Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Kamu Masih Kuat kan?!


__ADS_3

Sesuai yang di katakan Ibra semalam, Indah dan Ibra kini sudah dalam perjalanan menuju ke Indonesia. Keduanya sudah menempuh setengah perjalanan dan selama itu juga Indah memilih nemplok pada lengan Ibra karena mabuk udara yang tengah menerpanya.


"Kamu masih kuat kan?" tanya Ibra jadi khawatir dengan kondisi indah yang sudah lemas.


"Memangnya kalau gak kuat kita bisa turun disini mas?" tanya Indah sayup-sayup


"Haha yang benar saja! kamu mau kita turun di samudera?!" ucap Ibra


"Jadi kenapa mas nanya?! udah tau gak bisa turun juga" sungut Indah


"Iseng " Jawab Ibra dan mendapat pukulan ringan dari Indah


Ibra melirik sekilas kearah Indah yang masih bergelayut pada lengan dan bahunya. Meski sudah lemas tapi indah masih saja bisa kesal. Namun ntah kenapa Ibra merasa menghangat sendiri ketika melihat indah terus saja bersandar pada dirinya.


Sudah 2 kali Indah memuntahkan semua isi perutnya. Sungguh Indah belum terbiasa dengan perjalanan yang cukup panjang seperti itu. Jika boleh memilih, lebih baik Indah memilih untuk tinggal daripada melakukan perjalanan selama itu.


"Ayo ikut aku" ucap Ibra


"Kemana mas?" tanya Indah


"Sudah ikut saja" ucap Ibra


Kemudian Indah mengikuti langkah Ibra menuju ke toilet. Keduanya bertemu dengan salah satu pramugari yang berada di pesawat itu, kemudian Ibra meminta izin untuk masuk kedalam toilet bersama Indah dan ia mengatakan jika istrinya tengah mabuk perjalanan berat . Pramugari itu pun memperbolehkan dan dia malah disuruh Ibra berjaga didepan pintu toilet.


"Buka bajumu" ucap Ibra


"Tapi mas"


"Sudah jangan protes" ucap Ibra yang kemudian mengeluarkan minyak kayu putih dari saku celananya yang ntah darimana

__ADS_1


Indah menurut, ia pun melepas tuniknya lalu duduk didalam kloset yang tertutup. Setelah itu Ibra membalurkan minya kayu putih ke punggung Indah dan memberikan pijatan sebisanya.


"Apa terlalu kuat?" tanya Ibra dan indah menggeleng


Ibra terus memberi pijatan pada dari bahu hingga ke punggung Indah dan terdengar beberapa kali sendawa, menandakan angin keluar. Ibra terus memberikan pijatan sampai Indah mulai membaik.


"Bagaimana?" tanya Ibra


"Sudah mendingan mas,, terima kasih" jawab Indah yang kemudian memasang kembali pakaiannya. Setelah itu, keduanya keluar dan kembali ke tempat duduk mereka. Lagi-lagi Indah dibuat menghangat dengan sikap yang diberikan Ibra kepadanya. Indah pun tidak menyangka jika Ibra bisa memperlakukan nya dengan baik.


"Jangan terus menatapku! jatuh cinta baru tau rasa!" ucap Ibra kembali mulai menjengkelkan


Indah menggelengkan kepala saat mendengar ucapan Ibra yang sangat percaya diri jika indah akan jatuh hati padanya. Tapi pada kenyataan yang ada, ntah kapan rasa itu sudah mulai ada.


"Mulai Ngeselin lagi!" batin Indah


.


.


Karena waktu masih dini hari, cuaca pun terasa dingin hingga menusuk tulang. Indah dan Ibra memilih untuk merebahkan diri mereka di tempat tidur begitu sampai di apartemen. Indah yang sudah mulai terbiasa tidur dengan merasakan kehangatan pelukan Ibra pun tanpa ditarik dia kini sudah berada didalam dekapannya hingga menjelang waktu subuh.


Ibra bangun lebih dulu, kemudian segera bersiap menjalankan ibadah subuhnya. Tanpa Ibra tau, ternyata Indah sudah bangun dan kini dirinya tengah terpaku melihat Ibra tengah menjalankan ibadah subuh tak jauh dari dirinya tidur. Indah baru sadar jika dia tengah tidur di kamar Ibra sepulang dari bandara tadi.


"Mas Ibra sholat?" batin Indah


Cepat-cepat Indah memejamkan mata kembali saat Ibra sudah selesai sholat subuhnya. Indah mengintip, Ibra tengah membereskan baju Koko, sarung dan juga sajadah nya.


"Bangun nda" Ibra membangunkan Indah

__ADS_1


Indah membuka mata dan begitu terkejutnya indah saat tiba-tiba satu kecupan mendarat bebas pada bibirnya


"Cepat bangun!" ucap Ibra yang kemudian beranjak dari tempat tidur


Indah masih syok, namun sesaat dia sadar lalu segera bangun dari tidurnya. Sementara Ibra sudah keluar dari kamar dan menuju ke dapur mininya.


"Lagi apa mas?" tanya Indah, setelah Indah selesai dengan aktivitas subuhnya dan menyusul Ibra di dapur


"Bikin sarapan" jawab Ibra singkat


Indah melihat Ibra yang tengah membuat spaghetti. Lalu Ibra memberikan seporsi untuk indah dan seporsi untuknya sendiri dan keduanya sarapan bersama.


"Makasih mas" ucap Indah


"Hem,,," sahut Ibra


"Enak,,, gak nyangka mas Ibra bisa masak" ucap indah dengan tulus


Hati Ibra menghangat ketika masakannya mendapat pujian dari Indah, namun Ibra bersikap biasa saja meski sebenarnya sudah kembang kempis ingin tersenyum dan jingkrak-jingkrak sangking senangnya.


Setelah selesai sarapan, keduanya pun bersiap untuk ke kantor.


.


.


.


Bersambung,,,,, 💕

__ADS_1


__ADS_2