
"Good Morning sayang, haloo anak papa lagi ngapain sih didalam sana. Anteng banget kayaknya disana ya. Lagi main apa sih? Main boneka apa main tembak-tembakan?" Ucap Dika bercanda sembari mengelus perut istrinya yang mulai tampak membesar.
"Aneh banget sih Mas, ngajakin anak bicara seperti itu. Di sholawatin kek, di ngajiin kek. Hemm..." Balas Irena.
"Yaahh gak papa, namanya juga penasaran. Ya kan dek ..." Dika kembali mengelus perut Irena.
"Hemm ... Mas senang banget akhirnya kamu bisa kembali lagi kerumah. Terimakasih ya sayang."
Saat Dika memeluk istrinya, ia pejamkan matanya merasakan kehangatan diantara mereka berdua. Tapi tiba-tiba saja saat hendak membuka mata perlahan, ia terbangun dan menyadari bahwa semua itu hanyalah mimpi sembari masih memeluk guling yang ada dihadapannya.
"Astagaa ... Jadi cuma mimpi."
"Begitu rindunya Mas sama kamu Ren, cepat kembali Ren. Ternyata rindu itu berat, mas berjanji gak akan mengulangi kesalahan dan akan slalu menjaga kamu sampai kapanpun. Mas akan berusaha semaksimal mungkin untuk membatalkan perceraian seperti yang kamu inginkan.
******
"Bu, Irena udah masak menu kesukaan Ibu. Sayur asem sama ikan nila cabe hijau. Coba deh Ibu makan, kasih penilaian juga ya." Ucap Irena kepada Ibunya yang baru saja keluar dari kamar karna mencium aroma wangi masakan yang membuatnya begitu sangat lapar.
"Tumben banget kamu masak dihari libur begini, biasa juga pagi-pagi udah sibuk ngerjain kerjaan kantor padahal waktunya untuk istirahat." Tanya Ibu penasaran seperti ada udang dibalik batu.
__ADS_1
"Enggg-ggak, Irena memang lagi pingin masak aja untuk Ibu."
"Yakin kamu? Ibu tau kamu Ren, pasti ada sesuatu nih. Gak apa cerita aja ke Ibu."
"Baiklah, Irena akan cerita tapi Ibu janji jangan marah tapi tolong mengertilah dan kasih masukan sama Irena."
"Begini Bu, yang kemarin sebelum Ibu datang ke rumah sakit. Mas Dika yang bawa Irena ke rumah sakit, jadi semalam juga Irena ketemu dengan dia. Dan memutuskan untuk ... untuk balik kerumah kami lagi dengan syarat setelah Irena melahirkan, ia harus menceriakan Irena."
Irena menjelaskan panjang lebar kepada Ibunya segala hal. Dan Ibunya memang tidak marah, ia mengerti keadaan putrinya saat ini. Dan ia juga percaya putrinya akan baik-baik saja.
"Baiklah, itu semua juga sudah keputusan kamu. Ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk putri Ibu. Yang penting kamu harus selalu kuat dan sabar menghadapi semuanya ya." Ucap Ibu penuh dengan kehangatan membuat Irena jauh lebih tenang sekarang.
"Ahhh Ibu nih bisa aja." Irena malu.
Tiba-tiba saja Kania datang.
"Wah makan enak nih. Makan enak Kania dilupain ya. Nah begini nih yang gak adil nih." Ucapnya bercanda.
"Enggak dong, sensi amat. Lagi datang bulan ya." Balas Irena bercanda balik.
__ADS_1
"Wah tau aja kakak ya. Udah kayak peramal Mbak Rara kak Irena sekarang ya Bu."
"Sudah sudah makan. Sehabis makan kita bantuin kakakmu beres-beres barang setelah itu baru kita antar dia kerumah Mas Dika mu." Kata Ibu memperjelas semuanya sembari makan.
"WHATTTT!!! Balik lagi kerumah pria tukang selingkuh itu."
"Apaan sih kak? Kakak serius? Masih mau aja berhubungan sama dia. Jangan-jangan kakak yang masih belum bisa Move On dari dia."
"Ogah ahh!! Kalau mau pergi, pergi sendiri aja. Sampai kapanpun Kania gak akan pernah mau ngelihat wajah mesum dia itu." Kania berbicara dengan nada keras kemudian meninggalkan meja makan.
"Buat hilang nafsu selera makan aja pagi-pagi."
"Udah disakitin berkali kali, udah diselingkuhin berkali-kali. Masih aja juga mau dirayu-rayu untuk balik lagi. Gak habis pikir dengan manusia sekarang." Ucap Kania kesal sendirian didalam kamar.
.
.
.
__ADS_1
Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian di episode kali ini ya. See you next 😘