Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Benar-Benar Licik!!


__ADS_3

Begitu Indah membuka pintu


Deg!


"David?!" ucap Indah kaget bukan main


Bukan hanya Indah, tapi juga David yang sangat kaget melihat indah keluar dari ruangan pribadi Ibra dengan sedikit berantakan dari tadi pagi dia melihatnya. Terlihat David memasati Indah dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya. Kemeja kerja Indah pun terlihat sedikit kusut, bahkan hijabnya juga begitu.


Sementara indah yang seperti maling kepergok hansip pun jadi gugup dan bingung mencari alasan apa yang akan dia katakan kepada David


"Indah,,, kenapa kamu ada disini?!" tanya David dengan jantung dag Dig dug jika kenyataannya begitu menyakitkan hatinya


"Aku,,, aku,,,," ucap Indah bingung akan menjawab apa


"Siapa Sayang?" ucap Ibra dengan sengaja saat mendengar suara David di luar kamar pribadinya


"Sayang?!" Batin Indah dan David bersamaan


Ibra berjalan menghampiri Indah dengan sangat sengaja, sebelumnya Ibra menarik kemejanya dan membuat pakaiannya sedikit berantakan.


David gemetaran ketika melihat penampilan Ibra tak kalah berantakan seperti Indah.


"Ini,,, ini gak seperti yang kamu fikirkan Vid! aku,, aku dan pak Ibra,, hanya,,," ucap indah terbata


"Hanya bersenang-senang" jawab Ibra


"Gak! bukan itu! bapak jangan sembarangan bicara! sedari tadi kita hanya bertengkar pak!" ucap Indah kesal


David yang diliputi dengan rasa cemburu pun menggenggam erat tangannya dan langsung saja melayangkan Bogeman kearah Ibra yang menurutnya keterlaluan sudah mengganggu Indah


Buuuukkkk


"Aaaa!!" teriak indah kaget saat melihat David tiba-tiba Memukul Ibra


"Apa-apa an kau ini!!" Sarkas Ibra


"Tuan memang pantas mendapatkan pukulan ini!!! bagaimana bisa tuan melechkan pegawai di kantor ini hah??" ucap David dengan penuh kemarahan


Satu pukulan lagi melayang kuat mengenai perut Ibra dan membuatnya kesakitan


"Cukup!!! Cukup!!! apa yang kau lakukan Vid?!" teriak Indah yang sudah berdiri ditengah-tengah antara David dan Ibra


"Minggir ndah! aku akan membuat perhitungan dengan tuan yang sudah berani mempermainkan mu!!" sarkas David

__ADS_1


"Cukup!! aku bilang cukup!!" jawab Indah menghalang-halangi David yang akan kembali menghajar Ibra


"Minggir ndah!" Sarkas David


"Gak! kamu bisa di penjara jika terus memukulinya!!" sarkas Indah


"Tapi dia sudah mempermainkan mu!! dia sudah melakukan hal buruk padamu!!" teriak David


"Iya! kamu benar! tapi,,, dia,,, dia suamiku Vid!" Jawab Indah


David langsung lemas ketika mendengar pengakuan indah yang mencengangkan. Hatinya benar-benar remuk sekarang,


"Apa?!" tanya David melemah


"Ya,,, pak Ibra adalah suamiku,,," ucap Indah


David yang merasa sangat kecewa dan patah hati pun memilih pergi meninggalkan Indah dan tuannya. Kenyataan sangatlah pahit, baru akan mendekat, hatinya sudah dipatahkan Indah begitu saja. Sejenak David ingin pergi dan menenangkan dirinya sendiri.


"Mas gak papa?" tanya Indah khawatir saat melihat ibra meringis dengan ujung bibirnya yang berdarah


"Sakit sekali" jawab Ibra sedikit berakting


Padahal Ibra sebenarnya tidak begitu sakit, hanya pukulan biasa dan Ibra sengaja tidak membalas ataupun melawan David, karena dia ingin membuat David mengetahui semuanya dari Indah.


Indah membersihkan luka di ujung bibir merah Ibra, darah dan warna bibirnya hampir sama merahnya. Meski begitu Indah hanya fokus mengobati luka Ibra saja tanpa bicara.


"Buka bajumu mas" ucap Indah ingin memeriksa bekas tinjuan David pada perut suaminya


Ibra menurut saja, dan ia pun membuka gamblang kemejanya, memperlihatkan dada bidangnya yang keras dengan cetakan- cetakan yang sempurna. Sesaat Indah tertegun, namun dia langsung menepis pikiran kotornya dan memilih fokus melihat dimana luka itu. Terlihat sedikit merah namun tidak sampai membiru.


"Aku ambilkan Es dulu mas, untuk mengompresnya" ucap Indah dengan membuang pandangannya


"Tidak perlu! kau sentuh saja disini, dia akan membaik sendiri" jawab Ibra saat menarik tangan indah dan meletakkan pada bekas tinjuan David


Jantung keduanya berdetak begitu cepat seolah bersahutan, netra keduanya pun bertemu. Belum ada yang bicara lagi, keduanya hanya sibuk tenggelam pada netra satu sama lain.


"Kenapa kamu katakan itu kepada David? apa kamu tidak takut jika semua orang di kantor ini akan tau?!"ucap Ibra memecah kesunyian


"Apa,,,,, alasan apa yang bisa aku katakan pada nya? selain mengatakan yang sebenarnya" indah balik bertanya


Deg!


Tangan Ibra terangkat untuk menyentuh tengkuk leher indah dan menariknya perlahan hingga ia pun menyatu kembali pada si kenyal yang sudah menjadi candu Ibra sejak pertama kali mencicipi nya.

__ADS_1


Kali ini tidak ada penolakan apapun dari indah, tangannya masih betah bertengger di perut Ibra yang terluka, dan Ibra tidak bermain single lagi, karena kini Indah sudah mau membalas belitan dan keduanya sudah saling bertarung sengit. Hingga kini Ibra sudah menarik Indah dan membuatnya berbaring diatas dada bidangnya. Keduanya saling menghanyutkan, memperdalam dan memperluas jangkauan tangan yang sudah tidak bisa di kondisikan lagi. Bak gayung bersambut, jiwa Cassanova Ibra langsung tersulut api dan jagung supernya sudah terbakar sejak pertama kali permainan belit membelit.


Tangan kekar itu sudah menyelusup masuk mengusap jalanan mulus tanpa hambatan dibelakang, cukup lama namun pemain handal tidak ingin dikalahkan oleh pemain baru. Kini berbalik posisi Ibra sudah berada diatas indah tanpa melepaskan sedikit pun pergulatan mereka.


"Eeuhh"


Bukan lagi si kenyal yang menjadi sasaran, karena Ibra sudah menyerang dua buah kembar identik yang masih terbungkus renda hitam nya dengan apik. Bentuknya yang terlihat menyembul hampir keluar, sintal dan lebih kenyal mantul - mantul. Jangan ditanya bagaimana kalapnya Ibra melihatnya yang masih malu-malu minta dijemput oleh diri nya.


Sangat menggelikan bahkan terlihat nafas indah yang sudah naik turun. Tidak hanya sekedar sapuan, bahkan dengan lincahnya Ibra sudah mengukir- ukir kulit putih mulus itu dengan tinta merah kebiruan.


"Cukup mas,,, aku mohon!!" ucap Indah dengan suara serak basah


Mulut bicara cukup namun tubuh terus menantang.


"Tidak bisa ndah!" ucap Ibra yang sudah tersulut api. Tangannya pun sudah berhasil melepas pengait belakang


"Aku,,, aku,,,,datang bulan massss" ucap Indah dengan sedikit tertahan saat merasakan tangan Ibra sudah benar-benar tidak bisa dikondisikan dan hampir saja membuang seluruh kain yang melekat di bagian atas Indah.


Bruukkkkkkkk


Ibra menjatuhkan wajahnya ditengah- tengah buah kembar identik yang sudah hampir terbuka seluruhnya.


Indah merasa terselamatkan kali ini dengan kedatangan tamu bulanannya, dan dirinya juga merasa belum siap untuk melayani suaminya sepenuhnya. Meski raganya ingin, tapi hatinya belum bisa menyerahkan segalanya, mengingat reputasi Ibra sebagai pria Cassanova seribu wanita. Sungguh indah sangat takut jika suatu hari Ibra akan membuangnya begitu saja setelah puas.


Kemudian Ibra mengangkat wajahnya dan mensejajarkan wajahnya pada Indah


"Apa kamu marah padaku?" tanya Ibra dan Indah mengangguk


"Kenapa?" tanya Ibra


"Karena mas sudah melanggar janji mas sendiri!" jawab Indah membuang pandangannya dari Ibra


"Perjanjian itu tidak berlaku lagi! lagian kita hanya berjanji lisan bukan hitam diatas putih" ucap Ibra membuat Indah menoleh nya lagi


"Benar-benar licik!" sarkas Indah


Ibra terkekeh kemudian mengecup cepat bibir yang cemberut itu


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,,, 💕


__ADS_2