Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Kejutan Makan Siang


__ADS_3

Para karyawan menjadikan tontonan saat layanan katering ternama datang ke kantor Royal Grup dan langsung menata pantri sehingga nampak seperti acara kondangan. Meja panjang ditutup dengan taplak meja berwarna merah gelap dengan pita emas. Bunga-bunga artifisial berwarna putih dengan daun-daun emas menghiasi meja berisi aneka makanan prasmanan. Para karyawan bertanya-tanya, ada acara apa di kantor mereka sampai membawa layanan katering?


Tidak pernah ada acara atau perayaan apapun yang pernah dirayakan di perusahaan tersebut. Karena Penguasa Royal Grup tidak menyukai adanya perayaan di kantor lantaran berpegang teguh pada prinsip bahwa kantor adalah tempat untuk bekerja bukan tempat untuk merayakan apapun.


Ozy langsung meluncur ke tempat berkumpulnya keramaian. Banyak makanan yang tersaji di pantri, mulai dari makanan prasmanan standar berupa nasi, aneka lauk, mie goreng, hingga sup. Ada juga kambing guling, bakso, soto, siomay, batagor, gado-gado, sate ayam, hingga olahan sea food seperti kepiting lada hitam hingga ikan bakar.


"Ada acara apa ini?" tanya Ozy.


"Katanya, dari istrinya Pak Roy," jawab Mbak Yuni.


"Istrinya Pak Roy?!" Ozy terbelalak.


"Itu istrinya datang, katanya masih ngobrol dengan Pak Roy di ruang tamu," sahut Pak Satria yang sudah mencari info terlebih dahulu.


Mereka semua tentu saja kaget, karena tiba-tiba, seorang wanita asing datang mengaku sebagai istri Pak Roy dan meminta izin untuk mengaturkan makan siang untuk suaminya dan seluruh karyawan kantor.


"Ya ampun, istri Pak Roy sungguh romantis," puji Ozy.


"Akhirnya terjawab sudah siapa istri Pak Roy," sahut Mbak Yuni.


...*****...


Bagi Laras, mudah sekali masuk ke perusahaan itu dengan mengaku sebagai istri Pak Viceroy yang datang membawa jamuan makan siang untuk beliau.

__ADS_1


Melihat penampilan Laras yang terlihat meyakinkan, petugas keamanan menghubungi Pak Riko karena Pak Viceroy masih belum ada di tempat. Pak Riko mencoba menghubungi atasannya itu, namun sepertinya masih sibuk. Pak Riko berpikir bahwa mungkin itu kejutan yang dipersiapkan oleh istri beliau, sehingga Pak Riko mengizinkan layanan katering mempersiapkan sajian mereka.


Viceroy mengerutkan kening saat menatap pemberitahuan pesan masuk di jam tangan pintarnya. Riko mengatakan bahwa di kantor ada kejutan yang dipersiapkan oleh istrinya.


Viceroy berpikir, apakah Ozy sudah memberitahu identitasnya pada Vara? Lagi pula Viceroy sudah menyuruh Vara untuk menggunakan uang yang diberikannya. 


Viceroy tersenyum, Vara sungguh benar-benar penuh kejutan.


...*****...


Viceroy memarkirkan mobilnya di parkiran. Ia melihat banyak orang berkerumun, kehadirannya membelah massa yang berkerumun di sekitar pantri yang telah disulap menjadi tempat perjamuan makan.


Ia nyaris mengembangkan senyum di wajahnya, namun tidak jadi, lantaran melihat sosok Laras dari Aurum Mining yang berada di pantri, wanita itu memberi komando kepada petugas katering.


"Anda sungguh bermurah hati, Bu Laras," kata Viceroy.


"Ini hanya jamuan kecil saja, habisnya anda sulit sekali diajak makan siang bersama, Pak," kata Laras. "Jadi, saya pikir, tidak ada salahnya langsung datang dan mengajak anda makan siang di kantor anda, bersama para karyawan," lanjut Laras.


"Maaf. Saya merasa dua puluh empat jam itu kurang sekali Bu," kata Viceroy dingin.


"Bagaimana kalau kita makan sekarang, Pak?" ajak Laras.


"Maaf ya, Bu Laras, saya masih ada pertemuan bersama klien lain, tapi sungguh, saya berterima kasih atas kemurahan hati anda," kata Viceroy.

__ADS_1


Terlihat Laras kecewa, namun wanita itu berusaha menutupinya.


"Kalau begitu, saya permisi," Viceroy berpamitan.


Viceroy keluar dari ruang tamu, di lobi ia berpapasan dengan Ozy yang nampak takut-takut bertatapan dengannya. 


"Pak Roy," Ozy menyapa Viceroy.


Viceroy mengerutkan alisnya, bukankah Ozy biasa memanggil Viceroy dengan sebutan Mas Tampan?


Apa Ozy benar-benar tidak mengenalinya?


Viceroy bergegas pergi menuju ke tempat parkir. Ia memanggil petugas keamanan yang berjaga.


"Pak, lain kali, kalau ada orang yang mengaku sebagai istri saya, jangan biarkan masuk dan membuat keramaian di kantor!" kata Viceroy sebelum memasuki mobilnya.


Viceroy menghela nafas berat saat memasuki mobil. Sepertinya ia baru saja terkena prank.


...*****...


Sementara itu, Ozy nampak masih mengintai wanita yang mengaku sebagai istrinya Pak Roy. Sosok wanita berkulit eksotis yang memakai kemeja terusan tanpa lengan, pinggangnya ramping dan kecil, namun pinggulnya lebar. Rambutnya panjang dan ikal tergerai, wajahnya lancip dan bibirnya tebal bersapukan lipstik merah menyala. Ozy bertany-tanya, wanita beraset besar ini apa benar adalah istri Pak Roy?


Wanita dengan wajah yang nampak seperti waria di salon-salon yang ada di pasar.  Ozy merasa geli melihat bulu matanya yang nampak cetar anti badai, membuat mata kecil wanita itu tenggelam dalam lautan bulu mata. 

__ADS_1


__ADS_2