Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Pelakor


__ADS_3

Laras segera terbang ke Singapura begitu mendengar informasi dari Bagas, bahwa Bagas dan Viceroy ada pekerjaan di sana. Laras tahu, Viceroy sudah menikah, namun itu justru membuatnya semakin yakin untuk mengejar pria itu. Ia berpikir, bahwa pria lajang lebih sulit ditaklukkan karena begitu banyak kompetitornya. Sementara pria yang sudah menikah, saingannya hanya satu, yakni istri pria itu saja.


Laras sudah sering ke Singapura untuk berbelanja semua barang bermerek yang ia miliki. Desti dan Juni, dua wanita yang paling kepo saat Laras mengunggah swafotonya bersama Viceroy. Keduanya tak percaya ketika Laras memamerkan Viceroy sebagai incarannya. Sejak mengunggah fotonya bersama Viceroy, akun sosial media Laras kebanjiran pengikut. Semua orang bertanya-tanya, siapa pria tampan yang terekam kamera Laras.


Laras begitu bangga, baru dapat satu foto seperti itu saja, ia mendadak menjadi selebriti sosial media, apalagi mendapatkan pria itu?


Laras tak peduli, meski ia akan dicap sebagai perebut suami orang, karena pria itu memang sangat pantas untuk diperebutkan. Viceroy begitu tampan dan sangat kaya raya. Laras sungguh menyesal mengapa dulu ia tidak mengakrabkan diri dengan Viceroy. Padahal Viceroy cukup akrab dengan Riko. 


Laras dulu sungguh tidak tahu bahwa Viceroy adalah seorang pengusaha muda pemilik Royal Grup. Laras pikir Viceroy hanya teman klub bulu tangkis Riko. Karena pada saat itu, Riko memang belum bergabung dengan Royal Grup. Siapa yang akan menduga bahwa pria berpenampilan sederhana itu ternyata merupakan pemilik perusahaan besar yang nantinya akan menjadi atasan Riko? 


Laras menyuruh Desti untuk mengambil foto Laras dan Viceroy secara diam-diam. Juni tak mau kalah, ia juga harus dapat foto berdua dengan Viceroy. Dua wanita itu bahkan terlihat bertengkar memperebutkan tempat duduk, agar saat difoto terlihat hanya berdua saja dengan pria itu. Viceroy mengerutkan alisnya saat melihat kelakuan dua teman Laras yang berkasak-kusuk seperti cacing kepanasan. Bolak-balik meninggalkan kursi mereka seperti kutu loncat. Viceroy jadi kehilangan selera makannya, karena gerak-gerik para wanita di sekitarnya ini sungguh membuatnya tidak nyaman.

__ADS_1


"Pak Viceroy, setelah ini bergabunglah bersama kami di klub malam! Saya tahu sekali klub malam yang sangat terkenal di sini," kata Laras.


"Maaf, saya akan langsung kembali ke hotel, saya sungguh lelah," kata Viceroy. 


Laras tersenyum, namun dalam hati ia merutuk, padahal ia sudah merencanakan untuk menghabiskan malam di klub, lalu mengakhiri bersama pria itu di tempat tidur.


Mengapa pria itu justru bersikap dingin?


Apa menurut pria itu, Laras kurang seksi?


Pertanyaan-pertanyaan itu terus menerus berkecamuk di benak Laras.

__ADS_1


Laras bahkan sudah mendesak Bagas untuk mencari informasi mengenai istri Viceroy. Namun Bagas tidak mempunyai informasi apapun untuk dibagikan. Viceroy nampak menutup erat kehidupan pribadinya.


"Jangan-jangan Viceroy berbohong telah menikah?!" kata Laras saat menelepon Bagas.


"Tapi, berita yang beredar seperti itu," sahut Bagas.


"Lantas, mengapa pria itu menyembunyikan pernikahannya? Apa istrinya begitu jelek? Apa istrinya cacat?" Laras bertanya-tanya.


"Mana aku tahu, Laras" sergah Bagas.


"Jangan-jangan istrinya Viceroy adalah seorang pria, makanya begitu dirahasiakan?!" tebak Laras.

__ADS_1


Bagas memutar bola matanya, ia segera menutup telepon. Ia memang mendengar kabar bahwa atasannya itu telah menikah. Yang pasti, wanita yang menikah dengan Viceroy haruslah bermental baja, karena Viceroy dikenal sebagai pria temperamental.


__ADS_2