Akan Ada Pelangi Setelah Hujan

Akan Ada Pelangi Setelah Hujan
Episode 82


__ADS_3

Irena gak sanggup untuk berkata apa-apa. Ia hanya bisa terdiam tanpa menjelaskan apapun. Diluar ruangan, tampak karyawan-karyawan yang ada dikantor melihat semua yang terjadi didalam ruangan Irena saat ini. Mulai dari boneka bayi berdarah dan secarik kertas yang telah diremas-remas oleh Irena.


"Ren, jawab Ren ..." Bryan bertanya heran dengan sikap diam Irena.


Bryan yang tak kunjung mendapatkan jawaban langsung melihat sekeliling dan menemukan kotak berisikan Bonek berdarah itu. Ia temukan pula secarik kertas yang sudah diremas kuat oleh Irena jatuh dari tangannya.


Bryan tampak kesal dan emosi. Berani sekali orang yang sudah membuat wanita yang sangat dicintainya menjerit ketakutan begitu.


"Ulah siapa ini? Saya harus memberikannya pelajaran." Ucap Bryan.


"Roy .. Roy ... Panggil security. Suruh mereka semua periksa seluruh isi gedung ini. Siapapun yang terlihat mencurigakan langsung bawa ke ruangan biasa, dan suruh juga bagian teknisi untuk mengecek seluruh CCTV. Jangan sampai ada yang terlewatkan, secepatnya kasih kabar ke saya." Titah Bryan.


"Baik, Pak." Jawab Roy.


Irena masih tampak lemas, Bryan mencoba untuk terus menenangkannya.


"Ayo berdiri Ren, kamu bisa. Kita duduk disini."


Bryan mengambilkan minum, "ini kamu minum dulu."


"Bagaimana? Sudah agak tenang?"


"Tenang saja, saya sudah menyuruh security untuk mengatasinya. Atau mau saya panggilkan dokter?"

__ADS_1


"Engg-nggak gak usah, Pak. Terimakasih. Bapak bisa balik keruangan Bapak lagi."


"Saya sudah bilang saya gak mau karyawan lain berpikiran macam-macam sama saya." Ucap Irena berbisik pelan ke telinga Bryan.


"Tapi apa yang saya lakukan memang sudah seharusnya apa yang dilakukan sebagai atasan kepada bawahannya yang merasa terancam. Selama karyawan saya masih dizona kerja nya, itu menjadi tanggung jawab saya. Jadi apa yang salah?"


"Dan kalian!! Apa yang sedang kalian tonton? Kembali bekerja semuanya." Ucap Bryan kepada seluruh karyawan yang sedari tadi memperhatikan mereka.


"Kamu bisa pulang kalau ini semua membuat kamu jadi gak fokus untuk bekerja. Istirahat saja dirumah, saya akan menyuruh supir saya untuk mengantar kamu pulang."


"Gak usah Pak, saya masih bisa bekerja."


Tiba-tiba terdengar suara memanggil nama Irena.


"Gak papa, Mas. Mungkin hanya orang iseng, salah alamat."


"Syukurlah. Kamu harus stop semua pekerjaan kamu mulai detik ini. Mas akan mengurus pengunduran diri kamu, kamu gak usah bekerja lagi. Tugas kamu hanya sebagai Ibu rumah tangga, bukan untuk bekerja diluar." Ucap Dika.


"Jangan, Mas. Aku gak mau. Jangan paksa aku. Ini bukan bagian dari kesepakatan kita. Kamu tidak ada hak." Jawab Irena kesal.


"Tapi, sayang ..." Ucapan Dika terhenti.


"Iya Ren, lebih baik kamu urus surat resign kamu lalu kirim ke saya. Akan lebih baik juga kamu dirumah saja dengan kondisi seperti ini." Kata Bryan yang memotong pembicaraan Dika.

__ADS_1


"Tidak Pak, semua baik-baik saja. Tolong, jangan ikut campur dengan masalah saya. Apa yang terjadi dengan saya, biar menjadi urusan saya. Saya tau apa yang terbaik untuk saya." Kata-kata yang diucapkan Irena terdengar Bryan seperti batu karang yang hancur karna terhempas kuat oleh ombak.


"Baik, saya rasa kamu sudah tampak jauh lebih baik sekarang. Apalagi suami kamu sudah datang, kalau mau izin pulang silahkan." Bryan menutup pembicaraan dan melangkah keluar dari ruangan itu.


Untuk sesaat suasana menjadi hening setelah kepergian Bryan.


"Kamu kenapa bisa kesini Mas? Kamu tau darimana apa yang terjadi denganku?" Tanya Irena heran.


"E-iya itu, Mas tau dari orang kantor kamu. Mas juga gak tau dari siapa. Tapi yang jelas, Mas terus kepikiran keadaan kamu dan ternyata benar ada yang tidak beres disini."


"Orang kantor ku? Siapa? Apa dia mengenalmu?" Irena mencoba berpikir keras.


"Sudahlah, kamu jangan terlalu banyak berpikir. Yang terpenting, Mas sudah ada disini. Kamu jangan khawatir. Mas akan secepatnya melaporkan semuanya ke polisi."


Irena masih memutar-mutar otaknya dengan apa yang terjadi padanya hari ini. Semua diluar dugaan. Siapa orang gila yang mampu melakukan ini semua. Hanya ada satu nama yang terbesit dipikirannya kali ini. Ya sudah pasti dia. Wanita gila yang terobsesi dengan suaminya.


.


.


.


Ini mah Irena lagi main cucokologi-cucokologian ya Ren, main tebak-tebakan sih judulnya 😂😂

__ADS_1


Ayo Irena, tunjukan kegilaanmu juga. Othor selalu mendukungmu, fightingggg 🔥🔥


__ADS_2