Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Dibuat Pingsan


__ADS_3

Indah memilih segera masuk ke kamar dan beristirahat. Besok akan ada hal penting yang harus dia selesaikan. Dengan beristirahat malam ini, indah berharap besok sudah lebih fit kembali. Sementara setelah mami mengantarkan Indah ke kamar, mami pun segera kedepan untuk mengurus soal Kinara dan juga David yang cukup membuat mami terkejut.


"Kak Davidddddd"


Teriak Kinara keluar dari rumah saat akan menghampiri David


Deg!


David terpaku kaget saat Kinara berlarian menuju kearahnya.


Buuuukkkkkkk


Kinara langsung nemplok di pelukan David dengan begitu erat. Sementara David masih kaku, antara percaya dan tidak jika wanita yang begitu ia rindukan kini berada dihadapannya dan tengah memeluknya dengan erat.


"kak David gak kangen ya sama kina?" ucapan itu keluar dari mulut Kinara ketika tak kunjung mendapat balasan pelukan dari David dan itu menyadarkan David jika yang dirasakan saat ini adalah kebenaran


"Kina,,," ucap David saat Kinara melepaskan pelukannya


Belum sempat Kinara mendongak, David menjatuhkan kopernya dan memeluk Kinara begitu erat. Dihirupnya aroma yang ternyata masih sama seperti saat terakhir ia mencium aroma itu. Hal itu meyakinkan David jika semua itu nyata.


"Aku merindukan mu" jawab David tenggelam didalam pelukan kekasihnya


"Ehem,,, Kinara"


Semua buyar seketika saat mendengar deheman mami yang menghampiri mereka di depan rumah


"Mami" ucap Kinara langsung berbalik


"Ajak David masuk kedalam" ucap mami yang kemudian berbalik masuk kedalam rumah.


Kinara mengajak David masuk kedalam, sementara David menjadi tegang karena akan berhadapan dengan nyonya besar. Sungguh David sangat takut jika mami Kinara akan menolak hubungan mereka.


"Bibi, tolong bawakan koper tuan David ke kamar tamu, dan buatkan minum"


"Baik Nyonya Besar"


Mami duduk di sofa tamu begitu juga dengan Kinara dan David. Namun Kinara duduk dengan mengambil jarak sedikit jauh dari tempat duduk David.


"Tidak ada yang ingin kalian jelaskan kepada mami?" tanya mami langsung tanpa basa basi


"Mi,,, apa tidak sebaiknya besok saja? tentu,,,"


"Kalau bisa sekarang kenapa menunggu besok?" tanya mami dengan nada serius dan menatap Kinara juga David bergantian


"Maaf Bu, maafkan saya karena sudah berani menaruh perasaan terhadap Kinara" ucap David


"Mi,,, kami,,, kami berkomitmen untuk serius" sahut Kinara


"Jadi kau menerima David?" tanya mami dan Kinara mengangguk

__ADS_1


"Iya," jawab Kinara cepat


"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya mami


"Menikah?!" Kinara dan David bersamaan


"Iya, tentu mami tidak akan membiarkan Kinara anak mami satu-satunya disentuh pria yang belum halal untuknya! mami jelas lebih protektif terhadap anak perempuan mami" ucap Mami


"Kami sudah sepakat untuk menikah setelah kina lulus mi" ucap Kinara


"Yakin kalian bisa saling menjaga sampai batas waktu itu? yakin kalian tidak melanggar batasan?" ucap mami


"Bu,, jika itu yang ibu takutkan, insyaallah kami tidak akan melanggar batasan itu sebelum kami menikah. Tapi jika ibu memperbolehkan saya menikahi Kinara dalam waktu dekat, insyaallah saya juga siap. Saya serius dengan hubungan kami, saya tidak memiliki keberanian untuk mempermainkan perasaan wanita yang saya sayangi, dan Saya akan berusaha menjaga juga membahagiakan Kinara semampu saya " jawab David


Mendengar jawaban David, membuat Kinara gelagepan. Bahkan dia belum membayangkan jika akan menikah dalam waktu dekat.


Tampak mami berfikir, kemudian angkat bicara


"Nanti kita bahas lagi ini setelah semuanya berkumpul. Sekarang sudah malam, beristirahat lah. Kina, antar David kekamar tamu. Tapi ingat, jangan macam-macam!" ucap mami yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar. Mami cukup lega mendengar ucapan David. Mami sudah cukup kenal siapa asisten putranya itu.


"Ayo kak, kina anter ke kamar kakak" ucap Kinara dan David mengikuti langkahnya


David cukup lega melihat tanggapan mami Yolanda setelah mengetahui hubungannya dengan putrinya. Tidak seperti yang ditakutkan David sebelumnya.


"Ini kamarnya,," ucap Kinara membukakan pintu kamar tamu untuk David


"Terimakasih nona Kinara" ucap David dengan tersenyum


Keduanya saling diam dan menatap dalam dan menghanyutkan, seolah meluruh kan semua rindu yang begitu menyesakkan dada. Kina mendekat dan menjatuhkan dirinya di pelukan pria yang sudah menempati ruang kosong didalam hati Kinara. David tak diam saja, dia pun membalas pelukan itu dengan begitu erat.


"Aku sangat khawatir saat mendengar kabar jika kamu hilang. Aku sudah akan pergi tapi, tuan melarang ku dan menugaskan ku untuk menghandle pekerjaan di kantor. Aku hanya bisa berdoa, semoga Allah selalu menjagamu" ucap David


"Kina dibawa orang-orang papi ke rumahnya selama beberapa hari" jawab Kinara


"Tapi kamu baik-baik saja kan? mereka tidak berlaku kasar padamu?" tanya David melepaskan Kinara dan melihat kondisinya


"Gak, kina gak diapa-apain kak, cuma di buat pingsan" jawab kina


"Siapa tau mereka berbuat jahat saat kamu pingsan. Kamu sudah memeriksa nya kan?" tanya David lagi


"Iyaaa,, gak ada yang kurang dari kina insyaallah. Lagian mereka gak akan berani nyentuh Kina, bisa habis mereka sama papi atau kk Ibra" ucap Kinara


"Kok kak David bisa kesini sama kak Indah?" tanya Kinara cemberut dan memalingkannya wajahnya


"Jangan cemburu,,, memangnya kamu tega lihat kak Indah dengan perut besar gitu pergi sendirian dari Indonesia ke Istanbul? selama perjalanan pun kak David sangat takut terjadi sesuatu pada kak Indah. Bukan karena ada perasaan, tapi sebagai tanggung jawab kakak sebagai asisten kakakmu" jawab David meraih dagu Kinara dan mengarahkan kepadanya


"Hatiku sudah jadi milik mu sejak cincin ini sudah melingkar di jari manis ini" ucap David saat satu tangannya menyentuh jari jemari Kinara dan Kinara langsung tersenyum


"Jadi, nikah kapan?" tanya David

__ADS_1


"Iihhh kok ngomongin nikah sih?!! kan udah sepakat nunggu kina lulus,," ucap Kinara melepaskan tangan David yang berada di dagunya


"Tapi mami mu tadi bilang gak rela kalau anak gadisnya di sentuh pria yang belum halal. Ini apa? tadi juga siapa yang langsung main peluk-peluk?!" tanya David menunjukkan Kinara yang tengah balik menyentuh tangan David


"CK! paling bisa balikin Fakta!" jawab Kinara dan David terkekeh


"Pengennya lama yang waktu didalam mobil itu,, tapi belum halal" goda David mengingatkan Kinara akan keberanian Kinara malam itu.


"Apaan sihh!! masih diinget aja! udah tidur sana! kina mau balik ke kamar!" ucap Kinara akan pergi namun di tahan oleh David


"Selamat malam calon bidadari surgaku" ucap David dengan tersenyum


Kinara hanya mampu senyum dengan tersipu, kemudian dia melepaskan tangannya dan berlari keluar dari kamar tamu. Sungguh jantungnya Kinara terus saja berdetak cepat seperti baru saja dia maraton keliling gelora Sriwijaya. Perasaannya menghangat dan wajahnya pun jadi merah merona. Sementara David hanya tersenyum senang setelah melihat kekasihnya baik-baik saja, Rindunya pun telah luruh setelah bertemu dengannya.


Berbeda dengan David dan Kinara yang tengah berbunga-bunga, Ibra yang tengah sibuk bersama Roy mencaritahu siapa yang telah membeli semua saham perusahaan sang papi. Keduanya hanya bisa bekerja setelah jam kerja kantor selesai dan menemui beberapa orang yang menurut mereka mengetahui rahasia perusahaan. Namun sampai malam itu keduanya belum mendapatkan hasil karena mereka menutup rapat-rapat informasi itu. Mungkin saja mereka sudah mendapat uang tutup mulut.


Saat keduanya baru saja keluar dari salah satu pegawai kantor papi, ponsel Roy berdering dan dilihatnya salah satu dari orangnya tengah menelfon Roy.


"Hallo,, ada apa?"


"Tuan, besok tun hardi akan melakukan pertemuan dengan pembeli saham perusahaan itu tuan"


"Begitu kah?! dimana mereka akan bertemu?!"


"Di Kantor jam 9 pagi"


"Bagus! besok persiapkan semuanya, kita harus menangkap Hardi sebelum dia kabur!"


"Baik tuan!"


Kemudian Roy mematikan ponselnya


"Bagaimana?!" Tanya Ibra


"Besok jam 9 ada pertemuan Hardi dan pembeli saham tuan, kita bisa menyelinap dan mengetahui siapa orangnya besok. Jadi sekarang apa kita pulang atau kerumah sakit?!" tanya Roy


"Kita kembali ke rumah papi. Ada beberapa berkas yang ingin aku cari" ucap Ibra


"Baik tuan, saya akan membantu tuan Ibra sepenuhnya"


.


.


.


.


To be Continue

__ADS_1


Maaf ya semua, baru bisa update hari ini๐Ÿ™ Lagi musim sakit, anak-anak demam jadi belum bisa update rutin lagi. Mohon doanya yahhh semua๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2