Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Ketakutan Ellena


__ADS_3

Waktu Menjelang Pagi,,,,,


Indah membantu sang ibu menyiapkan sarapan untuk keluarga. Sembari masak, Indah menceritakan kejadian yang dialaminya tadi malam kepada ibunya. Tentu hal itu membuat ibu kaget juga takut, ada orang jahat yang mau berbuat jahat kepada putrinya. Sementara Indah merasa gelisah karena Ibra belum juga menghubungi nya sampai pagi itu.


"Bu, Indah telfon mami dulu ya. Indah khawatir sama mas Ibra dan Kinara. Mereka kok gak kasih kabar ke Indah"


"Iya"


Lalu Indah mencari kontak mami Yolanda dan menghubungi nya


"Assalamualaikum mi,,,"


"Wa'alaikumsalam nda,, Dimana Ibra, apa dia tidak jadi pulang?" tanya mami


"Loh, memangnya mas Ibra gak kerumah mami? mas Ibra udah pulang mi. Apa dia langsung mencari Kinara ya mi?"


"Dia gak pulang kerumah mami nda. Bisa jadi Ibra langsung mencari Kinara. Nanti mami coba hubungi anak buah Ibra" ucap mami


"Mi,,, sebenarnya,,,, Kinara ada bersama papi"


deg!


"Apa kamu bilang?"


"Iya mi, sebelum mas Ibra pergi, papi menelfon mas Ibra dan mengatakan jika Kinara bersamanya. kemungkinan besar mas Ibra langsung menemui papi mi. Indah takut terjadi apa-apa karena mas Ibra belum juga kasih kabar ke indah"


"Ya sudah mami akan urus semuanya. Kamu jangan banyak pikiran sayang, mami yakin Ibra dan Kinara baik-baik saja. Mami tutup dulu ya telfonnya. Mami mau menemui anak buah Ibra"


"Iya mi, hati-hati "


"Iya, assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam "


Indah mematikan sambungan telfon lalu duduk dan berfikir sesuatu. Indah sangat takut jika terjadi hal buruk kepada suaminya.


"Semoga mas Ibra baik-baik saja. aamiin "


***


Sementara itu,,,,


Dirumah papi, Kinara keluar dari kamar dan melihat situasi rumah itu sangat sepi, Kinara mengendap ngendap menuju ke kamar yang dulu pernah menjadi tempat pengasingannya. Kinara begitu penasaran kenapa ruangan itu tidak boleh di buka. Saat sudah sampai, Kinara menekan handle pintu namun terkunci


"Yah,, dikunci! ahh aku baru ingat!"


Kinara melepas jepit rambutnya dan membobol pintu itu hanya dengan jepit rambut miliknya

__ADS_1


Ceklek


Berhasil, Kinara berhasil membuka pintu itu, lalu Kinara masuk dan tak lupa menutup kembali pintu kamar itu.


Kinara mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar itu. Tidak ada yang aneh dan juga tidak berubah dari saat dulu dia diasingkan.


"Gak ada yang aneh! kenapa gak boleh di buka?! ohh mungkin biar gak ketahuan papi kalau dulu dia pernah mengasingkan ku di ruangan ini! dasar perempuan licik!"


Kemudian Kinara berjalan menuju ke lemari yang ada di pojokan, dan membukanya perlahan. Tapi dia juga tidak menemukan apa-apa disana. Lalu Kinara berjongkok dan melihat di kolong tempat tidur, disana Kinara menemukan sebuah kotak kayu berukuran sedang. Penasaran, Kinara pun menarik kotak itu dan melihatnya.


"Aaaaa!" jerit Kinara tertahan saat melihat isi didalam kotak itu


Tangannya gemetaran saat melihat sebuah foto keluarganya ada Mami, papi, Ibra, dan juga Kinara namun di foto itu sangat aneh, foto papi berkalung gembok kecil berwarna kuning keemasan. Bukan hanya itu, Kinara juga menemukan potongan kain putih lusuh yang diikat-ikat didalam peti itu.


"Apa ini?? menakutkan sekali? apa ini semacam perdukunan? apa di jaman modern seperti ini masih ada yang seperti ini?! benar-benar nenek sihir!!" ucap Kinara yang kemudian membawa kotak itu keluar dari kamar. Dengan langkah cepat Kinara membawa kotak itu ke kamarnya.


"Apa ini yang membuat papi sepertinya lupa dengan keluarganya?! apa Ellena mengguna-guna papi? OMG,,,,! Benar kata dia, bahkan nenek sihir pun takut padanya, ternyata dia komplotan nenek sihir!" Kinara bangkit lalu berjalan keluar menuju ke dapur dengan begitu geram.


"Non Kinara cari apa?" tanya pelayan melihat gerak gerik Kinara


"Cari korek api ada?"


"Untuk apa?" tanya pelayan


"Gak papa, aku gak macem-macem kok" ucap Kinara membawa korek dan segera pergi dari dapur. Pelayan itu tidak curiga, dan membiarkan Kinara pergi begitu saja.


Baru sampai di kamar, terdengar keributan didepan rumah besar itu. Lalu Kinara berlari menuju jendela dan melihat ada apa yang sedang terjadi.


Mami langsung melihat ke lantai atas dan disana Kinara melambai-lambaikan tangannya


"Itu Kinara!!" ucap mami


Dengan cepat Kinara membawa isi kotak tadi dan berlarian kebawah untuk menemui maminya. Namun tidak semudah yang Kinara harapkan, karena dibawah pengawalan juga sangat ketat


"Nona mau kemana?!"


"Menemui mamiku! minggir!" sarkas Kinara


"Tidak! anda tidak boleh keluar!"


"Minggir!!" teriak Kinara


Kinara berontak sementara mami mendesak untuk masuk menemui putrinya.


"Tidak nona! tuan besar menyuruh kami untuk menjaga nona! tuan akan marah jika nona keluar dari rumah ini!"


Kinara mundur dan mengambil Vas mahal Ellena, lalu

__ADS_1


Praaankkkkkkkk


vas bunga itu pecah berantakan, kemudian Kinara mengambil pecahan vas itu dan meletakkan di atas urat nadinya


"Biarkan aku pergi atau aku akan bunuh diri! setelah aku mati, kalian bisa dipastikan juga akan mati karena aku akan menghantui kalian!!" ucap Kinara


"Tidak Nona! jangan lakukan itu!"


"MINGGIRRRRRRRR" Teriak Kinara dan mereka tidak bisa berbuat apa-apa


Dengan tatapan tajam dan sambil bergerak keluar, Kinara masih menempelkan pecahan vas bunga itu di tangannya


"Jangan ada yang mendekat!!" sarkas Kinara sudah sampai di depan teras


"Kinaraaaa" teriak mami


"Mami!!!!" jawab Kinara yang berhambur memeluk mami Yolanda


"Kamu gak papa?" tanya mami


"Iya, kina gak papa" jawab Kinara


Tidak membutuhkan waktu yang lama, mami membawa Kinara pulang kerumah Mereka.


***


Dirumah sakit, perasaan Ellena tidak tenang, rasa gelisah, ketakutan, dan kecemasan berlebihan kini menyerang dirinya. Barang sedetikpun dia tidak mau ditinggal sendiri di ruang rawat inap pasien. Dokter mengatakan, tidak ada hal serius bahkan tidak ada penyebab pasti kenapa Ellena bisa muntah darah secara tiba-tiba. Dokter hebat sekalipun tidak bisa memastikan apa penyebabnya sementara dari beberapa hasil pemeriksaan kondisi Ellena tidak ada yang bermasalah. Hal itu sangat janggal menurut dokter yang menanganinya.


"Kepalaku pusing, aku akan tidur sebentar" ucap papi akan berbaring di sofa


"Tidak Pi! jangan tidur! aku takut!" ucap Ellena


"Apa yang kau takutkan?! aku tidak kemana-mana! hanya tidur!" ucap papi


"No! don't sleep, please I'm afraid !!" ucap Ellena ketakutan. Tak henti-hentinya dia mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruang inapnya saat ini. Takut kalau-kalau ada penampakan hantu 👻


Tapi kantuk papi mengalahkan ucapan Ellena, sehingga papi tidak menghiraukan nya dan langsung memejamkan matanya.


"Whatever! I'm sleepy!"


.


.


.


To be Continue 😍

__ADS_1


Jempolnya dong👍


Komen jugaaaaaaaaaaa😍


__ADS_2