
Setelah Dokter memeriksa kondisi Indah, dan memastikan semua sudah baik-baik saja. Dokter mengizinkan Indah untuk pulang dan beristirahat dirumah.
Karena Indah tidak bisa berdekatan dengan suaminya, terpaksa Ibra menyuruh Pak Saman mengantarkan Indah dan keluarga pulang kerumah mereka, sementara Ibra akan pulang sebentar ke apartemen untuk mengambil barang-barang Indah.
Ditempat lain Kina yang baru saja sampai di kantor akan pergi lagi kerumah keluarga Indah setelah mendapat kabar dari kakaknya
"Kina,,, mau kemana?" tanya David saat keluar dari ruangannya, dan melihat Kina yang berbalik akan kembali masuk kedalam lift
"Kak David,,,, emm kina izin mau kerumah kak Indah. Oh iya kak David udah tau belum, kalau semalem ternyata mereka dirumah sakit, kak Indah sakit" ucap Indah
"Indah sakit?!" Refleks saja David memanggil nama Indah hanya namanya saja seperti biasa tanpa embel-embel ibu didepan nya, dan tentu membuat kina kaget
"I,,iya" jawab Kina dengan wajah bingung ditambah ada raut wajah khawatir di wajah David
"Sakit apa?!" tanya David menghampiri Kina
"Kata,, kak Ibra,,, kak Indah hamil" jawab Kina merasa David khawatir berlebihan pada kakak iparnya.
"Apa boleh aku ikut?" tanya David dan diangguki Kina pelan.
Lalu kedua nya pun masuk kedalam lift dan sama-sama akan kerumah Indah. Ada tanda tanya besar dipikiran Kina dengan sikap David saat itu.
"Kenapa kak David sekhawatir itu pada kak Indah?!" batin Kina sesekali melirik ke arah David.
David sudah menjalankan mobilnya menuju kerumah keluarga Indah yang diberitahukan oleh kina, selama perjalanan pun kina ingin sekali bertanya pada David kenapa dia sekhawatir itu pada kondisi kakak iparnya, namun Kina tidak memiliki keberanian yang cukup.
"Apa,,, kak David suka pada kak Indah??" batin Kina menerka-nerka.
"Kamu kenapa?!" tanya David saat melihat Kina seperti berfikir keras.
"Gak,, papa,, kak" jawab Kina yang kemudian membuang pandangannya keluar jendela.
Sementara itu, Ibra baru saja sampai dirumah keluarga Indah dan ia pun menggunakan masker untuk menutupi setengah wajahnya. Lalu Ibra masuk kedalam kamar Indah mengantarkan tas berisi pakaiannya, dan dikamar Indah ada Indah yang tengah berbaring di tempat tidur ditemani oleh ibu ayu. Sesaat Indah melihat kearah Ibra
"Bu, ini pakaian Indah" ucap Ibra kepada mertuanya
"Iya,,, ibu tinggal sebentar ya" ucap ibu ayu yang mengerti jika keduanya butuh waktu untuk bicara.
Setelah perginya ibu ayu, Ibra memilih menarik kursi dan duduk sedikit jauh dari Indah.
"Maaf mas,,," ucap Indah dengan nada sendu
"Untuk apa?" tanya Ibra
__ADS_1
"Kami membuat mu susah" ucap Indah semakin melow
"Apa yang kamu bicarakan?! ini semua bukan salah kamu atau siapapun. Ini adalah ujian untuk kita dan harus kita jalani bersama..." ucap Ibra
Terlihat Indah sudah menangis, dan tentunya membuat Ibra jadi bingung.
"Kamu kenapa menangis?!" Tanya Ibra dan Indah menggeleng
"Gak tau,,, mas,,," jawab Indah dengan mengusap air matanya
"Apa ibu hamil selabil ini sih?! sensitif sekali " batin Ibra bertanya-tanya
"Pengen,,, peluk takut muntah" ucap Indah dan membuat Ibra melongo
"Jadi mas harus gimana?" tanya Ibra menanggapi keinginan istrinya tapi juga membingungkan dirinya
"Gak tau,,, mas jangan marah-marah gitu,,," ucap indah saat Ibra bicara namun terdengar di telinganya sedikit keras.
"Ya Allah,,, aku gak marah sayaaangg,,, ini jangan-jangan bayinya cewek iniii, banyak banget maunya! mau ngerjain papanya terus!" ucap Ibra
"Ya gak tauuu! coba sini mas,, mau peluk!" jawab Indah merengut tapi tatapannya sendu.
Ibra beranjak dari kursi dan menghampiri Indah yang sudah duduk di tepian tempat tidur. Lalu Ibra duduk di samping Indah dan merentangkan kedua tangannya agar Indah masuk kedalam pelukannya. Indah pun takut-takut lalu mencondongkan tubuhnya dan masuk kedalam pelukan Ibra.
Sontak saja Indah langsung muntah dan kini malah mengenai kemeja suaminya.
Ingin marah, tapi tidak mungkin Ibra akan marah. Di pejamkan matanya sesaat kemudian Ibra melepaskan pelukannya.
"Mas ganti baju dulu" ucap Ibra menahan kesabaran didalam hatinya.
"Sabarrr sabar,,,, orang sabar di sayang Istri" batin Ibra yang sudah berada di dalam kamar mandi.
Tok
Tok
"Kak Indah, ini kina,, kak"
"Kina,,, masuk" ucap Indah lalu kina masuk kedalam kamarnya.
"Gimana kondisi kakak?" tanya Kina
"Masih lemes, kamu sama siapa kesini?" jawab Indah
__ADS_1
" Sama kak David, dia didepan. Kak Ibra dimana?" tanya Kina
"Dikamar mandi" jawab Indah
Kemudian Ibra keluar dari kamar mandi dan melihat adik nya sudah berada di kamar itu.
"Udah sampai kamu? sama siapa?" tanya Ibra
"Kak David, tuh dia ada didepan" jawab Kina
Lalu Ibra keluar dari kamar dan membiarkan Kina bersama Indah didalam kamar itu.
"Kak Indah, aku seneng banget sebentar lagi aku bakal dipanggil aunty, mami juga nitip salam untuk kakak. katanya sehat-sehat, harus jaga kesehatan, gak boleh capek-capek" ucap Kina
"Iyahh,,, mami tadi juga nelfon ke kakak" jawab Indah
"Oh iya kak,,, tadi kak David cuma nitip salam aja, gak berani mau lihat langsung" ucap Kina dan Indah hanya tersenyum.
"Kak David kelihatan khawatir banget tadi pas tau Kak Indah sakit" ucap Kina
"Benarkah? kamu kenapa? cieee ada yang cemburu nihh!" ledek Indah
"CK! siapa yang cemburu?! gak lah kak!" jawab Kina
"Kakak dan David cuma berteman kok, dari pertama kakak masuk ke kantor itu, dia banyak bantuin kakak dan kita pun jadi berteman" ucap Indah
"Beneran cuma temenan?" tanya Kina makin penasaran
"Iyaaa,,,," jawab Indah
Senyum kecil akan terlepas namun dengan cepat disembunyikan oleh Kina. Ada rasa lega saja setelah mendengar ucapan Indah. Setidaknya ada sedikit harapan untuk mendekati David,
"Eh,,, apa yang aku pikirkan?! apa benar aku menyukainya?! atau hanya obsesi ku saja?!" batin Kina
.
.
.
.
Bersambung,,,,,, 💕
__ADS_1
kalau gak rame komennya, gak dilanjutin aja deh ceritanya 😑