
Laras berputar-putar mematut dirinya di depan cermin, riasan tebalnya sudah begitu sempurna di wajah, ia memakai lingerie berwarna hitam yang menurutnya begitu seksi, karena hanya menutupi asetnya saja. Ia sudah mempersiapkan diri untuk melakukan penyerangan pada Viceroy. Malam ini, pria itu harus berhasil ia taklukkan. Menurut informasi dari Bagas, bosnya itu begitu memasuki kamar hotelnya tak akan keluar kecuali hari sudah pagi. Laras sungguh senang, itu artinya ia bisa semalam suntuk memuaskan pria itu. Ia harus bisa membuat pria itu melupakan istrinya dan memilihnya. Ia akan membuat pria itu tergila-gila pada kemampuannya memuaskan pria. Ia sudah tak sabar untuk mencicipi Viceroy yang sungguh membuatnya birahi hanya dengan mengucapkan nama pria itu saja.
Viceroy bahkan memiliki tubuh tinggi dan atletis yang membuat Laras benar-benar tak sabar mencicipi pria itu. Apalagi pria itu rajin berolahraga, pasti benar-benar sangat perkasa di atas ranjang. Laras bahkan menyiapkan beberapa kotak pengaman beraneka aroma, yang disukai Laras. Aroma cokelat dan stroberi menjadi idolanya. Ia juga menyiapkan pengaman bergerigi yang pasti akan memberi sensasi yang berbeda. Belum lagi, Laras juga menyiapkan pelumas buatan sebagai antisipasi jika permainan mereka harus terhenti di tengah jalan. Laras sudah menargetkan untuk bercinta dengan pria itu hingga pagi tiba. Ia benar-benar sudah tidak tahan untuk segera merasakan keperkasaan pria yang nampak dingin itu.
Laras tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Pria mana yang sanggup menolak belaiannya? Apalagi pria itu sedang jauh dari istrinya. Sehingga akan sangat mudah bagi Laras untuk menundukkan pria itu di bawah kendalinya.
Laras bisa membayangkan betapa panasnya permainan cinta yang akan mereka lakukan nanti. Mengingat betapa segarnya Viceroy di matanya. Pria bertubuh atletis dengan kedua lengan yang begitu kokoh itu pasti akan begitu kuat saat memeluknya.
Bagas sudah memberi informasi kamar tempat Viceroy menginap. Laras segera memakai long coat bulu-bulu yang menutupi lingerie-nya, agar ia mudah memamerkan asetnya pada Viceroy begitu pria itu membukakan pintu kamar untuknya.
__ADS_1
Laras segera menekan bel di depan pintu kamar Viceroy. Ia menunggu dengan sabar, pria itu masih belum membukakan pintu kamar untuknya.
"Pak Viceroy, apa anda di dalam? Ini saya Laras," kata Laras dengan suara dibuat-buat mendesah manja.
"Pak, saya tahu anda di dalam, anda pasti kesepian, saya siap menemani anda," lanjut Laras.
Laras geram, ia menekan bel berkali-kali, bahkan menggedor pintu kamar, namun tidak ada jawaban dari pria itu.
Terdengar jawaban dari dalam kamar, Laras segera membuka lebar long coat-nya begitu terdengar pintu kamar terbuka. Laras segera berpose menantang. Namun, alangkah terkejutnya Laras saat pintu kamar itu terbuka, ia mendapati sosok wanita cantik bak boneka barbie dengan rambut pirang jagung menatap jijik pada Laras.
__ADS_1
"Baby, siapa pelacur ini?!" maki wanita berambut pirang itu ke arah Laras.
Laras terkejut, karena pria yang muncul dari dalam kamar bukanlah Viceroy, melainkan pria tua berperut buncit yang hanya memakai celana bokser.
"Siapa kau? Wanita jal*ng!" bentak pria tua buncit itu.
"Ah, sorry," kata Laras melangkah mundur, terlalu terkejut karena sosok yang ditemuinya bukanlah Viceroy.
Ia bahkan menabrak kereta dorong berisi koper yang dibawa oleh room boy. Laras menjerit saat tubuhnya tertimpa koper-koper besar.
__ADS_1