu malah sakit" kata Irena.
Dika menuruti perintah istrinya itu, ia ambil obat dan gelas dari tangan Irena. Dan kembali ia berbaring, sementara Irena memakaikan selimut untuknya.
"Terima kasih .." ucap Dika pelan.
Dika menyuruh Irena untuk tetap berbaring disampingnya. "Sini .. Temani aku" pinta Dika.
"Udah sini aja, manatau aku cepat sembuh kalau kamu disamping aku terus" goda Dika.
Irena tampak malu saat berjalan mendatangi Dika, ia baringkan tubuhnya diatas kasur sembari memutar lagu agar suasana tidak terlihat sepi.
"When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want but not what you need.
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse
__ADS_1
And the tears come streaming down your face
When you lose something, you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?"
Aura positif Irena yang tampak mendengarkan sekaligus menyanyikan lagu rupanya menular. Dika tampak semangat dan bernyanyi mengikuti Irena. Senyum mereka berdua langsung mengembang satu sama lain, saling menatap dan mulai terbawa suasana kamar yang sangat begitu tenang.
"Light will guide you home, and ignite your bones, and I Will try to fix you ..."
Mereka kembali meneruskan penggalan lirik demi lirik lagu Fix You milik Cold Play. Siapa sangka itu adalah lagu favorit mereka.
Setelah lagu berakhir, suasana menyenangkan sudah mulai terasa antara Irena dan Dika. Hubungan keduanya tak lagi sekaku biasanya. Mereka saling melemparkan canda satu sama lain. Dika tersenyum semangat melihat istrinya yang tampak sangat nyaman di pelukannya. Ia coba eratkan lagi pelukannya seakan tak ingin Irena pergi jauh darinya malam ini. Mereka pejamkan mata dan mulai tertidur.
Irena yang terbawa suasana tidak mempermasalahkan apa yang terjadi malam ini. Hatinya pun juga terasa sangat nyaman saat berada disamping suaminya itu.
.
.
.
*Sebelumnya Othor minta maaf dulu nih karna kelamaan ufdate, biasalah sakit-sakit dahulu berufdet-ufdet kemudian HEHEHEE*
Oiyah, minta Vote nya dong. Jangan lupa Komen juga ya biar semangat untuk lanjutin cerita ini, hikss .. hikss .. hikss ..
__ADS_1
Love you Readers 💙