Akibat Taruhan Menikah

Akibat Taruhan Menikah
Teman Istri


__ADS_3

"Viceroy, kenalkan, ini Santika dan ini Ozy," Vara memperkenalkan suaminya kepada dua temannya yang nampak mematung.


Ozy langsung menjabat tangan Viceroy. Ozy bahkan meremas tangan Viceroy, berharap sangat bisa kecipratan tampan.


"Ozy," kata Ozy sambil melepaskan tangan pria di depannya yang nampak terkejut.


"Aduh, Vara, tampan sekali suamimu! Aku yang laki-laki ini saja begitu berdebar, apalagi kau ya?!" seloroh Ozy.


"Ozy," Vara melotot ke arah Ozy.


Ozy terkekeh namun tatapannya tak lepas memandang Viceroy. Ia benar-benar berharap bisa setampan pria ini. Namun bagi Viceroy, tatapan Ozy sungguh mengerikan, seakan pria di hadapannya ini ingin memangsanya. Membuat Viceroy merasa tidak nyaman.


"Maaf ya, saya terlalu senang melihat orang tampan!" kata Ozy terlihat salah tingkah.


"Terima kasih," kata Viceroy mendengar pujian dari Ozy yang membuatnya merinding.


"Mas ini model, ya?" tanya Santika.


"Bukan," jawab Viceroy.


"Tinggi sekali, ada dua meter ya, Mas?" tanya Ozy.


"Apa aku terlihat setinggi itu?" Viceroy balik bertanya.


"Makan apa sih, Mas, bisa setinggi itu? Badan juga bagus, fitness di mana? Saya mau juga," kata Ozy.


Viceroy hanya tersenyum, semua orang pasti berpikir seperti itu saat pertama melihatnya. Anehnya, hanya Vara yang tak bereaksi berlebihan saat bertemu dengannya. Wanita ini justru malah mengejeknya memakai lipstik, padahal sudah begitu lama mereka tak pernah bertemu.

__ADS_1


"Teman-teman, sepertinya aku masih ada urusan, nanti kita bertemu lagi. Ozy, ayo kita pergi," ajak Santika yang langsung mendorong Ozy pergi.


"Baiklah, sampai jumpa, Vara, Mas tampan," Ozy mengedipkan sebelah matanya, lalu pergi mengekori Santika.


"Ayo kita pergi," ajak Viceroy.


Vara bisa melihat orang-orang di sekelilingnya menatap Viceroy dengan penuh minat. Saat masih sekolah dulu, Viceroy memang sudah bertubuh tinggi, namun begitu kurus, sehingga dijuluki sengget bambu. Namun, siapa yang akan menyangka bahwa sekarang tubuhnya menjadi lebih proporsional. 


"Viceroy, aku tidak bawa helm," kata Vara begitu mereka tiba di tempat Viceroy memarkir sepeda motornya. "Apa kau mau melihatku berpura-pura gila kalau kita ditilang polisi?".


Viceroy memakai helm yang menutupi seluruh wajahnya. Ia segera menunggangi sepeda motor berbodi besar itu.


"Kalau aku sampai ditilang polisi, aku yang akan menilang polisinya!" sahut Viceroy.


Vara segera duduk di belakang Viceroy, pria itu segera melajukan sepeda motornya.


"Aku mengenalnya di tempat kursus memasak," jawab Vara.


"Kau bisa memasak?" tanya Viceroy sambil membuka helmnya.


"Kenapa kau terlihat begitu kaget?" tanya Vara.


Vara mengetuk pintu rumah dan bapak langsung menyambut mereka.


"Menantuku, apa kabar?!" bapak langsung merangkul Viceroy.


"Maaf, Pak, baru sempat kemari," kata Viceroy.

__ADS_1


"Aku pikir kau sudah pergi selamanya!" celetuk ibu yang tiba-tiba muncul.


Suasana langsung menegang, karena ibu terlihat berkacak pinggang.


"Maaf, Bu," kata Viceroy.


"Apa kau tahu? Aku malu sekali Vara jadi bahan gunjingan tetangga! Lantaran suaminya kabur begitu saja!" sergah ibu meluapkan emosinya.


"Ibu!" kata Vara tertahan.


"Susah ya, orang yang tidak punya sekolah memang tidak punya etika! Kerja cuma jadi pedagang ikan tapi begitu sok sibuk!" celetuk ibu.


"Ibu, cukup!" sergah bapak.


"Vara, besok Ibu dan Bapak akan pulang ke kampung! Kau mau ikut bersama kami, atau suamimu ini?!" cecar ibu.


Vara bisa melihat api kebencian yang membakar ibu, ibu benar-benar marah dengan Viceroy yang dianggapnya sudah keterlaluan. Di hari pertama pria itu menikahi Vara, pria itu justru pergi meninggalkan Vara.


Selama seminggu penuh ibu harus mendengarkan gunjingan tetangga yang sudah menyebut bahwa Vara sudah ditinggalkan suaminya.


"Maaf, Bu, saya bisa menjelaskan semua ini," kata Viceroy.


"Kau tak perlu menjelaskan apa-apa padaku!" potong ibu dengan geram.


Vara menghela nafas berat.


"Ibu, aku akan ikut suamiku," jawab Vara dengan tegas.

__ADS_1


nb : Jangan lupa komen dan like kaka


__ADS_2