Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Kabar Pernikahan


__ADS_3

Ibu dan kakak Viceroy nampak terkejut saat pria itu mengabarkan bahwa ia telah menikah. Kakak Viceroy bernama Victoryo, biasa dipanggil  Ryo. Pria berusia tiga puluh tujuh tahun yang selalu bersaing dengan adiknya dalam hal apapun. Pria itu sungguh tak bisa menerima kenyataan bahwa adiknya itu benar-benar telah menikah lebih dulu daripada dia. Ia sungguh yakin akan memenangkan pertaruhan dengan adiknya yang begitu ambisius.


"Ibu, Roy pasti berbohong! Tidak mungkin ia menikah! Bocah itu bahkan tak pernah berkencan!" gerutu Ryo pada ibunya.


Ibu Viceroy bernama Virda, wanita paruh baya itu memijat pelipisnya. Ini sungguh di luar kehendaknya, padahal Virda sudah banyak mengaturkan perjodohan untuk Viceroy selama ia berada di luar kota. Meski Viceroy menolak untuk melakukan perjodohan, Virda tidak menyerah lantaran merasa cemas karena anaknya itu tak pernah berkencan dengan wanita manapun. Virda takut anak bungsunya itu mengalami perubahan orientasi seksual. Virda sendiri yang menyeleksi gadis-gadis yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengannya, yang nantinya akan dinikahi Viceroy. Untuk sepupu yang sudah seumuran dengan Viceroy tentunya sudah tidak ada lagi, karena semuanya menikah di usia yang terbilang muda. 


"Walaupun Roy sudah menikah, tapi Ibu belum tentu langsung menerima pernikahannya, Ryo," kata ibu menanggapi gerutuan Ryo.


"Benar, Bu, aku curiga Roy membayar wanita yang dinikahinya itu!" sahut Ryo.


"Harus Ibu sendiri yang menguji kelayakan wanita itu! Apalagi kalau memang benar Roy membayar wanita itu, wanita itu pasti bernyali besar!" kata Virda tersenyum sinis.


"Ibu benar! Hanya Ibu yang saat ini bisa membantuku! Aku sadar aku salah sudah menjadikan perusahaanku sebagai bahan taruhan, Bu!" kata Ryo.

__ADS_1


"Kau juga aneh-aneh saja, bisa-bisanya menjadikan perusahaanmu sebagai bahan taruhan!" celetuk Virda.


"Ibu pasti tahu sendiri, Roy bahkan tidak pernah berkencan, bagaimana dia bisa menikah?! Aku yakin sekali, dia membayar wanita itu! Kalau dia securang itu, aku akan menganggapnya kalah!" gerutu Ryo.


Virda mengambil ponselnya, ia segera menghubungi anak bungsunya itu.


"Roy, benarkah kau sudah menikah?" tanya Virda begitu Viceroy menjawab teleponnya.


"Itu benar, Bu" jawab Viceroy singkat.


"Haha, Ryo, kalau bisa gratis, untuk apa aku harus bayar!" Viceroy tertawa menanggapi tuduhan Ryo.


Ryo mendelik gusar, adiknya itu memang sungguh perhitungan.

__ADS_1


"Roy, kalau begitu, biarkan Ibu menilai apakah istrimu itu layak atau tidak," kata ibu.


"Ibu, dia sudah menjadi istriku, untuk apa perlu penilaian kelayakan?!" celetuk Viceroy.


"Kalau kau menikah dengan gadis pilihan Ibu, tentu Ibu tidak perlu repot mengujinya lagi," sahut ibu.


"Kalau gagal berarti batal ya, Bu?!" sahut Ryo.


"Tentu saja, mana mungkin Ibu mau menerima menantu yang tidak layak!" kata Virda.


"Tapi, Bu, aku sungguh ragu Roy sudah menikah, Roy bahkan tidak pernah mengencani wanita manapun! Dia begitu perhitungan dalam mengeluarkan uangnya! Anak itu tahunya hanya kerja, kerja, dan kerja saja!" keluh Ryo.


"iya, Ryo, Ibu juga tahu! Makanya Ibu sudah begitu banyak melakukan seleksi untuk calon istri Roy! Entah mau ditaruh di mana muka Ibu ini, tahu-tahu Roy sudah menikah!" Virda menimpali.

__ADS_1


"Aku sangat yakin, Bu, Roy hanya berpura-pura menikah untuk memenangkan pertaruhan dariku! Aku sangat yakin, Bu" Ryo memijat pelipisnya.


Sungguh ia belum bisa menerima kabar pernikahan Roy yang begitu mendadak.


__ADS_2