Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Virda Bimbang


__ADS_3

"Tolong siapkan teh," perintah Virda.


Vara tersenyum, "Bolehkah saya pinjam dapur anda, Nyonya?" tanya Vara.


"Silakan," jawab Virda dengan nada dingin.


Virda sungguh kesal, karena wanita yang dipilih anak bungsunya ini memang bukan wanita sembarangan. Meski diterpa isu tidak sedap yang mengatakan bahwa wanita ini begitu licik, nyatanya wanita ini bahkan begitu patuh dan penurut. 


Viceroy berusaha menutupi keterkejutannya karena Vara menggunakan sebutan 'Nyonya' pada ibunya. Viceroy hanya diam mengamati, daripada menunjukkan sikap protes yang justru akan merugikan mereka berdua.


"Roy, apa kau benar-benar serius menikah dengan wanita itu?" tanya Virda.


"Ibu, kami benar-benar menikah," jawab Viceroy.


"Padahal begitu banyak sepupu yang bersedia menikah denganmu, Roy," kata Virda.


"Apa Ibu mau aku terlihat seperti pelaku pedofil yang menikahi gadis-gadis di bawah umur?" tanya Viceroy tajam.


"Roy, istrimu bahkan terlihat masih begitu muda," kata Virda.

__ADS_1


"Aku dan istriku seumuran, Bu," tukas Viceroy. 


Virda hanya diam saja.


"Ibu, tolong restui kami," pinta Viceroy.


Virda masih tetap diam.


...*****...


Vara membawa nampan berisi perlengkapan untuk membuat teh seperti saat ia pertama kali menghidangkan teh untuk Virda. Vara juga menyiapkan kue tradisional yang menjadi jawaban atas ujian yang diberikan Virda. Kudapan yang dibungkus dengan daun pisang dalam dua wadah berbeda.


"Apa kau tahu nama kue ini?" tanya Virda.


"Barongko yang terbuat dari pisang, sedangkan Babongko dari tepung beras," jawab Vara.


Virda terkesan lagi dengan kecerdasan Vara. Sungguh, istri anak bungsunya ini benar-benar membuatnya terkesan. Virda sendiri sangat paham dengan kue-kue tradisional lantaran dulunya menjadi pedagang kue untuk menghidupi anak-anaknya pasca kepergian suami yang begitu mendadak. 


Virda merasa berat untuk membuat sebuah keputusan yang menyangkut masa depan keluarganya. Dua pendapat dari dua pemikiran untuk seorang wanita sungguh membuat Virda bimbang. Siapakah yang harus ia percaya? Apakah pendapat anak sulungnya ataukah anak bungsunya?

__ADS_1


Pernikahan Viceroy memang sungguh mendadak lantaran pertaruhan konyol dengan Ryo. Apa alasan seseorang bersedia menikah secara mendadak kalau bukan demi uang?


Namun menurut Viceroy, ia bahkan tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikahi istrinya itu. Kalau memang istrinya Roy itu hamil duluan, harusnya perutnya sudah membesar.


...*****...


Virda mengawasi istri anak bungsunya itu tengah sibuk memasak makan malam di dapur. Virda masih memberinya ujian untuk memasak. Terlihat Viceroy turut berkutat membantu istrinya di dapur. Interaksi mereka benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri yang begitu bahagia dan kompak. 


Mengingatkannya pada almarhum suami yang begitu menyayanginya. Mereka adalah pasangan yang memulai kehidupan mereka dari nol, bahkan tanpa mengantongi restu dari keluarga Vicram. Saat Vicram sudah mulai sukses, semua keluarga suaminya datang berbondong-bondong, menumpang hidup bersama keluarga kecilnya. 


Wanita-wanita cantik dan lebih muda mengaku datang dikirim oleh keluarga suaminya. Mereka bahkan menawarkan diri menjadi istri-istri suaminya. Apalagi suami Virda berwajah tampan, persis Ryo. Begitu banyak wanita yang menggilai suaminya itu. Bersedia menjadi istri ke sekian, bahkan tak perlu dinikahi juga rela, asal dinafkahi.


Virda benar-benar masih mengingat kejadian itu dengan jelas. Virda menangis sesenggukan saat Vicram memeluk Virda yang terkulai lemah di lantai saat suaminya diminta untuk menikah lagi.


"Ibu, Ayah tidak akan menikah lagi," kata Vicram saat keluarga Vicram menyuruhnya untuk menikah lagi dengan wanita-wanita pilihan orang tuanya.


Orang tua Vicram menginginkan Vicram menikahi wanita-wanita pilihan mereka, untuk memadu Virda. Apalagi menurut keluarga suaminya, Vicram harus berpoligami untuk mengangkat derajat hidup wanita-wanita cantik dari keluarganya yang kurang beruntung.


"Ibu, apa Ibu tahu, pria diuji saat ia memiliki segalanya, dan ujian untuk wanita adalah saat prianya tidak memiliki apa-apa," kata Vicram. "Kita berdua sudah melalui semuanya bersama-sama, jadi Ayah tahu, hanya Ibu yang pantas untuk Ayah."

__ADS_1


__ADS_2