
Ryo segera memeluk ibunya begitu ia melihat beliau menyambut di depan pintu rumah.
"Ryo, kau dari mana saja?" tanya Virda tersenyum senang.
"Maaf, Bu," kata Ryo sambil melepas pelukannya dari Sang ibu.
Akhir-akhir ini Ryo memang bekerja lebih keras dari biasanya.
"Apa kau sudah makan?" tanya Virda.
"Belum, Bu," jawab Ryo.
"Mandilah dulu, kau bau rokok, kurangilah merokokmu, kau jadi makin kurus," gerutu Virda.
Ryo terkekeh, ibunya memang tidak menyukai bau rokok, sama seperti adiknya.
Ryo segera mandi dan berpakaian. Kemudian menemui ibunya di ruang makan.
__ADS_1
"Ryo, Ibu mengaturkan perjodohan untukmu," kata Virda memulai pembicaraan.
Ryo tertegun.
"Ibu, lebih baik Ibu fokus ke Roy saja dulu," sahut Ryo.
"Ryo, mengapa istri Roy tidak seperti yang kau deskripsikan?" tanya Virda.
"Apa maksudnya, Bu?" tanya Ryo.
"Istri Roy masih begitu muda, dan terlihat seperti gadis baik-baik, sama sekali tidak seseksi yang kau jelaskan," jawab ibu.
Virda melihat kegusaran dari diri Ryo. Virda sangat menyayangi kedua anaknya, namun memang ia lebih dekat dengan Ryo. Ryo menjadi tulang punggung keluarga di usianya yang begitu muda. Ia bahkan menolak untuk menikah sebelum benar-benar meraih kesuksesan.
"Baiklah, Ibu akan mengadakan ujian selanjutnya untuk wanita itu," kata ibu.
"Benar, Bu, Ibu harus bisa membuka kedok wanita murahan yang sungguh tidak tahu malu itu! Sungguh, aku malu jika wanita itu menjadi keluarga kita!" celetuk Ryo.
__ADS_1
"Iya, Ryo, Ibu pastikan Roy dan istrinya akan bercerai secepatnya!" sahut Virda.
"Ibu, apa Ibu akan memberi ujian untuk kekasihku juga?" tanya Ryo.
"Ryo, Ibu lebih memilih gadis dari karib kerabat kita daripada orang lain yang tidak jelas latar belakangnya! Lebih baik keluarga sendiri Ryo!" jawab ibunya.
"Tapi, Bu, wanita ini berbeda! Dia dari keluarga baik-baik, pendidikannya juga tinggi, wanita yang cerdas, sopan, dan pandai bermain bulu tangkis Bu," kata Ryo antusias.
"Ryo, tolong jangan mengikuti jejak Roy, Ibu bahkan belum merestui pernikahan Roy! Kau jangan ikut-ikutan!" protes ibu.
"Baiklah, Ibu selesaikan urusan Roy dan istrinya! Aku akan membawa wanita itu pada Ibu!" kata Ryo.
"Ya, terserah kau, Ryo, tapi Ibu tidak menjamin bahwa wanita pilihanmu akan Ibu restui!" sahut Virda sembari menghela nafas.
Ryo sangat yakin, ibunya pasti akan menyukai wanita pilihannya. Ryo sudah menyelidiki latar belakang Vara melalui data kepegawaian yang mudah diakses. Ryo sungguh kaget, karena ternyata Vara hanya berselisih lima tahun darinya. Padahal Ryo pikir usia Vara baru menginjak awal dua puluhan. Wanita itu, sungguh menarik perhatiannya. Wanita yang akhir-akhir ini benar-benar meracuni pikirannya dengan senyumnya yang menawan.
Ryo berani bertaruh pada dirinya sendiri, bahwa ia akan dengan mudah mendapatkan wanita itu. Wanita mana yang akan menolak pria yang begitu sempurna sepertinya?
__ADS_1
Bukankah wanita mudah ditaklukkan dengan harta dan tahta yang dimilikinya?
Terbukti, selama ini semua wanita tergila-gila pada Ryo karena ia bergelimangan harta berakhir dengan dicampakkan oleh Ryo. Meski mereka menangis dan mengemis cinta Ryo, Ryo sama sekali tidak peduli.