Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Ancaman


__ADS_3

Tidak ingin mendapat amukan dari Ibra, Zack pun memilih untuk pergi dari kantor itu. Ibra begitu kesal saat Zack seperti menyamakan Indah dengan wanita-wanita bayarannya, karena itulah Ibra menatapnya tajam dan hampir saja ingin menghajar Zack saat itu andai saja David tidak masuk keruangannya.


Setelah Ibra dan Zack menyelesaikan urusan kerjaan mereka, Ibra pun pergi bersama David untuk bertemu klien mereka di sebuah restoran yang tak jauh dari kedai Keluarga Indah. Sementara Zack kembali ke kantornya. Tentu saja Zack akan menyampaikan berita bahagia itu kepada Dores.


Indah yang sudah sampai di kedai pun membantu kedua orang tuanya berjualan roti di kedai itu.


"Udah nda,, kamu duduk aja!" ucap ibu ayu


"Indah masih kuat kok Bu, lagian cuma gini aja kerjaan gak berat" jawab Indah menyusun kue-kue di estalase


"Ibu,,, ini kuenya ibu Indira, saya anatarkan dulu ya" ucap salah satu pegawai baru kedai.


"Iya Lin, kamu hati-hati naik motornya" ucap ibu ayu


"Baik Bu"


"Beruntung banget dapet mantu pengertian kayak nak Ibra,,," ucap Ibu ayu


"Mulai deh, muji-muji mantu!" ucap Indah


"Iya lah, mantu kesayangan ibu itu!" sahut ayah Indah yang baru saja kembali dari mengantar pesanan roti yang tak jauh dari kedai mereka. Ibu dan Indah pun terkekeh.


"Iya dong mantu kesayangan!" jawab Ibu dengan bangga


Obrolan mereka pun berlanjut hingga makan siang bersama. Setelah mereka sholat Zuhur, Ibra baru saja sampai ke kedai bersama David. Namun David akan kembali ke kantor, sementara Ibra saja yang tinggal di kedai.


"Sudah makan siang ?" tanya Ibra kepada Indah saat keduanya duduk di sofa


"Sudah mas, tadi sama ibu dan ayah. Mas sudah makan siang?" tanya Indah


"Udah,,, Oh iya gimana kedai hari ini Bu? rame?" tanya Ibra saat ibu Ayu memberikan Ibra secangkir cappucino


"Alhamdulillah nak Ibra, kayak air ngalir aja pembelinya" jawab Ibu


"Alhamdulillah,,, Rencana Ibra nanti di lantai atas kita jadikan kayak mini cafe gitu gimana yah?" tanya Ibra ketika pak Idris baru saja bergabung bersama mereka


"Ah,, ide bagus itu,, ayah setuju saja" jawab pak Idris


"Baiklah, nanti Ibra akan rancang untuk dekor Cafenya. Mudah-mudahan semakin rame" jawab Ibra


"Terimakasih ya mas" Ucap Indah dan Ibra tersenyum.


"Pak, Bu, saya mau ajak Indah keluar sebentar " ucap Ibra


"Oh iya silahkan,,, kamu tidak perlu izin kami lagi. Kamu kan suaminya" jawab Ibu

__ADS_1


"Kalau saja Indah mau bantu-bantu disini" ucap Ibra


"Ah,, gak,,, kan sudah ada Linda yang bantuin kami disini" jawab Ibu Ayu


Kemudian Ibra dan Indah pun berpamitan dan pergi dari kedai itu setelah mobil Ibra kembali ke kedai bersama pak Saman.


Sementara Kina berada lantai atas sendiri. Saat Kina baru saja kembali ke meja kerjanya, Kina melihat sebuah kotak kado berwarna pink terdapat diatas meja kerja Kina. Kina begitu penasaran kotak kado itu dari siapa dan untuk siapa


"Eh dari siapa ya?! gak ada namanya! hanya ada tulisan untuk Kinara! apa isinya?!" batin Kina membolak balikkan kotak itu mencari siapa pengirimnya.


Lalu Kina membuka pita pada kotak kado itu setelah itu tutup kadonya. Saat kotak itu terbuka, sontak saja Kina terkejut bukan main saat melihat isi dari kotak itu


Kina melihat ada boneka dengan sobekan- sobekan pada badan boneka itu dan diberi warna merah seperti darah didalam kotak itu, dan melihat ada tulisan didalam nya lalu kina membacanya


🔥JAUHI DAVID! ATAU KAU AKAN BERNASIB SAMA SEPERTI BONEKA INI!🔥


"Aaaaaaa!!" Teriak Kina kaget juga ketakutan.


Kina ketakutan bukan kepalang, lalu ia membuang kotak itu ke kotak sampah dengan perasaan cemas.


Ting!


Pintu lift terbuka David keluar dari sana, David pun melihat Kinara seperti gradak gruduk mencari sesuatu didalam tasnya. Dengan cepat David berhambur menghampiri Kina


"Kak David!" ucap Kina yang langsung menubruk David dan memeluknya dengan begitu erat karena takut.


"Hey!! kamu kenapa?!" tanya David merasakan hawa dingin pada pelukan Kinara


"Kina,,, kina takut kak!" jawab Kina dengan suara bergetar


"Takut?! takut apa?! siapa yang mengganggu mu?!" tanya Kina


"Gak tau! tapi,, ada orang yang mengancam kina kak!" jawab Kina yang kemudian David melepas pelukan Kinara


"Mengancam?!" tanya David dan Kina mengangguk. Wajah Kinara benar-benar pucat karena ketakutan tanpa dibuat-buat. Lalu Kina menunjukkan kotak berisi boneka dan juga tulisan ancaman yang sudah dibuangnya kedalam kotak sampah kepada David. David pun kaget ketika membaca isi dari ancaman itu.


"Siapa yang melakukan ini?!" ucap David bertanya-tanya


"Mungkin,, orang itu suka sama kak David, atau bisa jadi dia jugalah yang mengirimkan kak David sarapan beberapa hari ini" ucap Kina


"kamu tau ada orang yang membuatkan ku sarapan?!" tanya David dan Kina mengangguk


"Iya, kina tau kok. Kina,, sempat curiga ada orang yang sengaja melakukan ini semua kak. Waktu kita pulang dari rumah kak Indah, Kina sempat melihat ada orang yang mengawasi kita. Tapi Kina gak kenal dia siapa" ucap kina


"Kenapa kamu gak bilang?!" tanya David

__ADS_1


"Mana sempet bilang, kak David main tarik kina aja masuk kedalam lift!" sungut Kina


"Mungkin dia fans berat kak David dan dia takut kalau ada wanita lain deket sama kak David" ucap Kina


"Siapa?! kamu?!" tanya David


"Mungkin saja!" jawab Kina


"Memangnya kita sedekat apa?!" tanya David memacing kinara


"Ntahlah, aku juga gak ngerti! pokoknya Kina akan cari orang yang sudah melakukan ini semua sama Kina! sampai dapet pokoknya!!" Ucap Kinara dengan membara


"Tadi ketakutan, sekarang udah enggak?! atau karena udah dipeluk tadi jadi hilang takutnya" tanya David


"Bukan takut! cuma kaget hehe! " jawab Kina


"Lagian tadi tuh refleks aja tau!! jangan diambil hati! apalagi jantung!" sungut Kina


"Oohh cuma refleks!" jawab David sedikit kecewa


"Kenapa mukanya kayak kecewa gitu?! ngarep banget kina peluk?!" ucap kina dan membuat David membulat


"Kamu ya!!" ucap David mencapit hidung Kinara gemas


"Mau bantuin kina gak, buat nangkep pelakunya?!" tanya Kinara


"Boleh, siapa takut!" ucap David


"Beneran?!" Tanya Kina


"Iya,,, centil!" ucap David mengacak-acak poni Kinara


"Aku bukan anak kecil kakkkkkkkk!!" Kinara melepaskan tangan David yang nangkring diatas poninya.


David terkekeh saat melihat wajah Kinara kembali seperti biasa tidak pucat Pasih lagi seperti tadi. Setidaknya ketakutan nya sudah sirna dari dalam dirinya.


.


.


.


Bersambung,,,, 💕


Dukung uni dengan komen, like, dan vote kalian yah readers uni. Biar uni makin semangat 😁😅

__ADS_1


__ADS_2