Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Tentang Riko


__ADS_3

Vara baru berusia dua belas tahun saat pertama kali bertemu dengan Riko untuk memenuhi undangan pesta ulang tahun Riko yang ke tujuh belas. Ayah Riko bernama Pak Rusdy merupakan teman satu kantor Pak Slamet. Pak Slamet memiliki jabatan yang lebih tinggi dari Pak Rusdy. Keduanya memang sudah akrab bahkan sejak mereka masih bujangan. 


Riko tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, sopan, dan begitu dewasa, membuat Pak Slamet berandai-andai untuk menjadikan Riko sebagai menantunya.


"Bos, Riko boleh untuk anakku, ya," kata Pak Slamet melontarkan gurauan.


"Aduh Bos, masih belum ada apa-apanya Riko ini, kencing saja masih belum lurus," sahut Pak Rusdy tertawa.


Saat itu Riko merasa ayah mempermalukannya di depan teman-temannya. Yang benar saja, Riko harus dijodohkan dengan gadis kecil yang bahkan belum mengalami masa puber. Riko benar-benar dijadikan bahan ejekan teman-teman sekelasnya, terlebih kekasih Riko yang saat itu juga menghadiri pesta ulang tahunnya.


Vara sendiri masih terlalu kecil untuk mengerti apa itu perjodohan.


"Gila Riko, anak SD diembat juga," begitulah ejekan teman-teman Riko.


Sepuluh tahun kemudian, Vara bertemu kembali dengan Riko. Vara sudah menyelesaikan pendidikan sarjananya, saat itu, Pak Rusdy dan Pak Slamet berencana untuk menjodohkan Vara dan Riko. 


Namun Riko masih belum ingin menikah karena ia baru saja mulai meniti karir. 

__ADS_1


Pak Slamet dan Pak Rusdy mengalah pada keinginan Riko. Lagipula Riko memang tidak pernah tertarik pada Vara. Ia merasa Vara masih gadis kecil yang sama yang membuatnya malu karena jadi bahan ejekan teman-temannya.


Sembari menunggu Riko siap menikah, ibu meminta Vara melanjutkan pendidikan pasca sarjananya. Vara hanya menurut saja keinginan orang tua. Baginya asalkan bapak dan ibu senang, itu sudah cukup. Tiga tahun kemudian, saat Riko sudah memiliki karir yang bagus dan siap untuk menikah, namun Riko justru menikah dengan orang lain.


Pak Rusdy sungguh malu kepada Pak Slamet. Pria paruh baya itu benar-benar meminta maaf atas sikap Riko yang dinilai tidak konsisten dengan ucapannya. Riko terus mengulur waktu, memberi harapan palsu untuk Vara, namun pria itu akhirnya menikah dengan wanita lain.


Vara sama sekali tidak sakit hati dengan sikap Riko yang seperti itu, ia justru sakit hati karena keluarga Riko yang memandangnya sebelah mata dan merasa bahwa Riko adalah pria yang sangat dibutuhkan oleh Vara. Vara kecewa pada Riko, karena Riko sudah mengecewakan orang tuanya.


Vara bahkan tidak bersedia datang ke acara resepsi pernikahan Riko yang diadakan secara mewah dan besar-besaran. Meski akhirnya Vara menjadi bahan gunjingan tetangga, bahwa ia depresi karena ditolak oleh Riko.


Pak Rusdy dan Pak Slamet tetap menjaga pertemanan mereka dengan baik. Riko dan Vara tidak berjodoh memang sudah suratan takdir. Mereka semua menerima dengan lapang dada. Namun, Vara tetap tidak bisa memaafkan Riko karena sudah membuat bapak dan ibu harus menelan kekecewaan. Apalagi di awal-awal pernikahannya, Riko begitu memuja istrinya, memamerkan istrinya bagai barang antik yang semua orang harus tahu betapa beruntungnya Riko mempunyai istri yang begitu sempurna untuknya.


"Vara, kenapa kau tidak datang ke pesta pernikahanku? Perkenalkan, ini Laras, istriku yang jelita! Kutunggu undanganmu ya, segeralah menyusul ke pelaminan, semakin tahun usiamu tidak akan lebih muda," kata Riko sambil merangkul pinggang istrinya yang seperti gitar Spanyol.


"Oh, ini Vara yang katanya dijodohkan denganmu, Honey?" tanya Laras pura-pura terkejut.


Padahal Laras sudah tahu, karena Vara memang mengenal Laras, Laras adalah mahasiswi satu angkatan dengan Vara waktu kuliah dulu. Laras terkenal sebagai mahasiwi yang genit dan merasa paling seksi sejagad. Ia dijuluki piala bergilir sewaktu masih kuliah. Hanya saja, Vara tidak peduli mau Laras itu piala bergilir atau digilir, ia tak peduli. Karena pada dasarnya Vara memang tipe orang yang cuek. 

__ADS_1


Dan kini, Riko kembali bertemu dengan Vara. Pria itu malah mengatai Vara sebagai pelacur!


"Riko, atas dasar apa kau menuduhku jual diri?" tanya Vara.


"Aku mendengar kabar itu langsung dengan telingaku sendiri! Suamimu pergi meninggalkanmu begitu saja, kau keluar masuk hotel untuk menjual diri demi bisa membeli rumah! Ck, Vara, sungguh menyedihkan hidupmu," sahut Riko.


Vara tersenyum sinis, ia hanya menggelengkan kepalanya. Siapa lagi orang bodoh yang menyebarkan berita tidak benar itu? Vara malas memberi klarifikasi apapun, terserah orang mau berkata apa.


"Vara! Jika saja kau menikah denganku, hidupmu tidak akan terlunta-lunta seperti ini!" kata Riko menahan tangan Vara.


"Tolong lepaskan tanganku, Riko!" sergah Vara.


"Berapa kau jual dirimu kepada para pria hidung belang itu?!" bentak Riko.


"Lepaskan tanganku, Riko!" perintah Vara.


Riko menyentak tangan Vara, membuat tubuh Vara limbung dan jatuh terduduk di lantai. Riko segera meninggalkan Vara yang mengaduh kesakitan.

__ADS_1


Vara benar-benar kesal, ia segera memungut barang-barang bawaannya yang berserakan di lantai. Tiba-tiba saja tangan Vara menyentuh tangan seorang pria yang turut membantu Vara. 


nb : jangan lupa komen dan like kaka


__ADS_2