
Pagi menjelang,,,
Indah terbangun dari tidurnya saat mendengar suara alarm dari ponselnya. Indah merasa sedikit sesak, seperti dihimpit oleh bidang yang keras, namun terasa hangat. Perlahan Indah membuka mata dan melihat didepannya terdapat sebuah bidang datar keras berwarna biru muda seperti kaos yang di kenakan Ibra semalam.
Begitu menyadari, indah langsung mendongak keatas dan benar saja, wajah tampan nan mesum itu ternyata masih memejamkan mata dengan memeluk dirinya begitu posesif. Indah terlihat sedikit bingung, ketika merasa tidur diatas ranjang padahal semalam ia merasa tidur di sofa.
"Eemm,,,"
Indah mencoba melepaskan diri dari rengkuhan tangan kekar yang sepertinya masih betah di posisinya.
"Mas Ibra bangun" ucap Indah menepuk dada Ibra perlahan
"Jam berapa?" tanya Ibra masih enggan membuka matanya
Indah melihat ke sekeliling dan dia sangat yakin jika mereka masih di rumah sakit
"Jam 5 mas" jawab Indah
Ibra mengangkat tangannya dari pinggang ramping Indah, lalu Indah duduk begitu juga dengan Ibra.
"Semalam aku tidur di sofa, kok bisa Sofanya jadi gini?" tanya Indah agak kaget ketika sofa itu bisa alih fungsi menjadi bed
"Kalau di ruang VIP pasti bisa" jawab Ibra yang menjadi turun dari sofa dan membenarkan sofa itu kembali sebagaimana fungsinya.
Setelah itu, Ibra melihat Kinara yang sepertinya masih betah tidur saja di tempatnya
"Aku keluar sebentar" ucap Ibra
"Aku ikut mas, mau sholat" ucap Indah
"Hem" sahut Ibra
Kemudian keduanya pun keluar bersama menuju ke musholah kecil yang ada di rumah sakit itu. Indah menjalankan ibadah subuh di barisan wanita yang tertutup tirai cukup tinggi, sehingga tidak akan terlihat oleh kaum pria didepannya, sementara Ibra menjalankan ibadah subuhnya di barisan laki-laki.
"Mas sholat?" tanya Indah saat mereka bertemu didepan musholah itu
"Ayo kita cari sarapan" jawab Ibra tanpa menjawab pertanyaan Indah
Indah terdiam sesaat melihat Ibra yang ia duga baru saja menjalankan ibadah subuh. Namun tidak lama, Indah pun menyusul Ibra pergi ke kantin untuk membeli sarapan pagi.
"Mau makan apa?" tanya Ibra
"Terserah mas," jawab Indah
Lalu Ibra memesankan makanan untuk dirinya dan juga Indah. Keduanya pun duduk di meja yang sama sembari menunggu sarapan tiba.
"Kapan kamu akan kembali ke Indonesia?x tanya Ibra
"Mas mengusirku?" ucap Indah
"Tidak, hanya bertanya" ucap Ibra
"Bilang saja jika mas tidak suka aku disini! lagian aku tidak akan lama, sampai kina pulang ke rumah! mas tidak perlu mengusirku!" ucap Indah
"Aku tidak mengusir mu nda!" ucap Ibra yang kemudian memilih untuk menikmati sarapannya yang sudah diatas meja
"kalau gak ngusir apa namanya?!" ucap Indah ketus
__ADS_1
"Sensitif sekali!" sungut Ibra
Keduanya terlihat sibuk dengan sarapan mereka tanpa ada yang bicara lagi. Setelah selesai sarapan, Ibra dan Indah pun berjalan kembali menuju ke ruangan Kinara. Begitu sampai diruangan Kinara, mereka berdua melihat mami sudah berada disana dan tengah cekikikan bersama Kinara
"Apa yang mami tertawakan?!" ucap Ibra penasaran
"Gak adaaaa!" jawab mami yang kemudian menyuapkan makanan untuk Kinara
"Gak mungkin!" ucap Ibra
"Kalian darimana? sudah sarapan?" tanya mami
"Sudah mi tadi di kantin rumah sakit" jawab Indah
"Jangan mengalihkan pembicaraan mi! jawab pertanyaan Ibra!" ucap Ibra semakin penasaran
"Yakin kamu mau dengar?!" tanya mami
"Ya" jawab Ibra
"Kina cerita, semalam,,, dia melihat kalian berdua di sofa!" ucap Mami dan sukses membuat Ibra dan Indah kaget
"Bukannya kina tidur?!" tanya Ibra kepada adiknya dengan penuh selidik, sementara Kinara hanya cengengesan
"Bagaimana aku bisa tidur, kalian berdua sangat berisik!" sungut Kinara
Indah melotot kearah Ibra, dia begitu kesal karena kemesuman Ibra membuatnya sangat malu pagi ini. Sementara mami masih cekikikan mendengar penuturan putrinya
"Kau, anak kecil tidak seharusnya melihatnya!" ucap Ibra menjitak kening adiknya
"Usssh! sakit kak! salah siapa kalian melakukannya di sofa?! lagian aku sudah dewasa, usiaku 21 tahun, tentu tidak masalah aku melihatnya! itung-itung belajar hahahahaha!" ucap Kinara semakin senang menggoda kakaknya
"Semalaman aja kalian tidur berpelukan kan?! aku juga tau!" ucap Kinara
"Ish!!!! anak ini!!!" Ucap Ibra yang akan kembali menjitak kening adiknya
"Sudah sudah!!! kalian berdua ini seperti kucing dan anjing saja!! lagian kalian berdua juga yang ceroboh!" ucap sang mami menengahi
"Mas Ibra mi" sahut Indah
"Aku?!" ucap Ibra menoleh kearah Indah
"Iya! kan semua gara-gara mas!" ucap Indah
"CK! pandai sekali memutar balikkan fakta!" ucap Ibra
"Maksud mas apa?!" tanya Indah
"Ehhh,,, sudah!! kenapa kalian jadi ribut sih?! tinggal akui saja perasaan kalian berdua!!! dan segera buatkan mami cucu!" ucap mami
"Cucu?! CK! yang benar saja" jawab Ibra yang kemudian memilih pergi meninggalkan ruangan itu.
"Jangan diambil hati ucapannya" ucap mami kepada Indah
Tak lama kemudian dokter datang bersama suster dan memeriksa kondisi Kinara.
"Kondisinya sudah membaik, dan mulai stabil" ucap dokter
__ADS_1
"Jadi saya boleh pulang dok?" tanya Kinara
"Boleh, tapi 3 hari kedepan kamu harus istirahat total dan kembali lagi ke sini untuk checkup" ucap dokter
"Baik dok" jawab Kinara begitu senang karena dokter memperbolehkan pulang hari ini.
Sementara itu, Ibra sudah mengurus semua administrasi rumah sakit Kinara agar hari ini bisa segera pulang kerumah. Setelah selesai, Ibra pun membawa Adik, mami dan juga Indah pulang kerumah mereka.
"Ibra ke kamar dulu" ucap Ibra yang kemudian berjalan ke kamar untuk membersihkan dirinya
"Kamu juga mandi gih ndah, belum mandi kan?" tanya mami
"I,,iya mi" jawab Indah yang kemudian keluar dari kamar Kinara dan berjalan menuju ke kamar Ibra, karena kopernya masih berada disana.
Saat indah masuk, Indah dikejutkan dengan Ibra yang hanya menggunakan handuk putih dan baru saja akan melangkah ke kamar mandi
Deg!
Keduanya saling diam mematung, namun sesaat kemudian indah memalingkan wajahnya kearah lain.
"Kenapa gugup gitu?! bukannya udah sering lihat ginian?!" ucap Ibra
"Cepet mandi mas! gantian!" ucap indah yang memilih menjauhi Ibra dan berpura-pura mencari handuk miliknya
Bukan Ibra namanya jika tidak menggangu ketentraman hati Indah. Lalu Ibra mendekap Indah dari belakang, dan seketika membuat indah mematung.
"Kenapa kita tidak mandi bersama?!" bisik Ibra tepat di telinga Indah dan membuat sensasi geli saat ibra menggigit nya perlahan.
Indah memejamkan matanya, saat gelayeran aneh menyerang dirinya. Tanpa Indah sadar, Ibra sudah melepaskan hijabnya dan kini, bibir sedikit tebal itu dengan lancangnya menyusuri lekukan putih dan membuat merinding.
"Mandi,,,, saja sendiri,,, mas!!" jawab Indah terbata saat merasakan tangan Ibra yang nakal sudah menyelusup masuk kedalam kemejanya.
Disentuh begitu saja, indah sudah terbuai dan begitu menikmati sentuhan tangan kekar yang tanpa permisi sudah melepaskan kancing-kancing kemejanya dan bersisa mangkok merah berenda miliknya.
Indah benar-benar sudah diluar batas sadarnya, dibawa terbang ke angkasa sampai dirinya tidak sadar jika saat ini sudah terbaring diatas tempat tidur empuk bagai diawan.
Gelar Cassanova benar-benar tepat disematkan pada Ibra, karena kelihaiannya lucut melucuti pantas diakui jempolan. menyisakan mangkok merah berenda dan juga segitiga Bermuda dengan warna senada. Mata sang Cassanova itu begitu berbinar kala melihat mangsanya sudah tak berkutik, terlihat sangat empuk dan begitu menggiurkan.
Kulit putih mulus itu pun disergap dengan penuh semangat, bibir merah itu pun sudah menciptakan warna yang sama disetiap tempat yang ingin di jamahnya. Bahkan simenul menyembul pun sudah hampir merah sempurna, tapi sepertinya Sang Cassanova masih ingin bermain-main, memberi rasa yang berbeda pada mangsanya.
Jangan ditanya bagaimana indah sekarang. Bahkan diluar batas pikirannya, mulutnya pun terus merancau, dengan tangan yang tak segan menjambak rambut hitam lawannya.
"Ibraaa!!!" teriakan sang mami membuyarkan segalanya.
Jediaaarrrrr!!
Kerasnya Mami menutup pintu kamar Ibra yang tidak tertutup rapat dan mami tanpa sengaja melintas didepan kamar Ibra melihat dengan mulut tenganga.
"Bagaimana mereka bisa tidak mengunci pintu?!" ucap mami dengan wajah memerah.
Ibra dan Indah terlihat sangat canggung,,,,
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,, 🤍