
Jam makan siang sebentar lagi, Audi yang sudah tidak sabar untuk makan siang bersama David, hingga ia pun menyusul David ke lantai atas. Tentunya Audi sudah tampil maksimal siang itu, cantik sudah pasti.
Ting!
Pintu lift terbuka dan Audi keluar dari pintu lift itu berjalan menuju ke ruangan David tanpa memperdulikan Kinara. Lalu Audi mengetuk pintu ruangan David dan masuk kedalam. Tak berselang lama, Audi dan David keluar dari ruangan David.
"Kina Ayo ikut" ucap David
"Loh kak! kok ngajak Kinara?!" tanya Audi sedikit terlihat tidak terima. Kinara akan menggangu makan siang mereka
"Memangnya kenapa? kita kan mau makan siang, dia juga begitu. Lebih enak makan bersama-sama" jawab David
"Tapi kak,,,,,"
"Mau ajak dia atau kita gak jadi makan?!" tanya David
"Ya udah deh,,, ajak aja" jawab Audi cemberut.
Kina ingin sekali tertawa melihat Audi berubah bete. Namun apa peduli Kinara, justru itu yang diinginkan gadis itu. Kemudian ketiganya pun masuk kedalam lift dan turun kebawah.
Sampainya di parkiran, tentu Audi sudah menyerobot untuk duduk didepan bersampingan dengan David sementara Kinara kebagian duduk di belakang. Tak apa bagi Kinara, dia ingin melihat permainan Audi sekarang.
Beberapa menit kemudian, ketiganya sampai di mall, dan mereka mencari tempat untuk makan siang bersama
"Kak David mau pesan apa?" tanya Audi dengan antusias, sementara Kinara hanya melirik saja
David memilih makanan dan minumannya,
"Saya juga sama ya mba" ucap Audi pada pelayan itu
"CK! menyebalkan! aku seperti obat nyamuk saja!" batin Kinara kesal sendiri
"Kina,,, mau makan apa?" tanya David
"Ah,,, ini saja kak, minumnya ini" ucap Kinara menunjuk makanan dan minuman yang diinginkan
Kemudian pelayanpun pergi dan menyiapkan pesanan mereka.
"Kak David udah lama ya kerja di perusahaan itu?" tanya Audi
"Iya" jawab David
"Wahh kerennn! kalau aku baru lulus kuliah, dan pas ikut tes waktu itu, ternyata lulus dari ribuan orang yang mengikuti tes. Seneng banget aku!" ucap Audi
"Hem,, selamat ya" ucap David terlihat hambar.
"Iya,,," jawab Audi tersenyum bangga
"Kalau kamu kina, kok bisa kamu magang di kantor itu? bukannya sulit ya seleksinya?" tanya Audi kepo
"Ah,,, ya aku beruntung saja bisa mendapatkan kesempatan itu" jawab Kinara. Kina tidak ingin Audi tau jika dirinya adalah adik pemilik perusahaan
__ADS_1
"Ohh gitu,,, Oh iya kak David, gimana makanan yang aku siapkan? enak gak kak? sesuai selera kak David gak? aku masak sendiri loh" ucap Audi
"Enak" jawab David terlalu jujur dan tentu membuat Audi bangga
"Wahh,,, seneng deh kalau kak David suka sama masakan Ku. Nanti kapan-kapan kita makan malam di rumahku yah,, mau kan?" tanya Audi tak henti-hentinya memepet David
"Belum tau" jawab David
Makanan sudah terhidang, mereka pun menikmati makan siang mereka bersama. Kina merasa benar-benar seperti sapi ompong karena tak dianggap keberadaanya oleh Audi. Hanya saja Sesekali David mengajaknya bicara, sementara David menjawab pertanyaan Audi dengan singkat- singkat saja. Setelah selesai makan siang, ketiganya pun kembali ke kantor, dan Audi kembali menyerobot untuk duduk di samping David.
"Ini mobil kak David ya?" tanya Audi
"Bukan, ini mobil kantor" jawab David
"Ohh gitu,,,," jawab Audi
Memang benar, mobil yang dipakai David adalah mobil dari Ibra untuk memfasilitasi David sebagai asprinya.
Sampainya di kantor Audi menuju keruangannya dengan hati bahagia, sementara David dan Kinara menuju ke lantai atas berdua.
"Uluh uluh yang lagi jatuh cinta! apalah aku yang hanya jadi obat nyamuk saja! nyesel deh ikutan!" ucap Kinara menyindir
"Siapa yang jatuh cinta hah?! agresif gitu!" sungut David
"Jiaaaa! bukannya seneng kak?! cantik loh!" ucap Kinara
"Gak seneng! siapa yang seneng! aku gak suka" jawab David dan Kina terkekeh
"Yang pastinya dia Solehah, lembut, dan sayang keluarga, berkepribadi hangat!" jawab David menghilang dari peredaran karena sudah masuk kedalam ruang kerjanya
Deg!
Kinara terdiam sendiri, dan pikirannya tertuju pada kakak iparnya. Ntah kenapa kina malah berfikir begitu, ciri-ciri yang dikatakan David sangat persis seperti Indah.
"Apa Kak David suka pada kak Indah?!" ucap Kinara
Kinara mengusir pikiran-pikiran buruk yang tiba-tiba muncul didalam otaknya.
.
Tanpa terasa jam kerja pun selesai. Kinara yang tidak ingin bertemu David, memilih pulang lebih dulu menggunakan taksi. Namun sampainya di lobby, Kinara melihat Audi pulang dengan menyetir sendiri mobil yang cukup mewah. Tentu saja terlihat dari penampilan Audi bukanlah wanita biasa, dan bisa jadi dia adalah anak orang kaya. Namun kina tidak ambil pusing, ia pun mencari taksi dan pulang menuju ke apartemen.
Begitu sampai di apartemen, Kinara bertemu dengan Indah yang tengah memasak di dapur mini miliknya
"Kak Indah masak apa?"
"Ah kina,,, sudah pulang kamu? ini Kaka Indah masak sup ayam, Kakak gak denger kamu masuk" jawab Indah
"Tadi aku ngucap salam, tapi gak ada yang jawab. ternyata Kaka lagi masak." ucap kina yang kemudian duduk
"Kamu kenapa?" tanya Indah melihat wajah Kinara tidak Seperti biasa
__ADS_1
"Gak papa kak, capek aja kali" jawab Kinara
"Ohh,,, mandi dan istirahat. Siapa tahu setelahnya membaik lagi" ucap Indah dan diangguki Kinara, Lalu Kinara beranjak menuju ke kamarnya.
.
Tok
Tok
"Kina,,, ayo kita makan malam" ajak Indah saat selepas Maghrib
Ceklekkkk
Kina membuka pintu dan ikut Indah menuju meja makan, disana sudah terhidang makan malam untuk keduanya.
"Kalau ada masalah, kamu cerita aja sama kakak. Siapa tau dengan cerita bisa mengurangi beban pikiran kamu" ucap Indah
Kinara masih ragu menanyakan hal itu, namun dirinya begitu kepikiran.
"Emm,,, kak Indah dan kak David beneran berteman ya?" tanya Kinara
"Hah? kenapa tanya begitu? jelas kami hanya berteman" jawab indah cepat
"Jadi, kak Indah hanya menganggap teman?!" batin kinara
"Gak ada perasaan lain kah dulu?" tanya Kinara
Indah tersenyum, sekarang ia mengerti kenapa adik iparnya murung begitu.
"Iyaaa kina,, dari awal pertemuan kami, kakak hanya menggapnya teman, gak lebih dari itu"
"Apa kak David saja yang suka pada kak Indah?!" tanya Kina
Deg!
Indah terdiam
"Kalau,,,, itu,,,, kakak gak tau,,, David tidak pernah berkata apapun pada kakak. Tapi,,,, waktu itu,,, mas Ibra pernah bilang jika,, David menaruh perasaan pada kakak, dan karena hal itu kakakmu cemburu tak beralasan, padahal kakak tidak pernah menanggapi perasaan David dan hanya menganggapnya sebatas pertemanan" jawab Indah merasa tidak enak menyampaikan semuanya pada Kinara, takut jika dia patah hati
Kina menghela nafas kasar begitu mengetahui semuanya. Ternyata benar dugaannya, David memiliki perasaan pada kakak iparnya.
"Kamu jangan berfikir buruk terhadap kak Indah. Kak Indah,,, sudah jatuh cinta lebih dulu pada kakakmu,," wajah Indah bersemu merah saat mengakui perasaanya pada kakak Kinara. Terpaksa Indah mengakui dihadapan Kinara, karena tidak ingin membuatnya gundah gulana
Kina hanya tersenyum kecil mendengar pengakuan kakak iparnya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung 💕