Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Spesial Bab 100


__ADS_3

Menjelang jam makan siang,,,,,,


David keluar dari ruangannya dan menghampiri Kinara yang masih berada di meja kerjanya.


"Kina,, ayo berangkat"


"Ah iya kak,, sebentar, kina matikan laptop kina dulu" jawab Kinara


Setelah mematikan laptop nya, Kinara mengikuti langkah David menuju ke lobby kantor.


"A' David mau kemana?" tanya Audi yang tak sengaja bertemu mereka


"A'? A'a maksudnya?!" batin David


Kinara yang tidak mengerti pun hanya diam saja


"Jangan panggil aku begitu! panggil seperti biasa" ucap David dan Audi hanya cengengesan


"Kan sama aja artinya a', lagian Audi kan orang Sunda. Jadi wajar dong panggil aa'a gitu" jawab Audi


"Belum jawab pertanyaan Audi nih, kalian mau kemana?" tanya Audi lagi


"Ke kantor cabang, ada kerjaan yang harus kami urus" jawab David


"Ohh begitu,,, padahal aku mau ajakin makan siang bareng" jawab Audi


"Maaf ya Audi, ada kerjaan yang lebih penting dari makan siang"


"Tapi next time kita makan siang bareng ya a'!" ucap Audi lagi


"Gak janji. Kami pergi dulu" jawab David yang kemudian pergi meninggalkan Audi. Kina hanya tersenyum kecil saat melihat wajah kesal Audi setelah penolakan dari David.


Lalu Kina dan David pun masuk kedalam mobil dan meninggalkan kantor.


"CK! menyebalkan!!" sungut Audi yang kemudian pergi dari lobby.


"Kenapa Audi panggil Aa'a? itu artinya apa?" tanya Kinara


"Kakak dalam bahasa Sunda" jawab David


"Ohhh,,," sahut Kina


Sampainya di kantor cabang, David mengajak kina untuk makan siang terlebih dahulu, setelah itu mereka mengambil berkas penting dan juga bertemu dengan kepala cabang.


"Nanti akan saya sampaikan kepada tuan jika memang rencana untuk project baru sudah sepakat. Hanya ada 10 orang yang akan ikut kesana " ucap David


Setelah pertemuan mereka, David dan Kinara pun pamit kembali ke kantor pusat.


"Kak David, nanti siapa saja yang ikut?" tanya Kina


"Belum tau, nanti kita serahkan saja keputusannya pada tuan, kenapa? kamu mau ikut?" jawab David saat mereka sudah berada di perjalanan


"Kak David ikut?" tanya Kina


"Iya,,, karena bagaimanapun aku pasti akan mengawasi kinerja mereka-mereka yang ikut" jawab David

__ADS_1


"Kenapa tanya begitu? apa kamu mau ikut karena aku juga ikut?! kenapa hayoo?! apa,,,, kamu,,, suka padaku?!" goda David dengan senyum ledekan


Wajah Kinara memerah,,,


"CK! mana ada begitu?! Kina hanya bertanya! kina pengen ikut, katanya disana tempatnya bagus" ucap Kinara


"Kata siapa?" tanya David


"Mbah Google! hahahaha" jawab Kinara sontak keduanya tertawa


"Kamu benar-benar kocak!" ucap David disela tawa mereka


Keduanya terlibat obrolan ringan unfaedah, hanya ingin mengusir kesunyian didalam mobil selama perjalanan pulang. Obrolan mereka mengalir saja sampai tak terasa keduanya sudah kembali ke kantor dan berkerja kembali.


Didalam grup WA kantor pun jadi ramai saat wacana akan ada 10 orang yang ikut kedalam peninjauan proyek baru perusahaan, terutama Audi begitu aktif menjawab digrup setelah mengetahui jika David sebagai pengawas agenda itu.


"Aku gak boleh sia-sia in kesempatan ini untuk Deket sama kak David! aku harus minta ibu Ina, agar aku saja yang dikirim untuk ikut!" batin Audi yang kemudian segera beranjak dari meja kerja dan menuju ke ruangan kepala keuangan.


Waktu menjelang Malam,,,,,


Kina dan Indah tengah duduk santai di ruang tamu sambil menonton film bersama dan bertukar cerita. Kina menceritakan semua hal yang terjadi hari ini kepada Indah, dan tampak indah menilai, jika adik iparnya itu seperti memiliki perasaan lebih dari sekedar teman biasa kepada David. karena tak henti-hentinya menceritakan kebersamaan mereka.


"Kak Indah, kira-kira kalau kina mau ikut ke peninjauan proyek baru itu dibolehin gak yahh sama kak Ibra? itu kan gak ada hubungannya dengan bagian sekertaris " ucap Kinara


"Bilang saja kamu mau ikut karena ingin tau tempat disana. pasti kak Ibra ngebolehin" ucap Indah


"Takut gak dibolehin,,,, kak indah yang bilang yahhh nanti sama kak Ibra,, bilang gitu kina pengen ikut kak,,, hehehe ya kak indah cantikkk?" ucap Kinara merayu Indah


Indah tersenyum kecil, ia pun mengangguk saja setelah mendengar bujuk rayu Kinara.


Setelah cukup lama mereka berada di ruang tamu, bahkan film yang mereka tonton pun telah habis, keduanya memutuskan untuk beristirahat dikamar masing-masing. Sementara itu, Ibra sudah diperjalanan pulang dari perjalanan dinasnya. Harusnya besok ia pulang, namun rindu yang menggebu dan masih tertahan sudah akan meledak saja, hingga Ibra memutuskan untuk pulang malam ini setelah seharian merapel semua pekerjaannya.


Tepat pukul 22.00 WIB,,,


Ibra memasuki apartemen namun sudah terlihat sepi. Seperti nya Kina dan Indah sudah tidur malam itu. Lalu Ibra Manarik kopernya menuju ke kamarnya. Benar saja, terlihat Indah tertidur pulas didalam selimut putihnya. Ibra tersenyum lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum menyentuh istrinya.


"Eemmm,,,," eluh Indah saat merasakan usapan lembut pada perutnya.


"I Love you" bisik Ibra begitu pelan


"Mas,,,,?" ucap Indah terbangun namun Ibra menutup mata Indah


"Jangan buka mata,, cukup kamu rasakan saja sayang" bisik Ibra membuat Indah meremang saat sapuan lembut dan hangat menerpa dirinya.


"Kapan mas sampai?" tanya Indah


"Belum lama,,, aku merindukanmu" ucap Ibra membalikan Indah dan membuat keduanya berhadapan meski Indah tidak membuka matanya


"Indah juga mas" jawab Indah


Kecupan sayang mendarat mulus di kening Indah cukup lama.


"Tidurlah,,, sudah malam" ucap Ibra membawa Indah kedalam dekapan hangatnya. Indah tersenyum kemudian keduanya pun beristirahat bersama.


.

__ADS_1


Waktu menjelang pagi, Ibra dan Indah baru saja selesai menjalankan ibadah subuh mereka.


"Mas,,, aku ingin bicara"


"Katakan nda" Ibra duduk ditepian tempat tidur sementara Indah mengambil kain hitam dan menutup mata nya sebentar


"Kenapa mesti di tutup?" tanya Ibra


Lalu Indah duduk di dekat Ibra dan mera ba mencari tangannya dan mengusapnya perlahan lahan


"Mas,,, di kantor ada agenda kunjungan ke proyek terbaru ya mas?" tanya Indah pelan


"Iya,,, kenapa? jangan bilang kamu mau ikut kesana?! gak ya! gak boleh! kamu lagi kondisi hamil muda! mas gak akan ngebolehin kamu melakukan perjalanan jauh! mas gak mau Ter,,,,,,,"


"ssssttttt,,,,, dengerin dulu indah ngomong mas,,, Bukan indah yang mau ikut, tapi Kinara" jawab Indah


"Kina?! No! disana tidak ada yang menjaganya! lagian dia tidak tau tempat-tempat di sini, bagaimana jika terjadi apa-apa?!"


"Mas,, kina udah gede, lagian ada David, dan juga pegawai lainnya kan? bukan kina sendiri. Pasti kina bisa menjaga diri mas" jawab Indah


"Gak sayang! tetep mas gak izinkan Kinara ikut!"


Tidak ada pilihan lain, planning A merayu Ibra gagal, Indah mengambil jalan pintas. Indah membuka pakaian atasnya, dan membuat Ibra tercengang


"Kamu mau apa?" tanya Ibra


Indah tak menjawab dan langsung mendorong Ibra hingga terlen tang diatas kasur empuknya. Indah merangkak naik menggapai suaminya


"Ini jalan pintas mas!" jawab Indah dan Ibra terkekeh


"Bener-bener Nakal kamu yah!!" jawab Ibra yang tak mampu lagi bicara saat Indah memberikan rasa


Nikmat,,,,,,,


.


.


.


Hallo readers,,,,,


Yuk dukung karya uni dengan berikan Like, vote dan komen kalian yah,,


Dukungan kalian sangat berarti banget buat uni, untuk terus semangat nulis dan lanjutin ceritanya.


Semoga kalian gak bosen dan tetep setia nungguin update cerita ini😁


follow juga akun IG uni yah


@uniramadhani.id


Love you semua


❤️

__ADS_1


__ADS_2