Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Alasan Bertahan


__ADS_3

Tujuh tahun yang lalu, Vara baru saja menyelesaikan pendidikan S2-nya. Setelah perjodohannya dengan Riko gagal, Vara memutuskan untuk mencari pekerjaan saja. Selagi mencari pekerjaan, ia juga mengisi waktunya dengan mengikuti kursus memasak. 


Vara sungguh sibuk, mengikuti bursa kerja, serangkaian tes penerimaan karyawan, hingga wawancara kerja. Kebanyakan perusahaan menolak Vara dengan alasan klise, yakni ijazah Vara terlalu tinggi, sementara Vara belum punya pengalaman kerja sama sekali.


"Dengan ijazah Anda, harusnya anda bisa melamar posisi manajer, bukan level pemula," kata kebanyakan pewawancara yang mewawancarai Vara.


"Ijazah setinggi ini, mau diberi gaji berapa? Perusahaan sungguh tidak berani," kata pewawancara yang lain.


Vara sungguh merasa tertekan dan terpuruk. Dulu ia berpikir bahwa dengan ijazah dan almamater kampus sudah merupakan modal yang cukup agar ia bisa diterima bekerja. Ternyata Vara keliru, ijazah yang tinggi tanpa disertai pengalaman kerja membuatnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan.


Hingga suatu hari, Vara mendapat panggilan tes di sebuah perusahaan bernama Victory Grup. Perusahaan yang baru berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Vara bahkan tak pernah mendengar nama perusahaan itu. Ia hanya mengikuti tes sesuai panggilan. 


Vara melalui serangkaian tes tertulis mulai dari tes pengetahuan umum, psikotes, hingga pengetahuan seputar posisi pekerjaan yang dilamar.


Belum lagi tes wawancara dengan user. Vara masih ingat, begitu banyak pelamar yang bersaing dengannya. Mereka semua tidak hanya memiliki ijazah yang bagus, tetapi juga pengalaman kerja yang banyak.


"Kami butuh karyawan yang bisa langsung mulai bekerja besok," kata Bu Anna yang saat itu menjabat sebagai manajer keuangan.

__ADS_1


Hanya Vara peserta yang siap, karena posisi Vara saat itu adalah murni seorang pencari kerja. Pelamar lain tentu tidak bisa karena masih terikat kontrak kerja di tempat lain, dan pastinya belum bisa meninggalkan pekerjaan mereka sebelum menyelesaikan pekerjaan di tempat lama.


Vara merasa sangat beruntung diterima bekerja di perusahaan tersebut, meski tentu Vara tidak bisa melakukan negosiasi gaji lantaran ia sadar bahwa ia melamar sebagai pegawai dengan level pemula, meski memiliki ijazah S2 yang terkesan sungguh mubazir. Bagi Vara, itu sungguh tidak masalah, saat itu yang terpenting Vara sudah tidak menganggur lagi.


"Vara diterima kerja di perusahaan yang namanya tidak terkenal," komentar ibunya.


"Tidak apa, Bu, yang penting Vara sudah bekerja," kata bapak.


"Itu perusahaan apa, Vara? Perusahaan asing ya?" tanya ibu.


"Lokal, Bu, Vara akan jalani saja," jawab Vara optimis.


"Gaji ikut standar perusahaan saja, Bu" jawab Vara.


"Aduh, Vara, anaknya Bu Bejo yang cuma ijazah SMA bisa bekerja di perusahaan asing," keluh ibu.


"Ibu, itu sudah rejekinya masing-masing," kata bapak.

__ADS_1


"Iya, Bu, yang penting Vara jalani saja dulu," Vara menimpali.


Begitulah, Vara memulai pekerjaannya dengan sikap yang begitu optimis. Ia sungguh senang, ada perusahaan yang bisa menerimanya bekerja di waktu yang tepat, meski Vara hanya berstatus pegawai kontrak. Vara bekerja dengan sepenuh hatinya, belajar bersama senior-senior yang baik dan menganggapnya seperti keluarga sendiri. Vara yang hanya anak tunggal tentunya sangat senang karena bekerja di Victory Grup membuatnya merasa memiliki banyak saudara. Di samping itu, setiap tahun berharap akan ada perubahan status kepegawaiannya. 


Itulah alasan mengapa Vara tetap bertahan bekerja di Victory Grup meski selama tujuh tahun hanya berstatus pegawai kontrak. Ia berharap perjuangannya serta kesabarannya membuahkan hasil yang setimpal.


Sama seperti pernikahan mendadaknya dengan Viceroy. 


Seorang pria yang mendadak mengajaknya menikah di waktu yang tepat. Mereka menjalani sebuah pernikahan yang awalnya hanya berupa kesepakatan. Seiring berjalannya waktu, ia merasa sudah jatuh cinta pada pria itu, meski masih begitu sungkan untuk mengungkapkan dan mengakuinya. Saat ini Vara sedang berjuang untuk mendapatkan restu dari Sang mertua. Jika ia sudah mendapat restu dari mertuanya, status menantu akan didapatkannya.


...*****...


Vara menggenggam tangan Viceroy, saat memasuki rumah Ibu Suri alias ibu Viceroy yang benar-benar terlihat bak Ibu Suri dalam film bertema kerajaan.


Wanita paruh baya yang memakai pakaian megah dan bergaya mewah itu menyambut mereka dengan dingin. Menatap Vara dengan tatapan datar.  Membuat nyali Vara menciut seketika, namun Viceroy yang berdiri di sampingnya, menggenggam tangannya, benar-benar menguatkan Vara. Anggap saja sekarang Vara sedang berada di tengah sidang skripsi. Nyonya Meneer selaku dosen penguji yang akan menguji Vara habis-habisan dan Viceroy yang menjadi dosen pembimbing akan membelanya hingga sidang berakhir. Vara hanya perlu keyakinan dan keteguhan hati untuk menghadapi semuanya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2