Aku Bukan Pembawa Sial!

Aku Bukan Pembawa Sial!
Ki Jamet


__ADS_3

"Apa?! Ibra jatuh miskin?! semua ini gara-gara wanita murahan itu! bagaimana bisa dia menikahi wanita itu dan memberikan semua harta kepadanya?! ini tidak bisa di biarkan! aku yang sudah payah berkorban , tapi wanita itu yang mendapatkan semua! percuma aku alihkan semua harta Hutama ke tanganku dan ingin hidup bersama Ibra jika jadinya seperti ini! Ini tidak bisa di biarkan!"


Ellena mondar mandir di kamarnya setelah mendapat informasi penting dari orangnya yang memata-matai papi dan Ibra saat di villa. Ellena tidak diperbolehkan ikut karena ada Ibra di sana.


"Aku harus bergerak cepat!!"


Kemudian Ellena menghubungi sekutunya untuk meminta bantuan.


"Hallo Ki,,!" ucap Ellena


"Hallo,, Lena,,, ada apa?!" jawab Ki Jamet yang tengah memandikan keris miliknya di belahan bumi yang lain.


"Ki, aku punya tugas buat aki! nanti aku kirimkan foto orang yang harus aki musnahkan! Pokoknya aku gak mau tau, aki harus bisa!" perintah Ellena


"Weeediannnn!!,,,,, membunuh orang aku Ndak mau Len, itu berat taruhannya kalau gagal! nyawa di bayar nyawa! aku gak sanggup?! kalau gagal pasti balik ke aku!! mending kamu cari dukun yang lain!" tanya Ki Jamet


"Harus begitu ya?! memangnya tidak bisa yang lain? misal kebo Ireng, atau sapi atau apa gitu?!" tanya Ellena


"Ya gak bisa! apa kamu lupa, pelet yang kamu minta dulu biar awet di bayar pake apa?! kamu harus menyerahkan keperawa nanmu?! dan itu tidak bisa di tawar-tawar!"


Ellena terdiam sesaat,


"Apa tidak ada cara lain Ki?! aku sangat butuh bantuan mu kali ini! aku akan bayar lebih 10x lipat dari biasanya jika aki bisa melakukannya!" ucap Ellena


"10x lipat?!" tanya ki Jamet langsung bermata hijau


"Kalau 10x lipat berarti aku akan dapat 10m! wah,, aku bisa beli sawah, kebun dan juga rumah mewah!" batin Ki Jamet


"Ya sudah! kamu transfer ke rekeningku dulu, aku akan melakukan apa yang kamu pinta! berikan aku foto orangnya, dan nama lengkap nya !" kata Ki Jamet


"Oke! tunggu saja Ki!"


Setelah mematikan sambungan telfonnya, Ellena berfikir darimana dia bisa mendapatkan itu semua, Kemudian Ellena teringat dengan Kinara yang tentu tau dengan istri Ibra yang ada di Indonesia. Dengan tidak ingin membuang waktu, Ellena pun keluar dari kamar dan mencari keberadaan Kinara.

__ADS_1


Sementara itu,,,


Ibra tertahan di villa papi dengan penjagaan ketat. Dia salah menduga jika setelah pembicaraan dengan papinya, Ibra bisa lepas begitu saja. Tidak! tidak semudah itu, karena papi sudah merencanakan semua nya dengan begitu sempurna sementara Ibra hanya datang seorang diri ke villa itu, tentu mempermudah rencana papi. Ponsel Ibra pun di hack oleh orang suruhan sang papi, sehingga tidak akan berguna saat itu.


"Sial! aku terjebak dalam situasi seperti ini! Bagaimana aku bisa menghubungi Roby, sementara ponsel ini tidak berguna! papi benar-benar mempersiapkan ini semua dengan matang. Bagaimana jika papi tiba-tiba menyerang perusahaan ku?! apa David ada persiapan?!"


Ibra berjalan mondar mandir mencari cara untuk bisa kabur, minimal dia bisa memberi tahu anak buahnya jika dia terjebak di villa papinya. Sementara Papi sudah pergi meninggalkan Ibra di villa itu dengan pengawasan ketat.


"Aku tidak mau mengorbankan diriku ataupun membiarkan Kinara menikah dengan Si tua Bangka Ronald! aku yakin, perusahaan papi akan bangkrut hingga dia begitu gentolnya memaksaku untuk bekerja sama! Cih! aku tidak akan Sudi setelah apa yang dilakukan pada kami!"


"Aaarrgghhh!!" teriak Ibra begitu marah.


Ellena masuk kedalam kamar Kinara dan melihat nya tengah duduk didepan jendela. Tak lupa Ellena membawa ponsel Kinara dan menghampiri nya


"Kinara"


"Ada apa?!"


"Apa kau punya foto Kakak iparmu?"


"Hah! aku bertanya baik-baik tapi jawabanmu seperti itu! terserah! aku akan menghubungi mami mu dan memberitahukan jika kau disini bersama papi mu! tentu mami mu akan syok dan darah tingginya akan kumat! jelas kau tau apa konsekuensinya bukan?!" ucap Ellena


"Dasar Licik!!" sarkas Kinara dan Ellena tertawa


"Cepat beri aku fotonya!"


Ellena menyerahkan ponsel Kinara, tidak ada pilihan lain, Kinara pun memberikan foto Indah kepada Ellena


"Siapa nama lengkapnya?!" tanya Ellena


"Indah" jawab Kinara yang tidak tau nama kepanjangan indah yang sebenarnya.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Ellena pergi dari kamar Kinara dengan membawa ponsel Kinara lagi.

__ADS_1


***


Sementara dibelahan bumi yang lain, Indah terbangun dari tidurnya, dia berjalan menuju ke kamar mandi, mengambil air wudhu dan menjalankan sholat malamnya. Indah bersimpu di hadapan sang penguasa Alam semesta memohon doa keselamatan dan perlindungan. Bibirnya terus melafazkan zikir menyebut berkali-kali dengan tetesan air mata yang tidak berkesudahan.


Di tempat lain,,,,


Disebuah gubuk tua, Ki Jamet tengah komat Kamit membaca mantera. Ntah apa yang di baca, tak lama muncul mahkluk tak kasat mata tengah berbincang dengan Ki Jamet


"Kau bunuh wanita yang ada di foto ini, namanya Indah"


Makhluk tak kasat mata itu pun pergi melaksanakan tugas yang di berikan oleh Ki Jamet.


Ting!


Ki Jamet melihat notifikasi m banking tertera uang masuk 10.000.000.000 dari Ellena. Ki Jamet manggut-manggut dengan tersenyum senang setelah mendapatkan uang yang banyak dari Ellena. Setelah itu, Ki Jamet memantau kinerja makhluk yang dikirimkan nya untuk membunuh Indah.


.


.


.


.


.


Lanjut Besok yaaaaa


Wahhh gimana ya nasib Indah?


Kenapa jadi genre horor gini?


Ahh sudah lah yahh,,, nikmati saja, uni cuma mengikuti imajinasi ini berjalan ๐Ÿ˜€

__ADS_1


vote uni dong gaess๐Ÿ˜


__ADS_2