Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Mempersiapkan Diri


__ADS_3

Vara sudah sibuk berkutat di dapur untuk memasak makan malam. Sementara Viceroy sibuk menyetrika pakaian di ruang binatu. Vara menyerahkan tugas menyetrika pakaian pada Viceroy, karena pria itu sangat rapi dan teliti. Tidak, bagi Vara, suaminya itu benar-benar suami idaman. Viceroy ahli mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari bersih-bersih hingga memasak. Sangat pengertian dan dewasa, padahal mereka seumuran saja. 


"Viceroy, coba cicipi," kata Vara menyusul Viceroy di ruang binatu.


Viceroy mencicipi kuah sup dari mangkuk kecil yang dibawa Vara dari dapur.


"Hmm, enak, tapi, aku lebih ingin memakanmu," sahut Viceroy yang langsung mengecup bibir Vara.


Vara tertawa, lalu balas mencium Viceroy. Salah satu ponsel Viceroy berdering, nama Ibu Suri muncul di layar datar tersebut.


"Ya, Bu," jawab Viceroy.


Vara nampak menegang dalam rangkulan Viceroy.


"Datanglah sekarang ke Restoran SS di Hotel SS, untuk bertemu dengan calon istrimu," perintah ibu Viceroy.


Viceroy menghela nafas berat, ia menatap Vara yang terlihat langsung memeluk erat tubuhnya.


"Baik, Bu," jawab Viceroy kemudian menutup teleponnya.


Vara berusaha untuk berdiri tegar mengantar Viceroy yang bergegas pergi meninggalkannya.


"Aku akan kembali, Vara," kata Viceroy berpamitan.


"Ya, aku akan menunggumu," kata Vara.


Viceroy segera melajukan sepeda motornya meninggalkan Vara sendiri.


...*****...

__ADS_1


Vara teringat obrolan teman-teman kantornya yang membahas masalah wanita-wanita perebut suami orang. Kebanyakan dari wanita-wanita itu, kini tidak hanya mengincar uang, namun yang lebih penting adalah kepuasan dan kenikmatan surgawi.


"Apalagi kalau punya suami berwajah tampan, biar tidak ada uangnya, asal bisa memuaskan hasrat! Banyak wanita yang bisa memberi materi!" kata Mbak Rani memulai ceritanya.


"Benarkah, Mbak?" tanya Jenah.


"Menikah itu kan kegiatan melegalkan yang ilegal," jawab Mbak Rani. "Kalian para gadis harus tahu, pria itu sederhana, cukup puaskan dua hal, yang pertama perutnya, yang kedua di bawah perutnya!" lanjut Mbak Rani yang sudah menikah selama dua puluh tahun.


Vara sungguh dilema, saat ini ia sudah menikah, meski belum mengantongi restu dari orang tua, ia dan Viceroy sudah menjadi pasangan yang halal lahir dan batin. Sudah seharusnya ia memenuhi kewajibannya sebagai istri. Ia bahkan masih takut untuk memenuhi kebutuhan biologis Viceroy karena belum memperoleh restu. Dan kini akan ada wanita lain yang akan menikah dengan Viceroy. Wanita yang jelas direstui oleh Ibu Suri, wanita yang akan menjadi istri Viceroy yang seutuhnya, sedangkan posisi Vara akan menjadi madunya saja.


Vara menatap dirinya di cermin, apa yang dipikirkan Viceroy saat melihatnya? Apakah pria itu menganggapnya cukup cantik?


Apakah pria itu mau menyentuhnya karena benar-benar mencintainya?


Viceroy bahkan belum pernah menyatakan cinta padanya.


Saat ini ketakutan terbesar Vara adalah kehilangan pria yang sangat dicintainya. Bagaimana jika Viceroy lebih memilih bersama istri barunya? 


Nampaknya Vara memang harus melakukan segala cara untuk mempertahankan Viceroy. Viceroy adalah pria yang layak untuk dipertahankan. Pria itu begitu baik, lembut, dan hangat. Akankah Vara sanggup membiarkan wanita lain tinggal bersama mereka di rumah Viceroy yang kamarnya pun hanya ada satu? Bagaimana mungkin Vara berbagi tempat tidur dengan wanita lain di kamar ini?


Vara harus membuang semua idealisme yang dimilikinya. Jika Ibu Suri memintanya untuk dimadu, maka Vara harus membuat Viceroy tidak bersedia memadu. 


...*****...


Vara merasa wajahnya memanas saat mengakses informasi dari dunia maya. Bagaimana cara memuaskan pria?


Vara juga mengakses tautan berkonten dewasa. Vara merasa kepalanya mendadak pusing, dan tubuhnya panas dingin menyaksikan adegan erotis aktris dan aktor film panas yang sedang menunjukkan cara merasakan surga dunia.


Vara jadi ingat teman sekelasnya yang dijuluki sebagai raja film porno. Anak orang kaya yang memiliki ponsel canggih, memiliki ribuan koleksi video berformat 3gp. 

__ADS_1


Saat ada razia di sekolah, pemuda itu menyimpan kartu memori ponselnya di dalam sepatu. Saking banyaknya koleksi film dewasa yang ia miliki, ia menjadi bandar film porno di sekolah. 


Bocah-bocah yang sudah berusia tujuh belas tahun, biasanya akan datang dan meminjam ponsel pemuda itu untuk menyaksikan koleksi film panas lengkap milik pemuda itu.


"Yang belum tujuh belas tahun, belum boleh nonton," kata Igor, si bandar film biru.


"Aku sudah tujuh belas tahun," kata Aulia teman sebangku Vara. "Gor, pinjam ponselmu," kata Aulia.


"Vara, sudah tujuh belas tahun, belum?" tanya Igor.


"Tujuh bulan lagi aku baru tujuh belas tahun," jawab Vara yang langsung menyingkir dari Aulia.


Aulia nampak antusias meminjam ponsel Igor. Belum lima menit menyaksikan film itu, Aulia menangis dan muntah-muntah tak karuan.


Igor dan pemuda lain tertawa terbahak-ahak. Aulia nampak syok dan ketakutan, apalagi Vara.


"Aulia, kau itu nonton film horor ya?" tanya Vara.


"Jijik, takut, seram, hueek...,"sahut Aulia yang masih merasa mual.


"Aduh, Aulia, aku jadi takut!" kata Vara.


"Hei, Vara, kalau kau takut terus, nanti jadi perawan tua loh," seru Igor disambut tawa teman-temannya.


"Hei, semua akan lebih bermakna kalau sudah waktunya!" celetuk Viceroy yang merasa terganggu dengan keributan teman-teman sekelasnya.


"Tuh, dengarkan sabda Viceroy si pemuda moralis!" kata Igor seraya tertawa. "Ini juga, calon bujang lapuk kalau sok suci begini," lanjut Igor.


Kejadian yang dialami Aulia tentu meninggalkan trauma pada alam bawah sadar Vara. Vara jadi tidak berani menyaksikan film dewasa. Namun, siapa yang akan menduga bahwa lima belas tahun kemudian ia memberanikan diri untuk menyaksikan film yang mau tidak mau, suka tidak suka, harus dipelajarinya secara sistem kebut sejam.

__ADS_1


...*****...


Vara segera mandi dan berendam dalam bak mandi yang dipenuhinya dengan sabun beraroma mewah, menggosok kulitnya agar bersih sempurna, memotong kukunya, hingga memakai wewangian yang menggoda. Keputusannya sudah bulat, ia harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.


__ADS_2