
Ibra terlihat tidak ingin melepaskan Indah barang sedikitpun, setelah menggigit pipinya dengan gemas, Ibra beralih meraup siranum juga dengan sangat gemas. Indah berontak percuma, tangan kekar itu bahkan melingkar kuat pada pinggang Indah dan lengket seperti perangko.
Sementara itu, diluar dua anak manusia yang masih terpaku berada di tepatnya, keduanya masih menerawang keawang- Awang dengan pikiran mereka masing-masing. Tanpa Kina sadar, lengannya menekan handle pintu dan sontak saja pintu itu terbuka lebar begitu saja
Ceklekkkk
Kinara dan David tenganga melihat pemandangan tak lazim untuk para jomblo lihat, refleks David menutup mata Kina yang saat itu juga menyaksikan kemesuman Ibra pada Indah. Sementara Ibra dan Indah dibuat kaget lalu memisahkan diri mereka dengan cepat setelah pertarungan sengit saling belit membelit dan ketahuan oleh Kinara dan juga David.
"Maaf,,, silahkan dilanjutkan lagi" ucap David yang kemudian menarik Kinara dan juga handle pintu ruangan Ibra.
"Awwww!!!" Teriak Ibra saat merasakan cubitan kecil pada dadanya
"Ada apa sih nda? kenapa di cubit?! Sakittt tau!" ucap Ibra mengusap-usap dadanya
"Rasain! makanya jangan mesum sembarangan mas! udah di peringati, ini di kantor bukan dirumah! masih aja mesum! gak lihat tadi gimana ekspresi Kina dan David?!" sungut Indah begitu kesal pada Ibra
"Haha ya salah siapa mereka masuk sembarangan tanpa mengetuk pintu?! lagian mereka sudah dewasa, bukan hal tabu bagi mereka!! kalau mau mereka bisa kok lakukan sendiri!" jawab Ibra dengan entengnya
Plaaakkkkk
Satu pukulan mendarat di lengan Ibra dan membuatnya terkejut
"Astagfirullah! apa lagi sihh? dipukul terus! KDRT nih !!" sungut Ibra tak terima
"Itu mulut kalau ngomong asal jeplak aja yah!! memangnya mau adiknya di emek-emek sama pria yang bukan suaminya?! apa mas rela?!" sarkas Indah
"Ya enggak lah! siapa yang berani?! biar aku patahkan tulang-tulang nya!" jawab Ibra
"Nah tadi tuh apa maksud nya jadi?!" tanya Indah
__ADS_1
"Kalau aja kina dan David jodoh kan?! Nikah dulu lah, baru boleh di emek-emek sesuka hati, Kayak kamu" ucap Ibra yang kemudian melayangkan kecupan manis di pipi kanan Indah
"CK! sekali mesum tetap mesum!" ucap Indah namun Ibra sama sekali tidak marah. Ia pun menarik Indah dan memeluknya lagi dan lagi.
"Terserah mau bilang aku mesum kek! atau apalah, terserah! yang jelas kamu seneng aku mesumin!" ucap Ibra sambil terkekeh
Nyeesss,,,
Dipeluk Ibra serasa Indah sangat diinginkan, perasaan yang tiba-tiba muncul menyerang hati dan juga akal sehat. Buktinya mulut berkata pedas, namun hati berbunga-bunga saat ia nemplok pada dada bidang itu dan tentunya dapat merasakan debaran jantung yang tak kalah berdebar dengan dirinya. Meski tangan tertahan untuk tidak membalas pelukan, namun senyum manis sudah terbit.
Sementara di ruangan David
"Lepasin kak!! iihh pake pegang-pegang lagi!" Sungut David
Dengan cepat David melepaskan Kinara dan terlihat sedikit kikuk
"Maaf,,, aku cuma tidak ingin kau melihat hal yang tidak Semestinya kau lihat!" ucap David dengan wajah memerah
"Wah,, wah,, wah,, kecil-kecil mesum ya kamu,!!!! atau jangan-jangan kamu,,,!"
"Eh!! jangan sembarangan berfikir ya kak! gini-gini aku masih suci,! semua masih ori! bibirku! da da ku! aku juga masih Virgin!! belum ada pria mana pun yang sentuh, dan hanya suamiku yang boleh menyentuhnya!" jawab kina dengan tanpa sadar mengatakan semuanya pada David.
"CK! aku gak percaya! gadis centil sepertimu masih Ori semua?!" tantang David
"Dih! gak percaya?! mau bukti?!" sungut Kinara
"Bukti apaan?! yang ada kamu bakalan tekdung sebelum waktunya!" jawab David
"Apa tekdung kak?!" tanya Kina
__ADS_1
"Hamil!" jawab David
Plaaakkkkk
Pukulan keras melayang bebas mengenai lengan David
"Aaww!! sakit tau!" Sarkas David
"Sukur!! makanya punya mulut itu disekolahin!" jawab Kinara
"Dasar cewek centil!" ejek David
"Biarin centil! yang penting cantik!" jawab Kina tak ingin kalah.
David menyerah dan tidak ingin meladeni Kinara lagi. Bisa panjang dan tidak berkesudahan jika terus meladeni gadis itu. Sementara Kina jadi kesal sendiri atas ucapan David kepadanya.
"Memangnya aku cewek murahan apa?! dasar pria sinting!" batin Kina
Setelah perdebatan mereka, keduanya pun kembali bekerja dan mereka lupa jika akan menemui Ibra. Tampak keduanya begitu serius, namun sesekali David melirik kearah Kina yang saat ini tengah duduk di sofa dan berkutat pada pekerjaannya.
Senyum kecil David tiba-tiba saja terbit tanpa diminta.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,, 🤍