
Setelah berkunjung ke rumah sakit, David mengajak Kinara mampir di salah satu tempat yang menjual banyak food street searah jalan mereka pulang. Terlihat begitu ramai, keduanya pun sangat antusias saat melihat banyak sekali pilihan makanan yang bisa mereka nikmati malam ini.
"Kak Kina mau ini" ucap Kina saat menunjuk kebab Turki yang begitu menggoda
"Boleh,,," jawab David
Lalu kina memesan 2 porsi kebab untuknya dan satu untuk David, kemudian mereka berdua duduk di dekat gerobak penjual kebab itu
"Rame banget ya,,,, kina jarang keluar meski lahir di kota ini" ucap Kinara sembari menunggu kebab mereka matang
"Anak rumahan, wajar" jawab David
Mereka begitu senang melihat keramaian orang dimalam itu. Belum lagi banyaknya pedagang yang menjual beraneka ragam makanan, sampai mereka bingung mau makan apa. Beberapa menit kemudian kebab keduanya pun sudah terhidang diatas meja kecil.
"Hehe,, Oh iya, kapan kita nikah kak?" tanya Kinara dengan cengengesan
"Beneran kamu mau nikah dalam waktu dekat?! ngebet banget sih? gak takut LDR an?!" tanya David dengan mencubit gemas pipi kinara saat Kinara tengah menikmati kebab Turki nya.
"Takut rindu sih,,, tapi sebentar lagi kan kina lulus kuliah juga, lagian kasihan mami gak ada yang bantuin ngurus perusahaan." jawab kina
"Kak David sih terserah kamu, mau secepatnya menikah ya ayo, mau nunggu kamu selesai kuliah juga ayo. Kita harus sama-sama komitmen "
David menggenggam tangan Kinara diatas meja dengan tatapan lembut penuh cinta
"Menikah itu resikonya juga banyak, apalagi LDR an, harus punya hati yang kuat untuk saling percaya"
"Tapi,,, kina lebih takut hamil, kina gak bisa bayangin kalau perut kina besar seperti ibu itu, terus kak David gak ada di samping kina" ucap Kinara melihat kedepan dan disana ada seorang ibu-ibu hamil bersama suaminya tengah membeli makanan, David menoleh kearah yang sama, dan sekilas dia melihat pria disampingnya seperti Ibra.
"Kalau belum siap hamil, kita tunda dulu kan bisa. Rasa hatiku tuh ketar ketir setiap kali deket kamu bawaannya pengen ini dan itu. Kalau sekarang kayak banyak mata-mata mengintai, tapi kalau udah nikah kan aman, gak takut kepergok pas lagi berduaan" jawab David
"Memang bisa di tunda?" tanya Kinara dengan bingung
"Bisa,,,, kamu tenang aja" jawab David mesam mesem
"Kak David pro bangett sih?! sering banget ya?!" tanya Kina penasaran
Pletaaakkk
"Apanya yang pernah hah?!" tanya David
__ADS_1
"Ooohhh Sakittt tau!! enak aja jidatku di jitak!! itu yang tadi siang kayak bukan pemula! Sering ya?!" tanya Kina lagi namun kali ini tidak berani menatap David
"Usia kak David bukan remaja lagi, tentu pemikiran juga bukan kekanakan. Kina memang bukan yang pertama, tapi yakinlah yang seperti tadi siang itu baru pertama kali. Naluri kelelakian itu bisa dengan mudah terpancing saat ada yang menggoda" jawab David .
"Maaf, Habis kak David kayak cewek lagi PMS aja kalau cemburuan hahaha" jawab Kinara tertawa
"Kamu ini, pinter banget ngeledek kak David!!" Sungut David namun tak marah
"Kak,,, lihat deh itu, kesian banget sih ibu hamil itu, kayak ngerengek-ngerengek gitu ke suaminya" ucap Kinara menunjuk lagi ke arah tadi dan David mengikuti arah pandang Kinara. Memang terlihat disana sekarang ibu itu seperti kesal pada suaminya
"Kamu gak tau itu siapa?! coba deh perhatikan lagi" ucap David terkekeh saat melihat indah memukul Dada Ibra dengan kesalnya
"Siapa,,,, Itu kak Indah?!" ucap Kinara memasang penglihatan dengan benar
"Iya,,,"
"Eh mau kemana?!" tanya David saat Kinara beranjak dari tempat duduknya
"Nyamperin mereka kak, ngapain coba berantem di tempat umum gitu?!" sungut Kinara yang teru berjalan menghampiri indah dan Ibra yang tengah berada di depan seorang pedagang makanan
"Kak Indah"
Indah dan Ibra menoleh bersama ke samping
"Iya,,, kami lihat kalian berdua berantem, kenapa kak? apa yang di lakukan kak Ibra pada kakak?!" tanya Kinara yang sudah siap mengomeli kakaknya jika sampai menyakiti Kakak iparnya
"Siapa juga yang berantem! itu, bilang sama kakak ipar mu! dia gak boleh makan pedas!" sungut Ibra merasa tidak bersalah
Indah mencubit lengan Ibra sebagai kode agar diam.
"Beneran kak?! kan kak Indah emang gak boleh makan pedes" ucap Kinara balik menatap Indah
"Kan pengen,,,,! nanti kalau anak kita ngiler gimana masss?! " ucap Indah memelas didepan mata Ibra
"Ya sudah,, ya sudah,, efendim, lütfen o yemekten bir porsiyon yapın, çok baharatlı olmayın" ucap Ibra pada pedagang itu dengan pasrah
(Pak, tolong buatkan satu porsi makanan itu, jangan terlalu pedas)
Bapak penjual itu tersenyum saja melihat mereka akhirnya tidak bertengkar lagi.
__ADS_1
Tak lama kemudian makanan yang diinginkan indah pun sudah selesai di siapkan, lalu Ibra membayarnya dan
"Ayo semuanya pulang" ucap Ibra
"Kami juga?!" tanya Kinara
"Ya!" jawab Ibra tegas
"CK, perginya sendiri-sendiri pulang kok ngajak-ngajak!" protes Kinara namun percuma karena David sudah menarik tangannya untuk mengikuti langkah Ibra dan indah yang berada didepan mereka. Sampai di parkiran mereka masuk ke mobil masing-masing dan menjalankan mobil pulang kerumah. Sepanjang perjalanan, Indah begitu asyik menikmati makanan yang sedari tadi diributkan bersama Ibra.
"Emmmm,,,,, enakkkkkk"
Beberapa menit kemudian mereka berempat sudah sampai di depan rumah mami. Mereka turun lalu masuk kedalam rumah bersama
"Assalamualaikum " ucap Ibra saat membuka pintu dan masuk kedalam rumah bersama yang lainnya.
"Wa'alaikumsalam,,, loh bisa barengan gini pulangnya?" tanya mami saat melihat ke empatnya masuk dan mami berada di ruang tengah sedang menonton televisi.
"Ketemu di jalan tadi" jawab Ibra
"Bu, Tuan, Kami ingin bicara sebentar bisa?" ucap David menghentikan langkah Ibra yang akan ke kamar bersama Indah
"Mau bicara apa?" tanya Ibra berbalik
"Duduk dulu kak!" ucap Kinara
Lalu mereka pun duduk bersama di ruang tengah, cukup menegangkan, namun David memberanikan diri untuk mengatakan semuanya malam ini.
"Begini Bu,,, tuan Ibra,,, Kami berdua ,,, berniat untuk menikah dalam waktu dekat"
Deg!
.
.
.
.
__ADS_1
To be Continue 🔥
Bab bab terakhir gak ada support lagi dari para readers, jadi sedih ahh😣