Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Pendekatan Ryo


__ADS_3

Ryo bergegas keluar dari mobil begitu sopirnya, Pak Dul, memarkirkan mobilnya. Beberapa hari terakhir ini ia begitu sibuk mengurus pekerjaannya. Kegagalan proyek Aurum Mining membuatnya harus bekerja lebih keras lagi untuk mencari proyek baru. Padahal Aurum Mining merupakan proyek besar yang sangat menguntungkan. Kesal rasanya, harus menerima kekalahan dari adiknya. Dugaan Ryo mengenai pernikahan Roy dan Laras ternyata bukan hanya sekedar asumsinya saja. Ryo melihat bukti berupa swafoto yang diunggah Laras di akun sosial medianya. Roy bahkan orang yang jarang bisa diajak berfoto. Ryo tahu betul, adiknya itu selalu minder terhadap dirinya sendiri. Ryo sering mengomentari hasil foto Roy yang selalu berekspresi seperti orang yang menantang berkelahi.


Ryo sudah menceritakan semua yang ia ketahui tentang Laras pada ibunya. Pernikahan Roy akan dibatalkan dan Roy jelas kalah bertaruh. 


Mata Ryo menangkap sosok Vara yang masih berkutat di depan layar monitornya. Bertahun-tahun wanita itu bekerja di perusahaannya, sebenarnya Ryo tahu saja, namun ia tidak peduli. Karena baginya, karyawan adalah karyawan. Ia selalu menjaga jarak terhadap karyawan demi menjaga profesionalisme kerja. Apalagi dulu karyawati begitu terang-terangan menggodanya. Mau tidak mau, Ryo harus membuat peraturan bahwa sesama karyawan dilarang terlibat hubungan asmara, semata-mata demi menjaga profesionalisme kerja. Ia tidak ingin pekerjaan terganggu urusan pribadi.


Dalam urusan selera terhadap wanita, tentu saja Ryo memiliki selera yang tinggi. Ia hanya berkencan dengan wanita-wanita yang selevel dengannya. Tak pernah terpikirkan olehnya, ia akan mengencani wanita biasa, apalagi pegawainya sendiri.


Sebenarnya Ryo tahu, selama ini yang selalu menyiapkan makan malamnya di kantor adalah Vara. Akhir-akhir ini Ryo menaruh perhatiannya pada Vara, Ryo selalu menguji wanita yang menarik perhatiannya. Membawa setiap wanita yang diujinya untuk menemani hobi memancing Ryo. Bagi kebanyakan wanita pasti merasa bosan dan mengeluh saat dibawa ke tempat yang membosankan seperti itu. Banyak wanita yang memilih untuk pergi meninggalkan Ryo yang kala itu menguji mereka untuk memasak ikan hasil tangkapannya. Ada beberapa yang bersedia memasak untuk Ryo, hanya saja rasa masakannya sungguh menyedihkan dan tak layak untuk dimakan Ryo.


Ryo sudah jatuh cinta pada masakan Vara. Sebut saja Ryo sudah gila, karena jatuh cinta pada rasa pedasnya sambal buatan Vara. Namun tentu saja ia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya. Jika Ryo mengencani karyawannya, itu tentu memalukan. 


Namun anehnya, Ryo sungguh tidak peduli, ia benar-benar ingin mengenal Vara lebih dekat dan mengencani wanita itu. Jika harus berkencan secara rahasia, Ryo pikir itu tidak masalah.


Vara baru saja merapikan meja kerjanya, Pak Dul, memasuki ruangan Vara dengan membawa bungkusan makanan untuk Pak Ryo yang harus disiapkan dan diantarkan oleh Vara.


Vara memang cukup lama tidak menyiapkan makan malam untuk Pak Ryo, ia sudah terbilang jarang lembur sejak menikah dengan Viceroy. Vara segera mengantar makan malam untuk Pak Ryo yang berada di ruang kerjanya.


"Permisi, Pak," kata Vara membawa nampan berisi makan malam Pak Ryo.

__ADS_1


Vara terkejut karena Pak Ryo langsung menyambutnya di ambang pintu. Pria itu tersenyum ramah, lalu mengambil nampan dari tangan Vara.


"Terima kasih," kata Pak Ryo.


"Sama-sama, Pak," balas Vara, bergegas meninggalkan ruang kerja Pak Ryo.


"Bu Vara, ada hal yang ingin saya diskusikan," kata Pak Ryo.


Vara duduk di sofa, menunggu Pak Ryo menyantap makan malamnya. Pria itu memesan menu soto daging.


"Bu Vara, bagaimana pekerjaan Anda akhir-akhir ini? Apa ada masalah?" tanya Pak Ryo.


"Bagaimana dengan undian liburan? Apa kau dapat hadiah ke Bali?" tanya Pak Ryo.


Vara menggeleng.


"Saya belum beruntung, Pak," jawab Vara.


Pak Ryo hanya ber-oh, entah mengapa merasa kecewa. Padahal ia berharap Vara bisa mendapat liburan itu, agar ia bisa mendekati Vara tanpa ada yang curiga sedikitpun.

__ADS_1


Ryo sudah merencanakan liburan tersebut untuk membawa Vara bersamanya. Mereka bisa mencuri waktu untuk pergi berduaan, dan menghabiskan waktu bersama untuk saling mengenal lebih dekat. Sayang sekali Vara belum beruntung.


"Kalau tidak ada hal lain lagi, saya permisi, Pak," kata Vara.


"Bu Vara, jika tidak keberatan, saya akan mengantar anda pulang," kata Pak Ryo.


"Terima kasih, Pak, saya akan pulang sendiri," kata Vara.


"Tunggu, saya akan bersiap-siap," kata Pak Ryo.


"Terima kasih, Pak, sungguh tidak perlu, saya takut sekali karena terakhir anda mengemudi bak pembalap F1," keluh Vara.


Pak Ryo menunduk, ia merasa malu.


"Maaf, sungguh saya minta maaf, saya tidak bermaksud begitu," kata Pak Ryo.


Vara segera pergi dari ruangan Pak Ryo dengan kepala tertunduk, sungguh ia tak ingin kejadian mengerikan itu terulang lagi, ia benar-benar mabuk perjalanan karena pria itu mengemudi secara ugal-ugalan.


  

__ADS_1


__ADS_2