
"PRAAKKKK!!!" Suara pecahan kaca.
"Arrghhh!!!!" Teriak Rebecca kuat.
"Dasar wanita sialan, kenapa harus balik lagi dia."
"Aku gak bisa tinggal diam, aku harus cari cara untuk memisahkan mereka. Apalagi sekarang dia lagi hamil, itu akan semakin susah untuk memisahkan mereka."
"Ayo Rebecca, putar otak. Mikir mikir ..."
"Arrghhh!!!" Setelah berpikir keras, akhirnya ia menghempaskan badannya keatas tempat tidur dan menemukan bagaimana cara untuk memisahkan Dika dan Irena.
"Rencana ku kali ini harus berhasil. Aku yakin kali ini akan berhasil. Kalian tunggu saja apa yang akan aku lakukan." Ucap Rebecca.
******
"Ren, Ibu pamit dulu ya sayang. Ingat kalian berdua harus hidup bahagia dan rukun. Gunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki hubungan kalian, terutama kamu Dika. Jaga anak dan juga cucu Ibu. Kali ini jangan ada kesalahan lagi." Ucap Ibu Irena
"Baik Bu, pasti. Terimakasih untuk semua kepercayaannya." Jawab Dika.
"Hahh!! Lagu lama. Entar juga diulangi lagi. Kalau udah jadi tabiat mah susah. Tapi awas aja kalau memang terjadi lagi." Ucap Kania kesal.
"Apaan sih dek, jangan ngasal deh." Kata Irena.
"Memang kenyataannya begitu kok. Jadi apa yang salah sih?"
"Udah ahh, ayo Bu. Taxi nya udah nungguin kita tuh, kami pamit dulu ya kak." Ucap Irena sembari menyalami Irena.
__ADS_1
Saat Dika menjulurkan tangan mengira Kania akan memberi salam padanya, Kania lebih memilih untuk pergi untuk tidak menghiraukannya.
"Sudah sudah. Biasalah lagi PMS dia jadi emosinya gak stabil." Ucap Ibu Irena.
"Ibu pulang ya. Bye, sayang."
******
Irena bersih-bersih bersiap untuk tidur. Hari esok bagaikan hari baru untuk memulai hidup bersama dengan suaminya, kembali menjadi istri seorang Andika Mahesa.
"Sepertinya Mas memberikan luka yang sangat begitu dalam bagi kalian ya?"
"Mas merasa malu dengan kelakuan Mas selama ini. Mas memang bodoh." Ucap Dika lemas.
"Ya begitulah Mas, suatu saat pasti semua akan baik-baik saja, pasti akan jadi lebih baik lagi. Semua tergantung kamu." Jawab Irena.
"Hemm ..." Dika tak mampu untuk berkata apa-apa lagi. Ia masih tampak lemas dan termenung memikirkan apa yang dikatakan Kania tadi.
*****
"Good Morning, sayang." Ucap Dika.
"Morning Mas. Kamu sudah selesai mandi? Udah rapi banget kamu. Aku belum nyiapin baju kamu loh padahal." Ucap Irena.
"Ya gak apa, lagian kamu lagi sibuk nyiapin sarapan dan bontot makan siang Mas, jadi Mas gak mau dong ngerepotin istri Mas terus. Kalau masih bisa sendiri ya kenapa enggak."
"Tumben banget kamu ngerti Mas, biasa juga maunya semua disiapin sama aku."
__ADS_1
"Tapi kayaknya udah mulai terbiasa ya. Bagus deh kalau begitu." Bisik Irena ke telinga suaminya.
"Kamu ini ngeledek apa gimana ya. Emangnya kamu mau aku terbiasa melakukannya sendiri?" Dika melingkarkan kedua tangganya ke pinggang Irena dan menenggelamkan wajahnya ke leher belakangnya. Hingga terasa hendusan nafas Dika yang membuat Irena sedikit geli.
"Apaan sih Mas. Aku lagi sibuk loh. Nanti bisa tumpah nih." Balas Irena.
"Kenapa? Apa kamu gak rindu sama Mas?" Dika masih saja belum melepaskan pelukannya. Malah mencium habis leher jenjang milik istrinya itu.
"Jangan larang Mas untuk melakukan ini ke istri Mas sendiri, Ren. Kita sudah terlalu lama berpisah, Mas sangat merindukan kamu. Pastinya sangat merindukan setiap inci bagian tubuh ini."
"Untuk saat ini aku masih belum bisa, Mas. Aku harap kamu mengerti. Kita sudah tidak seperti dulu lagi. Maaf." Ucap Irena.
"Baiklah, Mas mengerti. Mas berharap juga kamu bisa melupakan semua yang pernah terjadi dan kita bisa memulai kembali semuanya dari awal, menjalani semuanya dengan bahagia."
Tiba-tiba Dika membalikkan tubuh Irena kehadapannya. Dan sekarang posisi antara dirinya dengan Dika begitu intens, tidak ada jarak diantara wajah mereka. Penyatuan mulai dilakukan Dika, ******* habis yang ada didepan matannya saat ini. Ia mainkan dengan lembut hingga akhirnya Irena pun ikut mengambil peran dalam permainannya kali ini.
Saat situasi mulai memanas, pagutan yang semakin liar telah mereka lakukan. Seketika itu juga Irena mulai tersadar, dan langsung mengakhirinya. "Maaf Mas, aku harus siap-siap berangkat ke kantor. Ada meeting pagi yang harus aku kejar."
.
.
.
Haloo Readers, pas banget cuaca lagi dingin nih malam ini 😜
Hayoo pada mikir apaan sih HAHAHAA 😂😂
__ADS_1
See you next 💙