
Ryo tiba di kantornya, semua tim marketing sudah berkumpul di ruang rapat. Ryo memandangi wajah anggota tim yang nampak tertunduk. Tender untuk proyek Aurum Mining yang sudah mereka garap selama hampir enam bulan mengalami kegagalan. Ryo sendiri yang turun langsung menggarap proposal tender tersebut, ia sudah mencari informasi sebanyak mungkin terutama para pesaingnya, tidak sedikit dana yang sudah ia keluarkan untuk memenangkan tender bernilai jutaan dollar. Bahkan, ia tak segan menyuap orang-orang Aurum Mining yang terlibat langsung dalam proyek tersebut.
"Bagaimana kita bisa kalah dari Royal Grup? Proposal kita bahkan memiliki lebih banyak keunggulan," tandas Ryo sambil membolak-balik proposal yang saat ini sedang berada di tangannya.
"Info yang saya dapat, ketua proyek dari Aurum Mining yang memilih Royal Grup," kata Bimo, ketua tim marketing.
"Bu Laras, ya, sepertinya saya sudah memenuhi apa yang diminta wanita itu!" Ryo memegangi dagunya.
"Kabar yang beredar, Bu Laras masih memiliki hubungan kerabat dengan Royal Grup," sahut Femy, anggota Bimo yang sudah mencoba mencari informasi.
"Hubungan kerabat? Apa maksudnya?" tanya Ryo.
"Kabar yang beredar, pimpinan Royal Grup menikah dengan Bu Laras," jawab Femy.
__ADS_1
"Iya, saya juga mendengar kabarnya begitu," sahut Tian.
Ryo menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Adiknya itu benar-benar gila! Ternyata wanita yang dinikahinya secara mendadak itu adalah Laras, dan Laras sendiri adalah ketua proyek Aurum Mining. Sungguh menggambarkan pepatah, 'sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui'. Adiknya ingin memenangkan taruhan dengannya sekaligus mendapat keuntungan.
Ryo segera menghubungi ibunya, ibunya harus tahu, bahwa adiknya menikah dengan janda gatal yang mata duitan. Ryo tahu betul, dalam enam bulan terakhir Laras sangat pandai memanfaatkan posisinya untuk memeras para peserta tender.
Ryo harus memanfaatkan hal ini untuk membuat ibunya membatalkan pernikahan adiknya itu. Ryo harus melakukan ini demi kebaikan keluarganya juga. Ia sungguh malu punya adik ipar macam Laras yang bahkan terang-terangan meminta Ryo untuk memuaskan nafsunya. Wanita yang mengaku sangat jarang mendapat belaian dari pria pasca perceraiannya empat tahun silam.
Laras sendiri bertubuh tinggi dan kurus, berkulit cokelat yang eksotis, dengan aset besar hasil operasi silikon. Wanita berambut keriting sebahu, yang kerap memakai rok mini ketat untuk memamerkan kakinya yang jenjang. Sungguh tipe wanita yang kurang mendapat respek dari Ryo.
"Ibu, apa Ibu sudah bertemu dengan istri Roy?" tanya Ryo.
"Belum, masih banyak yang harus Ibu urus di sini, Ryo," jawab ibunya di seberang sana.
__ADS_1
"Ibu harus bisa membatalkan pernikahan Roy, daripada keluarga kita tercoreng, Bu!" kata Ryo.
"Apa maksudmu, Ryo?" tanya ibunya lagi.
"Aku sudah tahu, Roy menikahi janda gatal, mata duitan, yang bahkan pernah mengajakku untuk tidur dengannya, Bu!" kata Ryo.
"Apa kau tidak salah, Ryo?!" ibu terdengar panik.
"Aku tahu sekali, Bu, makanya Roy terkesan menyembunyikan pernikahannya! Kalau dia memang menikahi wanita baik-baik, tidak mungkin dia menyembunyikan pernikahannya!" Ryo mengutarakan pendapatnya.
"Bagaimana bisa Roy menikah dengan janda gatal dan mata duitan? Oh tidak, Roy benar-benar sudah gila!" Virda memijat keningnya yang mendadak kaku.
"Makanya Roy mengatakan bahwa ia menikahi istrinya secara gratis!" Ryo menahan kekesalannya.
__ADS_1
nb : Jangan lupa komen dan like kaka