Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Dia Sudah Beristri


__ADS_3

Setelah sempat kepergok sang mami, Ibra maupun Indah memilih tidak melanjutkan perkenalan mereka lebih dalam. Ibra yang sudah di telfon oleh Sofia karena klien mereka sudah tiba di kantor, membuat Ibra terpaksa melepaskan Indah begitu saja. Sementara Indah merasa sedikit kecewa, karena saat dia sudah dibawa terbang tinggi, hampir saja mencapai puncak tiba-tiba hilang dari peredaran. Demi menutupi rasa kekecewaan nya, Indah memilih menemani sang mertua yang tengah menyiapkan makan siang di dapur.


"Indah,,,"


"Iya mi" jawab Indah sedikit dag Dig dug jika mami bertanya soal tadi


"Tadi,,,, apa kalian lanjut?! maaf ya mami gak sengaja mengejutkan kalian! habis, kalian gak nutup pintu, kalau kina lihat gimana?!" ucap mami


Wajah Indah kembali memerah karena malu, yang ditakutkan Indah terjadi juga


"Tid,,ak mi,,, kami,, tidak melanjutkan lagi" jawab Indah terbata


"Kenapa?! iihh mami gak sabar pengen punya cucu!" ucap mami


Indah membulat saat menatap sang mami yang terlihat begitu antusias


"Mas Ibra kan harus ke kantor mi" jawab Indah


"Ah iya ya,,, hmm nanti malam, kalian dinner saja diluar! dan menginap saja di hotel. Mami rasa Ibra pasti tidak akan keberatan" ucap mami


"Indah,,, dirumah saja mi" ucap Indah sedikit takut jika harus melewati malam panjang yang panas bersama Ibra.


"Ish kamu ini!! kapan mami dapet cucu kalau kalian gak gelut?!" ucap mami dengan cekikikan sendiri


"Mami,,,Indah,, sedikit takut mi" ucap Indah sangat malu


"Takut?! maksud kamu takut apa?!" tanya Mami penasaran


"Ya,, takut aja mi" jawab Indah memilih membuang pandangannya ke sayuran


"Jangan bilang ini baru pertama kali untukmu?!" tebak mami memojokkan Indah


Indah tidak menjawab dan hanya mengangguk sangat pelan


"What?! kamu,,, kamu belum pernah melakukan HB dengan suami-suami mu dulu ndah?" tanya mami bertambah syok


"Belum mi" jawab Indah lirih


Mami terlihat begitu senang, bagaimana tidak ternyata Indah masih perawan meski sudah 2x menikah pada masa lalunya. Hanya statusnya saja yang janda, namun pada kenyataannya dia masih bersih. Mami semakin semangat jika begini ceritanya.


"Pokoknya, Ibra harus berhasil membobol gawang indah malam ini!!!" batin mami yah langsung berfikir bagaimana caranya agar indah dan Ibra bisa menghabiskan waktu bersama tanpa ada gangguan lagi.


Sementara itu,


Ibra tengah dihadapkan dengan beberapa klien pentingnya. Tampak mereka begitu serius membahas proyek yang mereka garap bersama. Sampai Ibra tidak sadar jika Sofia diam-diam memperhatikan dirinya. Meski Ibra tau, diapun tidak peduli.

__ADS_1


"Tuan, bagaimana kalau nanti malam kita makan malam bersama di hotel kami?"


"Ohh tidak masalah, malam ini saya juga tidak ada janji " jawab Ibra


"Baiklah, kami tunggu jam 7 malam ya tuan Ibra"


"Baik" jawab Ibra


Sofia sudah kembang kempis hatinya. Dia begitu yakin jika malam ini Ibra akan mengajaknya ke penjamuan. Tentu saja dia sangat percaya diri, karena siapa lagi yang akan diajak kalau bukan Sofia? seakan dia lupa jika Ada Indah yang bisa saja menjadi opsi lain. Di otak Sofia sudah menyusun rencana malam ini dia akan mengenakan gaun apa, dan dia harus terlihat sempurna seperti biasa di depan Ibra.


"Tuan,, apa yang harus saya persiapkan malam ini untuk tuan?" tanya Sofia saat mereka hanya berdua di ruangan Ibra sementara kolega Ibra sudah pulang


"Tidak perlu, ini hanya jamuan makan malam tertutup" jawab Ibra datar


"Baik tuan,,," Jawab Sofia


"Kamu tidak perlu ikut, karena aku akan pergi bersama Indah malam ini" ucap Ibra


Deg!


Baru saja Sofia akan bertanya apa dia akan diajak, tapi Ibra sudah lebih dulu buka suara


"Indah? sekertaris pribadi tuan maksudnya?" tanya Sofia


"Bukan,,, dia istri saya" jawab Ibra acuh


Sofia langsung gemetar kakinya, rasanya tiba-tiba lemas ketika mendengar Ibra menyebut indah adalah istrinya. Tidak ada angin tidak ada hujan, darimana asalnya mereka sudah menikah, bahkan tidak ada satu orang pun dikantor itu yang mengetahui jika boss mereka sudah menikah. Tampak wajah Sofia berubah memucat


"Iya dia itu istriku, sekarang kau bisa pergi" ucap Ibra tidak ingin memperpanjang pembicaraan nya bersama Sofia.


Sofia memberi salam hormat dan memundurkan diri dari ruangan Ibra.


Bruuukkkkkkk


Sofia yang sudah lemas mendaratkan dirinya di kursi kerjanya dengan tak berdaya. Usaha nya mendekati Ibra untuk dirinya selama ini sudah sia-sia.


"Dia sudah beristri, dan aku tidak tau?!"


batin Sintia dengan hati yang patah


.


Waktu menjelang sore,,,,


Ibra baru saja sampai dirumah, saat Ibra masuk, Ibra melihat Mami, Indah dan juga Kinara tengah duduk di ruang keluarga

__ADS_1


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam,,, Ibra,, kamu sudah pulang" ucap mami


"Iya" jawab Ibra


"Ibra ke kamar dulu mi, mau mandi, gerah" ucap Ibra


"Baiklah, setelah itu kemari lah, mami ingin bicara" ucap mami


Kemudian Ibra naik ke lantai atas dan tak lama Indah pun menyusul dan menyiapkan pakaian rumahan untuk Ibra. Tidak ingin terjadi lagi seperti kemarin, Indah pun segera keluar dari kamar sebelum Ibra keluar dari kamar mandi.


"Ada apa mi?" tanya Ibra yang baru saja bergabung bersama orang-orang dirumahnya


"Malam ini, ajak Indah makan malam diluar, selama di Turki kan Kamu belum pernah ngajakin indah dinner" ucap mami


Ibra mengkerutkan keningnya menatap sang mami


"Harus malam ini?" tanya Ibra


"Ya iyalahhh! masak taun depan?!" sahut mami


"Iya kak!! sekali kali kek nyenengin istri!" goda Kinara, sementara Indah hanya diam saja, seperti pasrah


"Baiklah, tidak masalah. kalian berdua ikut juga tidak masalah" ucap Ibra


"Ohh tidak bisa! mami dan Kina dirumah saja. Lagian Kinara kan belum begitu sembuh dan harus banyak istirahat" alasan mami


"Sekalian bila perlu gak usah balik malam ini! kan kak Ibra punya apartemen, lama gak di tengokin, mungkin saja sudah usang!" ucap Kinara


"Mana ada usang?! apartemen itu selalu di bersihkan!" jawab Ibra


"Yahh siapa tau kan!!" ucap Kinara


Jantung Indah tak henti-hentinya berdetak cepat, Indah tidak bisa bahkan belum sanggup membayangkan jika malam ini hanya berdua saja bersama Ibra. Pikiran bahkan bayangannya pun langsung tertuju pada kejadian tadi pagi, bahkan ini mungkin bisa jadi akan lebih dari tadi pagi.


"Siapkah aku menghadapi malam ini?"


Indah bergidik sendiri


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,, 🤍


__ADS_2