
"Maaf mas,, aku gak bisa,,," Jawab Indah dengan nada sendu
Deg!
Rasanya hati Ibra langsung patah mendengar jawaban Indah saat itu. Harapannya seperti pupus untuk membina rumah tangga bersama Indah dan keluarga kecil mereka nanti.
"Haruskah aku patah hati untuk kedua kali?!"
Terlihat wajah Ibra berubah mendung, yang awalnya terlihat wajah merona karena malu mengungkapkan perasaan, kini berubah karena penolakan Indah yang membuat hati Ibra retak 💔
"Aku,,, gak bisa membohongi perasaanku sendiri mas,,, aku juga memiliki rasa yang sama denganmu,,, aku,,, mau hidup bersamamu menghabiskan sisa waktu ku bersamamu" ucap Indah menatap Ibra dengan tatapan penuh cinta
Deg
Deg
Deg
"Apa?!" Ibra malah terkejut setelah Indah melanjutkan ucapannya. Kini berbalik Ibra yang merasa semua itu seperti mimpi, padahal tadi Indah sempat menolaknya.
"Iya mas,, Aku juga mencintaimu tanpa aku sadari selama ini, dan aku,,, tidak tau sejak kapan rasa itu ada" ucap Indah meyakinkan Ibra
Senyum bahagia mengembangkan begitu saja, mendung seakan sirna digeser pelangi yang penuh warna. Ibra terlampau bahagia hingga meluapkan dengan meraup siranum dengan menggebu-gebu. Bagaimana bahagianya Ibra dan indah sulit diungkapkan dengan kata-kata.
"Kita mulai semuanya dari awal yah?" ucap Ibra saat keduanya sudah saling berpisah dan Indah mengangguk dengan wajah merona, bukan hanya Indah saja, hal yang sama juga terlihat di wajah Ibra.
Kemudian Ibra kembali mengusap perut Indah dengan kelembutan, dan menatapnya dengan penuh cinta
"Mas,,,"
"Maafkan aku,,," ucap Ibra mendadak kembali sendu
"Untuk apa mas?" tanya Indah bingung lagi
"Hampir saja aku membunuh buah hati kita" ucap Ibra
Deg!
"Buah Hati?!" Ucap Indah kaget
"Iya,,, kamu sedang hamil sayang,,," ucap Ibra menatap Indah dengan tatapan sendu, antara penyesalan dan kebahagiaan bercampur menjadi satu
"Aku hamil mas?" tanya Indah yang sudah akan menangis
"Iya,,, usia kehamilan baru memasuki 2 Minggu" jawab Ibra
__ADS_1
Indah menangis bahagia, sangat sulit untuk berkata lagi, bahagianya meluap-luap dan Indah langsung memeluk Ibra dengan begitu eratnya.
"Aku,,, aku akan menjadi ibu?!" ucap Indah yang masih memeluk Ibra
"Iya. Kita akan menjadi orang tua. Mas janji akan menjagamu dan anak kita" ucap Ibra membalas pelukan Indah tak kalah erat sangking bahagianya.
Kemudian Indah melepaskan pelukannya dan menatap Ibra yang saat itu juga terlihat menangis, meski air matanya sudah tidak terlihat lagi.
"Mas bahagia?" tanya Indah
"Sangat! SANGAT BAHAGIA!" jawab Ibra yang kemudian meraup wajah Istrinya dan mencium seluruh wajah itu berkali-kali.
Keduanya pun larut kedalam kebahagiaan mereka, meluapkan semua rasa yang menumpuk didalam dada. Manis, cinta itu sedang manis dirasakan keduanya. Rasanya sudah plong sangat bahagia, ketika cinta tak bertepuk sebelah tangan, bagai gayung bersambut, kedua hati sudah terpaut.
Sementara itu,,,,
Kina dan David sudah sampai di lobby hotel, lalu keduanya menuju ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan Ibra dan Indah. Namun hasilnya nihil, karena mereka sudah pergi dari hotel itu.
"Kak kita cari kemana lagi ya kak?" tanya Kina saat mereka sudah berada di mobil
"Ntahlah,,,," Kemudian David mengambil ponsel dan menghubungi Adam, kepala anak buah Ibra untuk mencari keberadaan tuan mereka.
"Ini sudah dini hari, lebih baik kita pulang" ucap David dan di angguki oleh Kina
"Ayo turun!" ucap David namun tidak ada jawaban dari Kina.
David menoleh dan melihat Kina yang tengah tertidur pulas. David pun merasa kasihan pada Kina saat melihat wajah lelahnya seperti itu.
"Apa sebaiknya aku diamkan saja dia? atau aku bangunkan? tapi kasihan sekali gadis ini!" ucap David.
Lalu David keluar dari mobil dan membuka pintu mobil bagian tengah. kemudian David menata mobil itu menjadi sebuah kasur mini, karena mau membawa kina ke apartemen , namun David tidak tau password apartemen Ibra. Setelah semuanya siap, David memindahkan Kina ke belakang agar lebih nyaman saat tidur.
"Astagfirullah! ni gadis berat juga!" ucap David saat memindahkan Kinara.
"Hoaaamm!" David pun juga merasa mengantuk, lalu ia membaringkan dirinya disamping Kinara dan memejamkan matanya dengan begitu cepat karena kantuknya.
Pagi Menjelang,,,,,,,
Ibra terbangun dari tidurnya saat suara adzan berkumandang. Dilihatnya Indah masih tidur pulas dengan beralaskan lengannya yang kekar. Disentuhnya wajah itu dengan lembut dan membangunkan Indah dari tidurnya. Kecupan hangat mendarat mulus begitu saja
"Selamat pagi istriku" sapa Ibra dengan manisnya
"Pagi suamiku,,," Jawab Indah membalasnya dengan senyuman
"Sholat yuk?" ajak Ibra dan Indah mengangguk.
__ADS_1
Kemudian Ibra bangkit dan duduk, setelah itu ia turun dari bed dan menggendong Indah menuju ke kamar mandi
"Masss turunkan aku! aku bisa jalan!" ucap Indah
"Bumil gak usah banyak protes" ucap Ibra dengan posesif nya
Lalu Ibra menurunkan Indah di kamar mandi dan mereka berwudhu bergantian. Setelah itu keduanya pun menjalankan ibadah subuh bersama.
Di tempat lain,
David terbangun dan betapa terkejutnya David saat melihat dirinya tengah memeluk Kinara seperti guling. Sontak saja David mendorong Kinara dan membuat gadis itu terbangun
"Aaawww!! Saakiit!" ucap Kinara memegangi punggung nya yang terbentur pinggiran mobil
"Kamu gak papa?! maaf aku refleks!" ucap David memastikan kina baik-baik saja
"Uhh sakit tau gak!! mau patah nih pinggang!" Sungut Kina mengusap-usap pinggangnya
"Maaf ya,,, apa kita kerumah sakit aja?!" ucap David khawatir
"Gak perlu! nanti juga sembuh! lagian kenapa sih pake dorong-dorong segala?!" Sungut Kina
"Tadi,,, tadi aku kaget ada kamu di samping aku!" jawab David
"Gitu aja pake dorong! Eh,,! tapi kak David gak ngapa-ngapain aku kan?!" Ucap Kina memeriksa dirinya sendiri. Pakaiannya masih lengkap dan tertutup seperti sebelumnya
"Ya gak lah! kamu kira aku cowok apaan?!" ucap David
"Bagus deh kalau gitu,,,! tenang deh aku!" ucap Kina merasa lega.
"Antar aku ke atas kak, masih gelap ini, takut!" ucap Kina padahal disana terang lampu
"Ya sudah ayo!" ucap David
Kemudian keduanya pun turun dari mobil menuju ke apartemen Ibra. Sengaja David tidak mengatakan jika dirinya sempat tidur dengan memeluk Kina. Jika Kina sampai tau, mungkin dia akan begitu marah, bahkan akan memukulnya tanpa henti. Untuk menghindari itu, David memilih untuk diam.
.
.
.
.
Bersambung,,,,, 💕
__ADS_1