
Indah tergesa-gesa untuk segera berangkat kekantor. Karena ulah si boss baru indah yang menyuruhnya lembur hingga baru pulang pukul 21.00 WIB dengan pekerjaan menumpuk dan itu pun mengatasnamakan urgenitas, mau tidak mau Indah harus lembur di kantor hingga malam, padahal Ibra hanya ingin mengerjai Indah saja. Untung saja Ayah Indah menjemput nya pulang malam itu, jika tidak mungkin indah akan menginap di kantor. Alhasil, indah pun bangun kesiangan dari biasanya.
"Ndah,,, kamu gak sarapan dulu?" tanya Ibu Indah
"Udah telat Bu,,, nanti aja sarapan di kantor. Takut boss indah marah karena telat. Ibu tau sendiri kan gimana ceritanya?" ucap Indah yang tengah memakai kaos kakinya
"Ya sudah,, kamu mau bawa bekel atau gimana?" tanya Ibu
"Aku bawa mie goreng mentah aja Bu, nanti aku masak di kantor" jawab Indah
Kemudian ibu indah mengambilkan mie goreng untuk indah, setelah itu indah berpamitan dan berangkat ke kantor di antar ayahnya.
"Jadi ngerepotin ayah" ucap Indah saat naik ke motor ayahnya
"Ibu dan ayah belum ke kedai, jadi bisa nganter kamu ndah. Nanti kalau Ayah dan ibu dapet rejeki lebih lagi, ayah dan ibu belikan motor untukmu. Bulan ini adikmu dulu ya yang beli, meski second setidaknya dia ke sekolah pulang sore bisa pulang sendiri. Kalau mau beli 2 langsung, uang ayah belum cukup" ucap ayah Indah saat mereka di perjalanan ke kantor indah
"Iya yah,,, nanti kalau indah sudah gajian, mungkin bisa dipakai buat beli motor second. Kalau naik angkutan umum terus, indah takut terlambat, dan juga ongkosnya kan bisa di kumpulin buat beli bensin" jawab Indah
Seiring mereka bercerita, tanpa terasa mereka sudah sampai didepan kantor dimana Indah bekerja.
"Terimakasih ya yah" ucap Indah saat mencium tangan ayahnya
"Iya,, ayah langsung ke kedai ya Ndah, kamu kerja yang rajin,,," ucap Ayah Indah
Kemudian Ayah Indah pergi meninggalkan Indah, sementara indah berjalan masuk kedalam kantor. Ia disapa ramah oleh para pegawai pria, jelas karena pagi- mereka sudah bisa melihat wajah cantik sekertaris boss yang sangat jangan di lihat karena berada di lantai paling atas. Seperti ada pemandangan segar, membuat wajah para pria begitu sumringah ketika menyapa indah.
"Indah kan?"
Indah menoleh ke samping saat mendengar seseorang mengenalinya
"Lidya? anaknya Tante Usma?" ucap Indah mengenali anak tetangga rumahnya
"Iya,, ternyata benar kamu kerja disini. Dibagian apa?" tanya Lidya
" Sekertaris,, kalau kamu?" tanya Indah
"Wow, mantep! bisa ketemu terus sama boss ganteng!!. Aku dibagian keuangan ndah, cuma Staff aja" jawab Lidya
Tak ingin berlama-lama, indah pun berpamitan kepada Lidya untuk ke atas. karena Indah harus menyiapkan laporan yang diminta oleh Ibra kemarin.
"Ternyata wanita bahu laweyan itu pindah kerja setelah suaminya tiada! aku rasa dia seperti itu agar menghilangkan jejak nya supaya tidak diketahui orang lain!! Hem,,, selama dia tidak mengusik, tak apalah" batin Lidya
Indah sudah sampai di meja kerjanya. Lalu ia melihat ke ruangan Ibra yang masih terasa sepi. Beruntung dihari kedua ini Indah tidak mendengar suara-suara mengerikan diruangan Ibra.
__ADS_1
Lalu Indah menyiapkan laporan yang sudah di selesaikan nya tadi malam saat lembur, setelah itu, ia menuju ke mini pantry yang ada di lantai itu untuk menyeduh mie goreng yang dibawanya dari rumah. Tanpa disadari indah, Ibra sudah masuk keruangannya bersama David.
"Emm,, lumayan deh buat ganjal perut" ucap indah saat ia baru duduk di kursi kerjanya dan akan menikmati mie gorengnya
Sementara didalam, Ibra maupun David seperti terganggu dengan aroma Mie goreng yang begitu menggoda Indra penciuman mereka. Sangat menggoda, dan memancing cacing-cacing diperut untuk bersuara
"INDAH!" Teriak Ibrahim
"Astagfirullah!!" ucap Indah kaget saat mendengar suara menggelegar Ibra secara tiba-tiba. Padahal tadi ruangan itu kosong. Baru saja indah menyuapkan satu sendok mie nya, dia sudah di buat jantungan akibat panggilan menggelegar dari bossnya.
Dengan cepat Indah beranjak dan masuk kedalam ruangan Ibra. Disana ia melihat David dan juga Ibrahim yang kini menatapnya ngeri
"A,,ada apa ya pak?" tanya Indah tegang
"Kau keluar Vid, kerjakan tugasmu" ucap Ibrahim
"Baik tuan, saya permisi" ucap David yang kemudian pergi dari ruangan Ibrahim
"Relax, jangan tegang,,,," ucap David lirih sebelum pergi
Indah hanya membola mendengar kan ucapan David sebelum pergi meninggalkannya berdua bersama Ibrahim
"Kamu tau apa kesalahan mu?!" ucap Ibrahim yang kemudian beranjak dan menghampiri Indah
"Kau tidak mencium aroma apa diruangan ini hah?!" protes Ibrahim
Indah mengendus-endus, dan mencium bau aroma mie goreng miliknya
"Bau mie goreng pak" jawab Indah
"Itu! itu kesalahanmu!! kenapa kau membawa makanan tidak sehat itu ke kantor?! sudah baunya sangat menyengat!! apa tidak ada makanan lain yang bisa kau bawa hah?" tanya Ibrahim
"Lah, memang apa salahnya pak dengan mie goreng saya? la wong saya suka pak. Itu makanan penolong disaat lapar, dan disaat tanggal tua! Apa bapak belum pernah makan mie?!" jawab Indah
"Kamu ya! jawab terus kalau saya bicara" ucap Ibrahim
"Astagfirullah pak,,, kan tadi bapak tanya ke saya apa tidak ada makanan lain yang bisa saya bawa. Ya saya jawab apa salahnya dengan mie goreng Indonesia pak? ini makanan halal kok pak, dan lagian saya tidak sempat sarapan juga gara-gara bapak" jawab Indah
"Kenapa gara-gara saya?!" tanya Ibra sewot
"La bapak nyuruh saya lembur sendirian di kantor, jadinya saya bangun kesiangan dan gak sempat sarapan. Makannya saya bawa mie goreng ke kantor" jawab Indah
"Terserah kamu! pokoknya ini terakhir kamu bawa makanan itu ke kantor! cepat bawakan laporan yang aku minta kemarin" ucap Ibrahim
__ADS_1
Saat Ibrahim akan berbalik dan kembali ke tempat duduknya, suatu terjadi dan sangat memalukan.
Kruuucuukkkkkk
Cacing-cacing diperut Ibrahim menabuh genderang tanpa di minta, dan sontak membuat Indah menahan tawa.
"Laper pak?" tanya Indah
"Tidak! cepat ambil laporannya!" Sarkas Ibra menutupi rasa malunya
"Baik pak" jawab Indah yang kemudian keluar dari ruangan Ibrahim
Indah cekikikan sendiri ketika mengingat apa yang didengarnya. Sementara Ibrahim mengumpati dirinya sendiri yang malah bikin tengsin didepan seorang wanita. Diakui Ibrahim jika dirinya pun juga belum sarapan karena semalam ia pun tidak pulang dan hanya mengawasi Indah lembur melalui CCTV dari ruang keamanan.
Lalu Indah masuk kedalam ruangan Ibrahim dengan membawa laporan dan juga mangkuk berisi setengah dari mie goreng yang akan dimakannya.
"Ini laporannya pak,,, dan ini,,,, ada sedikit mie goreng. Kalau saja bapak mau untuk mengganjal perut" ucap Indah tanpa menatap kearah Ibrahim, indah hanya menunduk, sesuai instruksi Ibra yang tidak ingin menatap mata biru Indah
"Aku tidak mau! buang saja makanan tidak sehat itu!" ucap Ibrahim hanya mengambil laporan dari Indah
"Hmm ya sudah kalau tidak mau, gak papa,, saya makan sendiri saja. Sayang kalau dibuang" ucap Indah yang kemudian akan mengambil lagi mangkok berisi mie goreng itu.
Ibrahim sekilas melirik mie goreng didepannya, memang porsinya sangat sedikit, bahkan tidak akan berarti apa-apa untuk cacing-cacing diperut Ibra. Namun sepertinya mie goreng itu melambai-lambai kearah Ibra dan menyuruh Ibra untuk mencicipinya.
Dengan cepat Ibra menarik mangkok itu sebelum indah sempat meraihnya
"Kalau sudah di kasih, tidak boleh diambil lagi!" sarkas Ibrahim
Indah hanya menghela nafas kasar, kemudian pamit pergi meninggalkan ruangan Ibrahim bossnya
"Tadi bilang gak mau, tapi dimakan juga! Astagfirullah,,,, benar-benar membingungkan!" ucap indah lirih saat berjalan keluar.
Seperti Ibrahim benar-benar penasaran dengan rasa mie goreng itu, ia pun sedikit berfikir sebelum mencicipinya
"Enak" satu kata yang lolos dari mulut pedas boss itu setelah menyuapkan satu sendok mie goreng Indonesa.
.
.
.
Bersambung,,,,,,
__ADS_1