Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Menantang Bos Besar


__ADS_3

Gedung olahraga di pusat kota setiap Rabu malam dipenuhi oleh karyawan Victory Grup. Lapangan bulu tangkis sudah disiapkan oleh klub badminton perusahaan agar karyawan yang berminat untuk bermain bulu tangkis bisa menyalurkan kegemaran mereka. Bahkan setiap tahun selalu diadakan turnamen bulu tangkis internal untuk para karyawan. Perusahaan memang memfasilitasi karyawan untuk melakukan kegiatan positif di luar jam kerja. Vara termasuk salah satu karyawan yang gemar bermain bulu tangkis, Vara senang sekali karena perusahaan ini mendukung salah satu hobinya. Makanya, meski sudah tujuh tahun bekerja dan hingga kini belum juga mendapat promosi sebagai karyawan tetap, Vara tetap menyukai bekerja di perusahaan ini. Meski banyak teman-temannya yang mengajak Vara untuk pindah ke perusahaan lain, Vara masih tetap setia pada Victory Grup.


Lagipula Victory Grup sungguh berarti untuk Vara, sebagai perusahaan pertama yang menerima karyawan belum berpengalaman seperti Vara. Ditambah lagi ada Pak Ryo, pimpinan perusahaan yang begitu tampan dan sudah menjadi idola Vara sejak pertama kali melihat pria tersebut.


Pria bertubuh tinggi dan ramping yang senantiasa terlihat tampan. Terlebih pria itu sangat jago bermain bulu tangkis. Pak Ryo bahkan sengaja merekrut dua pemain bulu tangkis level pemain turnamen untuk menjadi karyawannya agar ada lawan yang selevel dengannya.


Pak Ryo bahkan terlihat begitu tampan mengenakan setelan baju olahraga berwarna putih. Pria itu memasuki lapangan dan mencari lawan main. Namun, dua pemain utamanya berhalangan datang. Padahal Pak Ryo sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke lapangan.


Vara ingin sekali melawan pria itu. Karena selama ini ia hanya duduk diam menonton permainan pria itu dari pinggir lapangan dan menjadi tim hore.


Pak Ryo nampak mulai menantang sembarang karyawan untuk menjadi lawan mainnya. Pak Miko terlihat mulai melayani pria itu. Namun, Pak Miko jatuh tersungkur saat mengejar bola, membuat pria itu tak mampu melanjutkan permainan.


"Pak, saya boleh menantang anda?" Vara mengangkat raketnya.


Pak Ryo menatap Vara dengan tatapan mencemooh.


"Maaf, aku tidak minat melawan wanita," kata pria itu tersenyum dingin.


"Satu set saja Pak," kata Vara memasuki lapangan.


"Baiklah, kalau jatuh, jangan menangis ya!" kata Pak Ryo.

__ADS_1


Pak Ryo rupanya terlalu meremehkan Vara, pria itu mengalami kekalahan yang membuatnya terguncang. Semua karyawan nampak bersorak girang seperti halnya Vara yang melompat-lompat girang karena berhasil mengalahkan pria itu. Pak Ryo tentu saja tidak mengerahkan seluruh kemampuannya, karena menurutnya untuk apa serius melawan seorang wanita?


Saat masih kuliah dulu, Vara memang sangat aktif bermain bulu tangkis lantaran ia mengikuti kegiatan klub, meski tidak pernah ikut turnamen eksternal, namun Vara sungguh suka sekali bermain bulu tangkis.


"Pak Ryo, traktir ya," seru salah satu karyawan yang merasa perlu merayakan kemenangan Vara.


"Baiklah," kata Pak Ryo.


Pak Ryo tersenyum menatap ke arah Vara yang masih terlihat merayakan kemenangannya di pinggir lapangan. Terlihat Vara berpose di depan kamera bersama beberapa karyawan lain. Entah mengapa pria itu merasa berdebar, konsentrasinya pecah saat melihat wanita yang tadi bertanding dengannya itu terlihat begitu fokus, dan anehnya itu sungguh seksi.


Pak Ryo tak pernah merasa seperti ini, apa karena ini pertama kalinya ia melawan seorang wanita?


Para karyawan segera menuju ke restoran yang menjual ayam goreng yang lokasinya tak jauh dari gedung olahraga. Vara yang duduk bersama beberapa karyawati tiba-tiba saja dipanggil oleh Pak Miko.


Vara tertegun saat pria itu memanggilnya bahkan mempersilakan Vara untuk duduk satu meja dengannya. Pelayan segera menyajikan berbagai macam hidangan ayam goreng dengan aneka saus. Mulai dari saus lada hitam hingga saus pedas di meja Pak Ryo. Vara duduk bersama para manajer Victory Grup.


"Siapa namamu?" tanya Pak Ryo ke arah Vara.


"Vara, Pak," jawab Vara.


"Sudah lama, bermain bulu tangkis?" tanya Pak Ryo.

__ADS_1


"Mulai serius waktu kuliah," jawab Vara.


"Sama, Bu Vara, saya juga ikut klub bulu tangkis waktu kuliah," sahut Pak Nazim.


"Saya mulai dari SMA," Pak Bram, Manajer Vara menanggapi.


"Kenapa kau tidak pernah ikut turnamen internal?" tanya Pak Ryo. "Setiap tahun pemenangnya itu-itu saja orangnya," komentar Pak Ryo.


"Maaf, Pak, saya jarang bisa datang ke lapangan," jawab Vara seraya tertawa.


"Iya, Pak Ryo, Vara selalu lembur di kantor!" seru Mbak Rani dari meja sebelah.


Pak Ryo menatap ke arah Vara yang nampak salah tingkah. Pria itu nampak mencuri-curi pandang pada Vara. 


"Turnamen tahun ini kau harus ikut," kata Pak Ryo. "Aku akan menjadi pasangan gandamu," lanjutnya.


Sontak pernyataan Pak Ryo mengundang keriuhan. Pak Ryo tersenyum melihat Vara yang nampak salah tingkah karena teman-teman kantor mengelu-elukannya.


Vara tidak tahu harus merasa senang atau justru terbebani. Menjadi pasangan ganda Pak Ryo tanpa harus mengikuti undian dari panitia tentunya akan menimbulkan kecemburuan sosial. Mereka semua tahu, bahwa menjadi pasangan ganda Pak Ryo itu artinya sudah pasti memenangkan turnamen.


Ponsel Vara berdering, terlihat wanita itu menjauh dari meja untuk menerima telepon. Pak Ryo masih menatap Vara dengan penuh minat, namun pria itu buru-buru mengalihkan pandangannya ke karyawan lain. Sungguh memalukan seorang pimpinan perusahaan sepertinya, yang membuat peraturan bahwa karyawan dilarang terlibat hubungan asmara, ketahuan mencuri pandang kepada karyawannya sendiri.

__ADS_1


"Teman-teman, saya permisi harus pulang," kata Vara berpamitan. "Pak Ryo, terima kasih atas traktirannya," kata Vara sebelum pergi meninggalkan restoran tersebut.


__ADS_2