Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Laras


__ADS_3

Laras memang masih muda, namun ia begitu ambisius dan kompeten di perusahaan Aurum Mining tempatnya bekerja. Perusahaan multinasional yang berpusat di Australia yang berfokus pada bisnis pertambangan. Laras dipercaya menjadi ketua proyek Aurum Mining di tanah air. Ia pernah menikah dengan pria bernama Riko, walau akhirnya mereka berpisah, karena bagi Laras, karirnya adalah segalanya. Meski berpisah, Laras masih menjaga komunikasinya dengan Riko, karena mereka berpisah secara baik-baik dan memutuskan untuk berteman saja.


Laras bahkan memenangkan tender untuk Royal Grup. Berkat usulan dari Riko dan kakak Laras yang merupakan tim marketing di perusahaan tersebut, sehingga Laras memercayakan Royal Grup untuk bekerja sama dengan Aurum Mining. 


"Siapa tahu aku langsung dapat promosi menjadi manajer," kata kakak Laras sewaktu bernegosiasi dengan Laras.


Laras sempat menuai kecaman dari para peserta tender yang sudah menggelontorkan banyak dana untuk memuluskan tender tersebut, Laras tetap berpihak pada Royal Grup. Ia berani mengambil keputusan untuk memilih perusahaan tersebut daripada perusahaan lain, karena ada keluarga yang bisa ia percaya daripada menyerahkannya pada orang lain. 


Lagipula, diam-diam Laras memang mengagumi Viceroy dalam dua tahun terakhir ini. Padahal Viceroy tidak setampan itu saat pertama kali mereka bertemu lima tahun yang lalu, kala itu Riko memperkenalkan Viceroy sebagai teman satu klub bulutangkisnya. Laras kebetulan punya waktu menemani suaminya untuk mengikuti kegiatan klub tersebut. Riko bahkan lebih tampan dari Viceroy saat itu, makanya Laras sama sekali tidak ada melirik pria itu. 


Entah mengapa kini pria itu berubah begitu drastis. Pria yang saat ini sedang memakai seragam golf serba putih, membungkus sempurna tubuhnya yang tinggi, tegap, dan atletis, menjadi histeria para gadis caddy. Mereka nampak mencuri-curi kesempatan untuk menarik perhatian pria yang begitu gagah saat memakai kacamata hitam. 

__ADS_1


"Mas yang tinggi itu model, ya?" tanya seorang caddy ke teman-temannya.


"Ajak foto bersama, yuk," kata gadis-gadis itu.


Terlihat para gadis sibuk mengajak Viceroy untuk foto bersama, namun pria itu justru lebih bersedia memotret para gadis daripada berfoto. Sebuah penolakan halus yang dilakukan oleh Viceroy kepada para wanita.


Laras tersenyum sinis, sungguh kumpulan gadis bodoh yang hanya bermodal tampang. Laras nampaknya harus menunjukkan pada sekumpulan wanita amatir ini, bagaimana seorang yang sudah pro bisa foto bersama Viceroy.


Laras segera mengunggah hasil swafotonya di akun sosial media. Ia menyisipkan tulisan yang disertai tanda hati.


- team mate -

__ADS_1


Terlihat para gadis caddy menatap Laras dengan tatapan jengah. Wanita itu sungguh merasa bangga karena bisa berswafoto bersama rekan-rekan bisnisnya, terutama Viceroy yang nampak sangat menonjol di antara pria lain.


Viceroy segera menuju ke tempat ia memarkirkan mobil, syukurlah sesi permainan golf telah berakhir lebih cepat dari biasanya. Karena hari memang sudah semakin siang, ia segera menyerahkan sisanya pada Pak Bagas, selaku koordinator yang bertanggung jawab pada tender Aurum Mining.


"Pak Viceroy, anda tidak ikut ke acara makan siang bersama?" tanya Laras.


"Saya serahkan pada Pak Bagas, maaf saya masih ada urusan lain," jawab Viceroy berpamitan.


Laras memandang Pak Bagas yang merupakan akak Laras. Tidak ada yang tahu mereka berdua adalah kakak beradik, karena ini demi kebaikan mereka juga.


Laras tersenyum puas saat melihat foto yang diunggahnya ke sosial media menuai banyak respon dari para pengikutnya. Tentu saja mereka semua bertanya-tanya siapa pria tampan yang sosoknya terekam kamera ponsel Laras. Sayang sekali Viceroy tidak punya akun sosial media, sehingga Laras tidak bisa menandai foto yang ia unggah itu.

__ADS_1


__ADS_2