Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Belum Ada Tanda-tanda Keluar


__ADS_3

Malam menjelang,,,


David sudah bersiap untuk pergi bersama Kinara malam itu. Selesai bersiap, David keluar dari kamar tamu dan mencari keberadaan mami dan Kinara


"David,,, mau kemana? ayo kita makan malam dulu" tanya mami yang baru keluar dari kamar


"Baik Bu,,," jawab David yang kemudian mengikuti mami menuju ke meja makan, tak lama Kinara pun juga keluar dengan pakaian yang sudah rapi


"Bu, apa tuan Ibra belum juga keluar dari kamar?" tanya David


"Seperti nya belum. Tidak ada tanda-tanda pintu terbuka, ntah mau sampai kapan mereka mengurung diri" jawab mami


"Palingan sebentar lagi minta bibik anterin makan dan minum lagi" sahut Kinara yang baru bergabung


"Mau kemana kamu? rapi banget" ucap mami


"Bu, saya mau minta izin ngajakin Kinara keluar sebentar, saya mau lihat-lihat kota ini dimalam hari" ucap David sebelum Kinara menjawab


"Ohh,, boleh,, tapi kalian harus diantar supir" ucap mami


"Baik Bu, terima kasih " jawab David


"Makasih mi" ucap Kinara, Kemudian mereka bertiga pun menikmati makan malam mereka.


Sementara itu di kamar Ibra,,,,,


Indah tergolek lemas dengan Ibra yang tengah memijiti kaki Indah karena sudah sangat pegal. Bagaimana tidak pegal, bahkan bukan hanya kaki saja, melainkan semua badan indah terasa remuk. Jangan di tanya mengapa, jelas jawabannya kalian sudah tau.


"Gimana udah enakan yang?"


"Lumayan mas,,gak kayak tadi, sampe kaki Ku gemeteran" jawab Indah


"Hehe,,, maaf ya, karena dirapel jadinya gini. Habis kangen berat mas mu ini" jawab Ibra sedikit menahan tawanya.


"Masih boleh nambah extra part gak sih?" tanya Ibra


"Boleh nolak gak sih mas? capek beneran ini. Mana dari jam 11 mas kurung aku di kamar. Remuk mas remuk badanku" ucap Indah setengah pasrah karena sudah lemas jika Ibra meminta lagi


"Capek tapi enak kan?!! apalagi kalau pake gaya favoritnya ibu Indah, mesti jeritnya tambah kenceng" jawab Ibra


"Hehe,,, bisa aja kamu mas" jawab Indah terkekeh


"Istri ke sini mbokya di ajak jalan-jalan lihatin kota bukan malah dikurung terus didalam kamar" ucap Indah


"Tapi mas mu ini lebih seneng ngurung kamu di kamar daripada ngajakin kamu jalan-jalan,," jawab Ibra


"Sebel ah!" sungut Indah merajuk

__ADS_1


"Becanda yang,,, becanda,,, jangan ngambek gitu, cepet tua loh!" ucap Ibra


"Biarin,,,!" jawab Indah


"Tadi katanya capek,, kita istirahat dirumah dulu ya,," bujuk Ibra


"Kalau diajakin jalan terus makan di luar, pasti capeknya ilang" jawab Indah


"Hem,, bisa gitu ya?! ya sudah mas ngalah deh, Yuk ganti baju, kita makan malem diluar" ucap Ibra


Dengan sigap indah langsung bangun dan turun dari tempat tidur. Ibra terbengong sebentar melihat indah yang bergerak begitu cepat


"Gercep banget sihh yang?!" tanya Ibra yang kemudian ikut turun dan berjalan mengambil pakaian yang disiapkan Indah


"Iya dong! mau diajak jalan! gak di kungkung aja didalem kamar" jawab Indah


Indah memakai pakaiannya di depan Ibra saja, dia tidak peduli Ibra melihatnya sudah sangat ingin melahapnya lagi.


"Gak usah pake make up! gini aja tetep cantik" ucap Ibra dan Indah yang awalnya ingin merias wajahnya tipis-tipis, jadi diurungkannya


Setelah selesai bersiap-siap keduanya pun keluar dari kamar mereka.


"Mi,,, Mami,,," teriak Ibra saat berada di lantai bawah


"Iya ada apa?,, loh mau kemana kalian?" tanya mami melihat Ibra dan Indah sudah berpakaian rapi juga


"Jalan mi, Indah ngajakin jalan-jalan. Katanya bosen di kamar terus" jawab Ibra


"Namanya juga rapel kunjungan! rumah kok sepi, dimana kina dan David?!" tanya Ibra


"Mereka sudah dulu pergi" jawab mami


"Kemana?!" tanya Ibra


"Katanya mau jalan-jalan juga keliling kota" jawab mami


"Ya sudah kalau gitu, kami pamit ya mi" ucap Ibra


"Iya hati-hati " jawab mami


"Assalamualaikum mi" ucap Indah


"Wa'alaikumsalam " jawab mami


Indah dan Ibra pun berjalan keluar setelah berpamitan kepada mami. Keduanya masuk kedalam mobil dan langsung tanjap gas menuju ke jalan raya. Indah terlihat begitu antusias sekali saat mereka melihat keindahan malam di kota Istanbul.


Ditempat lain, David dan Kinara sudah sampai dirumah sakit. keduanya berjalan menuju ke ruang papi di rawat. Beberapa menit melewati lorong rumah sakit, keduanya sudah didepan ruangan papi. Mereka melihat didalam ada Papi dan juga Roy, lalu Kinara membuka pintu ruangan itu

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Kinara


"Wa'alaikumsalam, Kinara?!" ucap Roy terlihat senang, namun seperdetik kemudian wajahnya datar lagi saat melihat ada David bersama Kinara


"Papi tidur kak?" tanya Kinara saat menghampiri papinya


"Baru saja memejamkan matanya" jawab Roy


"Ohh gitu,, gimana kak perkembangan papi?!" tanya Kinara


"Tuan besar sudah bisa menggerakkan mulutnya, tapi hanya bisa bergumam saja. Besok jadwal tuan untuk terapi lagi" jawab Roy


Saat mereka berbincang, papi membuka matanya lagi, papi mendengar suara Kinara berada disana.


"Papi? papi apa kabar?" ucap Kina saat melihat papinya


Papi hanya melihat Kinara, mulutnya sedikit bergerak-gerak tapi tidak mengeluarkan suara lain selain suara gumaman saja.


"Semoga papi lekas sembuh ya. Oh iya Pi,, ini kak David, calon suami kina" ucap Kinara


Deg!


Roy mendengar nya kaget ketika Kinara memperkenalkan David sebagai calon suaminya.


"Kinara sama David?!" batin Roy


"Selamat malam pak, saya David, saya adalah Asissten nya tuan Ibrahim dan saya akan berusaha membahagiakan putri bapak semaksimal yang saya bisa. Semoga anda lekas sembuh" ucap David


"Maaf ya pi, kina gak bisa lama, nanti mami cariin kina. Jadi kina mau pamit " ucap Kinara...


"Sebelum pamit, saya ingin meminta doa restu dari bapak, karena dalam waktu dekat ini, kami akan menikah" ucap David


"Iya Pi,,, kina akan menikah dengan kak David dalam waktu dekat. Jika papi mau datang, silahkan. Tapi jika tidak, juga tidak apa-apa. Kami pamit,, Assalamualaikum" ucap Kinara


"Wa'alaikumsalam " jawab Roy lirih


"Kami pulang kak" ucap Kinara pada Roy dan diangguki saja oleh Roy


Sepanjang keluar ruangan itu, David terus menggenggam erat tangan Kinara. David begitu bahagia karena Kinara mau menikah dengannya dalam waktu dekat. Bukan hanya David yang bahagia, tapi juga Kinara yang juga merasakan hal yang sama, hatinya saat ini tengah menuju ke puncak asmara.


Tugas mereka selanjutnya, tinggal membicarakan soal ini kepada Mami, Ibra, dan juga Indah.


.


.


.

__ADS_1


.


To be Continue yahhhhh😍


__ADS_2